Ransel Topeng Panji: Upaya Mahasiswa UNY Angkat Budaya Dalam Negeri | UNY COMMUNITY
Tuesday , 23 July 2019
Home / Kabar Kampus / Ransel Topeng Panji: Upaya Mahasiswa UNY Angkat Budaya Dalam Negeri

Ransel Topeng Panji: Upaya Mahasiswa UNY Angkat Budaya Dalam Negeri

Topeng panji merupakan salah satu budaya tangible di Indonesia. Mata sipit dan hidung mancung adalah ciri yang membedakan topeng tokoh ksatria dari Kediri ini dengan topeng-topeng tokoh lainnya. Saat ini keberadaan topeng panji masih terbatas pada fungsi hias semata. Pengaplikasian topeng ini terbatas pada media kayu seperti yang ada di Dusun Bobung, Patuk, Gunungkidul.

Topeng panji secara massal di produksi di Bobung, topeng ini bahkan sudah diekspor hingga ke mancanegara, seperti Amerika, Jepang, China, dan Eropa. Namun demikian, kendati telah melanglang buana hingga luar Indonesia pembelinya pun terbatas dari kalangan tertentu saja. Hal itu karena memang fungsi produk ini masih terbatas pada hiasan dinding.

Berlatar belakang masalah inilah lima mahasiswa UNY tergugah membuat inovasi pengaplikasian topeng panji pada media lain, yaitu kulit sapi. Mereka adalah Lilik Nurkhamid (Pendidikan Seni Rupa), Andi Siyam Mawardi (Pendidikan Seni Rupa), Najla Ifa Mumtaza (Pendidikan Akuntansi), Anggi Fatika Sari (Pendidikan Kimia), dan Nadhila Hibatul Nastikaputri (Sastra Indonesia). Di bawah bimbingan Dr. I Ketut Sunarya, M. Sn., dosen seni kriya di Fakultas Bahasa dan Seni UNY, mereka membuat tas ransel dengan bentuk serupa topeng dan kemudia mengukirnya sesuai dengan detail wajah topeng panji. Produk tas mereka ini kemudian diberi nama RATOPANJI (Ransel Topeng Panji).

Baca Juga  UNY Wisuda 983 Lulusan, 349 Diantaranya Meraih Predikat Cumlaude

Produk tas ini memakai bahan baku kulit sapi nabati. Kulit sapi nabati adalah kulit yang didapatkan dari proses penyamakan dengan bahan-bahan nabati bukan buatan. Lilik Nurkhamid memberikan sejumlah alasan kelompoknya memilih kulit nabati sebagai bahan baku ransel mereka.

“Alasan memakai bahan ini adalah karena karakteristik kulit jenis nabati yang tebal dan harganya bersahabat. Kulit yang tebal memudahkan proses pengukiran sehingga produk yang dihasilkan tidak tembus. Sedangkan, harga yang bersahabat diharapkan produk ini dapat dijangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah” tandas Lilik.

RATOPANJI yang sebenarnya adalah produk Program Kreativitas Mahasiswa didanai dikti tahun 2019 ini digadang menjadi kerajinan ikonik Kabupaten Gunungkidul. Mengingat di tempat kelahirannya topeng panji ini belum dikenal masyarakat setempat secara menyeluruh, maka dengan adanya RATOPANJI diharapkan topeng panji dapat dikenal oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga  Ditangan Mahasiswa UNY, Kulit Kakao Mampu Kurangi Emisi Gas Buang Kendaraan

“Ikon Yang terkenal di Kabupaten Gunungkidul sendiri saat ini adalah walang dan tiwul, padahal masih banyak produk lain yang bisa dieksplor untuk dikembangkan seperti halnya topeng panji”, tutur Nadhila salah satu anggota tim yang juga sebagai warga asli Gunungkidul.

Lilik Nurkhamid, menyatakan bahwa produk buatan ia bersama keempat temannya adalah yang pertama ada di Yogyakarta, bahkan di Indonesia. Hal ini tentu menambah keunggulan produk mereka selain dari segi bentuknya yang unik dan estetik.

Lilik dan seluruh rekannya berharap produk garapan mereka dapat diterima dan disukai masyarakat. Ia juga berharap produknya selain dapat dipasarkan di Yogyakarta juga dapat dipasarkan di daerah lain di Indonesa. Ia berharap pula semoga RATOPANJI dapat merambah pasar mancanegara seperti produk topeng panji yang mejadi sumber inspirasinya. (Nadhila Hibatul N)

jika tertarik dengan produk ini kalian bisa hubungi 0852-0026-6389 atau sosial media instagram (@ratopanji.collection)

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

4 Cara Menggemukkan Badan Alami Yang Bisa Anda Coba

Memang banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan seseorang sulit untuk gemuk. Baik itu faktor keturunan, …

X