Puisi | UNY COMMUNITY
Home / Puisi

Puisi

Puisi ; Rindu Kampus UNY

  Suatu hari, pasti akan ada rindu. Pada tiap sudut tempatnya beserta kenangan masa lalu. Kelak, akan ada saatnya rindu datang saat bersama menghabiskan waktu, Kelas dengan suasana ricuh namun mendadak tenang ketika dosen berada didepan pintu.   Kami pernah belajar banyak tentang sebuah perjuangan. Hidup jauh dari rumah, jauh …

Read More »

Puisi : Nyamuk

Nyamuk itu kelihatan kelaparan Mungkin karena sangking laparnya, ia tak sanggup terbang Tubuhnya terkapar di bawah lampu perempatan   Ia mendengung kepada siapa saja yang lewat “Minta darahnya sedikit tuan, belum minum darah dua hari tuan”   Saking lemahnya, dengungan itu tak terdengar lagi di telinga tuan yang lewat. Entah …

Read More »

Puisi : PANCASILAKU

Orang-orang banyak membicarakanmu Mereka berdebat mengenaimu Mereka bertengkar tanpa memahami dirimu Jika saja mereka mau memahamimu,tak perlu semua Mungkin tiga, dua,atau bahkan satu sila darimu Semua ini tak akan terjadi Pancasila. Mereka beragama tanpa ber-Tuhan Mereka membunuh atas nama agama Tanpa tau arti sila pertamamu Jangankan keadilan dan keberadaban pancasila …

Read More »

Puisi : Tanggalan Biru

Pasti ada alasan ini hari senin Kau tahu.. Riuk aliran air turut serta Berirama untuk bercengkrama Sinar cerah tak mengalah Tetap saja langit hari ini biru Senja juga menyalami Surub tak tertinggal Bicaraku tentang rona Tanggalan Birumu 20-06-2016 Selamat berbuka.. Selamat hari senin.. Selamat ulang tahun.. -aku gak bisa anter! …

Read More »

Puisi : Nasihat Ibu

Kan sudah kubilang, Jangan kau percaya sama orang. Kan sudah kubilang, Jangan 100% yakin. Kan sudah kubilang, Jangan terlalu dekat. Kan sudah kubilang, Jangan terlalu banyak berharap.   Tapi apa kau dengar? Apa kau percaya? Tidak kan?   Sekarang lihat akibatnya Sedih kan dirimu? Sakit kan hatimu?   Kalau mau …

Read More »

Puisi : Keluh Kesah

  Untaian kata yang terucap sia-sia Resah menunggu ketidakpastian Kepala tertunduk lesu, semangat ikut layu   Hati gundah gulana Melihat wacana terkubur nista Cahaya mata mulai redup Keringat menetes mengaliri tubuh   Mengeluh kesahkan sesuatu menghasilkan kegundahan Hidup ini tak terasa indahnya Tertutup cahaya hitam   Mengeluh lagi huh… Dan …

Read More »

Puisi : kebebasan

Entah pohon angsana di tepi jalan Ataupun flamboyan yang meranggas di tepi pantai Antara kuning bunga dan orange bunga Ataupun biru langit cerah Hari ini pasti indah Jika udara berbau Ataupun ranting dapat berkarat Sebelum-sebelum Tapi hari ini pasti indah Kau tanggalkan dan tinggalkan Kau selipkan dan senyapkan Kau gaduhkan …

Read More »

Puisi : Untuk Senja

Aku sempat sesumbar padanya, “Jangan memaksaku untuk mencintai apalagi membenci sesuka hati, atau aku akan memilih pergi. Aku tak ingin menjadi rakus atas dirimu. Aku pun tak ingin tandus untuk menumbuhkan biji-biji pengorbananmu. Sungguh.” Lalu kau tahu apa katanya? Tak ada. Kau tahu bahwa aku selalu merindu, menunggu, dan melepasmu …

Read More »