Cerpen | UNY COMMUNITY
Wednesday , 26 June 2019
Home / Cerpen

Cerpen

Cerpen ; Hikayat Seorang Guru PAUD

Pagi hari ketika sang surya mulai menganggil tubuh untuk terbangun dari mimpi semalam. Cahaya kuning langsat menyinari tirai jendela kamar dan mengenai rumput yang terkena embun. Setelah beberapa saat terdiam di atas tempat tidur, akhirnya raga ini mulai beranjak dari kasur. Langsung saja tanpa berpikir panjang, aku langsung ke meja …

Read More »

Cerpen ; PR Matematika Rara

Bu Pemi, guru pelajaran Matematika sekaligus wali kelasku memberikan PR yang tidak biasa. Ia tidak memberikan PR perkalian atau pembagian yang membuatku pusing dan ingin menangis karena tidak bisa mengerjakannya. Beliau kemudian menjelaskan tentang PR Matematika yang katanya mudah dan menyenangkan. “Anak-anak, kita akhiri pelajaran Matematika siang hari ini. Jangan …

Read More »

Alun-alun Kidul: Sepenggal Surga di Selatan Keraton Yogyakarta

“Aku tidak ingin mengekangmu. Terserah. Bebas kemana engkau pergi! Asal aku ikut” ucap Marni kepada Jono. Jogja memang tak pernah habis-habisnya dalam menyuguhkan berbagai tempat wisata.  Hampir di setiap jengkal waktu, ada saja wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak percaya? Pagi? Kita bisa melihat indahnya sunrise di Puncak Suroloyo, Gunung …

Read More »

Cerpen : BERANI PEDULI

Matahari sudah bertengger tepat di atas kepala. Langit bagaikan permukaan laut. Biru. Hanya sedikit bercak awan putih yang berkeliaran. Suasana cerah juga terlihat jelas di raut muka kondektur bus antarkota. Dari tempat Parno berdiri, wajahnya seolah memancarkan semburat cahaya yang menyilaukan orang lain. Mungkin karena bus yang ia bawa sudah …

Read More »

Cerpen – Sebait Cerita tentang Telaga

Sekretariat hening. Reni dan Ical masih berdiri di masing-masing kubu. Mereka seperti baru usai bersitegang ketika aku datang. Anak-anak lain hanya terdiam seolah habis menonton drama di depan mata kepala. “Ada apa ini?” tanyaku pada salah seorang junior. “Itu mas, anu..itu..mbak Reni sama mas Ical tukaran lagi.” ia yang kutanya …

Read More »

Cerpen – Mengeja Hujan

…Seperti sebutir pasir, diriku tidak harus menjadi penting. Dalam percakapan yang lamat, aku mengeja hujan… Hari keduabelas setelah kepergianmu, aku masih menikmati keramahan hujan di balik jendela kaca yang setia. Duduk dan sangat sendiri di rumahku sendiri. Juga padamu yang masih segar di ingatanku. Tentang sebuah kebiasaanmu meletakkan tas hijau …

Read More »

Menjadi Sephia Lelaki A

Yang kutahu, kamu baru saja bergetar saat menerima kecupan. Pelan. Kulakukan dengan sangat hati-hati. Aku takut wajahku cedera lewat kumis tipismu. “Bahwa kamu tidak seperti wanita lain yang hanya datang dan pergi. Kamu adalah wanita yang layak dinanti seperti mentari yang tanpa pamrih bersumringah di tata surya.” Tuturnya sangat lembut …

Read More »

Cerpen – Sehari Berhujan

Aku terbangun, sebab lelehan hujan begitu ramah menyapa jendela kamar. Pagi yang tak biasa. Tak pernah kutemukan pagi seperti ini. Biasanya ada saja aktivitas yang kulakoni saat pagi berganti. Dan tidak untuk pagi ini. Benar-benar tak biasa. Terkutuk kurasa. Aku nyinyir, mengutuk pagi yang mungkin salah datang. Aku hambar, mengumpat …

Read More »
X