Kabar Kampus

Tingkatkan Produktifitas Pangan, Merauke Jalin MoU dengan IPB dan UNY

Pemerintah Kabupaten Merauke Provinsi Papua sangat berterimakasih kepada perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pasalnya, dua kampus ini telah  terlibat pada program peningkatan produktifitas pangan di kabupaten paling ujung di tanah air ini.

Bupati Merauke Frederikus Gebze SE, MSi mengatakan, dalam rangka Kabupaten Merauke yang akan dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan lumbung pangan, maka antara Pemkab Merauke dengan rektor IPB dan rektor UNY bersama-sama menandatangani MoU (Memorandum Of Understanding),  Sabtu (20 Agustus 2017).

“Kerjasama penandatangan MoU itu mengharapkan Universitas Musamus Merauke yang akan melakukan pepanjangan tangan dari kegiatan dan program-program peningkatan produktivitas pangan tersebut,” tutur Frederikus usai menghadiri acara Pertemuan Majelis Tinggi Forum Rektor Indonesia yang terdiri dari rektor-rektor perguruan tinggi negeri se Indonesia, Sabtu (20 Agustus 2017).

Baca Juga  120 Mahasiswa UNY Siap KKN di Kabupaten Blora 

Pertemuan dan penandatanganan MoU antara pemerintah daerah Kabupaten Merauke Dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Musamus tersebut selain dihadiri Bupati Merauke, juga disaksikan Wakil Ketua I DPRD Merauke, Sekretaris Daerah Merauke, Rektor Universitas Musamus, Rektor Universita Negeri Yogyakarta, Rektor Institut Pertanian Bogor, Prof. DR. Ir Herry Suhardiyanto MSc, para kepala SKPD dan kepala bagian di lingkungan pemkab Merauke.

“Atas nama pemerintah kabupaten Merauke, kami berterimakasih karena perguruan tinggi itu mau bersama-sama mendukung program swasembada pangan di wilayah timur, bahkan dari sabang di Aceh ke Merauke menjadi satu kesatuan untuk Indonesia, dan ini merupakan langkah baru yang sudah dibuat oleh IPB,” kata Freddy.

Ia menjelaskan, kerjasama-kerjasama yang dilakukan Pemkab Merauke dengan berbagai pihak, nanntinya akan menghasilkan konversi atau rekayasa yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga  Viral, Video Rektor dan Guru Besar UNY Nyanyi Hip Hop Saat Acara Wisuda, Ini Ceritanya

“Ada satu konversi atau rekayasa, misalnya, bagaimana sagu dimakan tidak seperti yang biasa kita makan, tetapi sagu itu bisa diolah seperti butir-butir beras. Lalu mie, yang biasa diolah dari terigu yang lebih banyak impor, maka akan kami upayakan agar dapat diolah dari jagung. Nah, ini merupakan satu kerjasama yang bernilai ekonomi tinggi,” jelas Freddy.

Diakuinya, kerjasama-kerjasama dengan akademisi perguruan tinggi sudah banyak dilakukan.

“Tapi kali ini kami mau melakukan kerjasama yang lebih fokus, lebih teliti dan lebih jelas indikatornya untuk mencapai target. Jadi tidak sekedar kerjasama di atas kertas, tapi MoU itu menghasilkan hal yang berkualitas,” ungkapnya.

“Pemkab Merauke juga memberikan piagam penghargaan kepada IPB karena mereka sudah menginjakkan kakinya di Merauke,” imbuh Freddy.

sumber : otonominews.net

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
Close
X