Cerpen | UNY COMMUNITY
Home / Cerpen

Cerpen

Alun-alun Kidul: Sepenggal Surga di Selatan Keraton Yogyakarta

“Aku tidak ingin mengekangmu. Terserah. Bebas kemana engkau pergi! Asal aku ikut” ucap Marni kepada Jono. Jogja memang tak pernah habis-habisnya dalam menyuguhkan berbagai tempat wisata.  Hampir di setiap jengkal waktu, ada saja wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak percaya? Pagi? Kita bisa melihat indahnya sunrise di Puncak Suroloyo, Gunung …

Read More »

Cerpen : BERANI PEDULI

Matahari sudah bertengger tepat di atas kepala. Langit bagaikan permukaan laut. Biru. Hanya sedikit bercak awan putih yang berkeliaran. Suasana cerah juga terlihat jelas di raut muka kondektur bus antarkota. Dari tempat Parno berdiri, wajahnya seolah memancarkan semburat cahaya yang menyilaukan orang lain. Mungkin karena bus yang ia bawa sudah …

Read More »

Cerpen – Sebait Cerita tentang Telaga

Sekretariat hening. Reni dan Ical masih berdiri di masing-masing kubu. Mereka seperti baru usai bersitegang ketika aku datang. Anak-anak lain hanya terdiam seolah habis menonton drama di depan mata kepala. “Ada apa ini?” tanyaku pada salah seorang junior. “Itu mas, anu..itu..mbak Reni sama mas Ical tukaran lagi.” ia yang kutanya …

Read More »

Cerpen – Mengeja Hujan

…Seperti sebutir pasir, diriku tidak harus menjadi penting. Dalam percakapan yang lamat, aku mengeja hujan… Hari keduabelas setelah kepergianmu, aku masih menikmati keramahan hujan di balik jendela kaca yang setia. Duduk dan sangat sendiri di rumahku sendiri. Juga padamu yang masih segar di ingatanku. Tentang sebuah kebiasaanmu meletakkan tas hijau …

Read More »

Menjadi Sephia Lelaki A

Yang kutahu, kamu baru saja bergetar saat menerima kecupan. Pelan. Kulakukan dengan sangat hati-hati. Aku takut wajahku cedera lewat kumis tipismu. “Bahwa kamu tidak seperti wanita lain yang hanya datang dan pergi. Kamu adalah wanita yang layak dinanti seperti mentari yang tanpa pamrih bersumringah di tata surya.” Tuturnya sangat lembut …

Read More »

Cerpen – Sehari Berhujan

Aku terbangun, sebab lelehan hujan begitu ramah menyapa jendela kamar. Pagi yang tak biasa. Tak pernah kutemukan pagi seperti ini. Biasanya ada saja aktivitas yang kulakoni saat pagi berganti. Dan tidak untuk pagi ini. Benar-benar tak biasa. Terkutuk kurasa. Aku nyinyir, mengutuk pagi yang mungkin salah datang. Aku hambar, mengumpat …

Read More »

Cerpen : Cantik di Berkas Waktu

“Aku mendengar banyak hal tentang kamu….” Waktu sudah menunjukkan pukul sore. Sore yang tidak begitu cerah bagiku. Dan benar. Hujan belum turun, bahkan gerimis belum juga rontok. Dan dalam rangka menentramkan hati aku berkata pada diri sendiri: alangkah enak berkencan dengan berjalan kaki atau sekedar duduk berdua di alun-alun. Berbincang. …

Read More »