Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Intip 4 Fakta Kuliah S2 di UNY!

Halo, Sahabat UNYu!

Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu dan semangat menjalani rutinitas perkuliahan, ya!

Gimana rasanya (masih) kuliah online? Capek, asyik, bosan, atau udah kangen kampus UNY tercinta? Hehe…

Kali ini, kami akan berbagi 4 fakta yang ada di lingkup S-2 UNY, entah dari kultur pendidikannya, organisasi mahasiswanya, dan semua yang berkaitan dengan jenjang magister. Tanpa menunggu lama, simak fakta-fakta berikut ini, ya.

foto : instagram @prabowo_hs

1. Atmosfer PKKMB yang lebih santai tapi bikin pusing

Jika dibandingkan PKKMB UNY S-1 yang cukup banyak aturan, PKKMB UNY S-2 memiliki kelonggaran tersendiri. Perlu diketahui, PKKMB UNY S-2 dan S-3 biasanya digabung jadi satu. Rangkaian PKKMB untuk jenjang ini diisi dengan seminar akademik yang mengundang beberapa pembicara. Mahasiswa memang hanya mendengarkan, sih. Namun, jangan salah sangka, materi yang disampaikan yaitu tentang cara membuat artikel ilmiah, cara publikasi ke jurnal, cara merancang tesis/disertasi dengan jurnal terpercaya, dll. Mahasiswa S-2 memang tak perlu lagi merasakan sorak-sorak di lapangan atau buat formasi dengan kertas warna-warni, tapi terus dimotivasi untuk segera merumuskan artikel ilmiah dan embrio tesis. Ngeri-ngeri sedap, ya.

  1. Jumlah SKS lebih dikit dari S-1, tapi tugasnya bejibun
Baca Juga  Jadwal Operasional Perpustakaan UNY Terbaru

SKS yang ditempuh pada jenjang magister selama 2 tahun memang lebih sedikit daripada jenjang sarjana yang relatif ditempuh selama 4 tahun, tapi untuk tugas-tugasnya jangan ditanya lagi. Mahasiswa magister (S-2) akan mendapat banyak tugas dari para dosen, tak peduli mau kuliah online atau offline. Macam tugasnya juga beragam, mulai dari paper, makalah, presentasi individu/kelompok, mini riset, dan lainnya.

  1. Banyak banget seminar bertema penelitian yang diadakan oleh organisasi mahasiswa

Ini adalah fakta selanjutnya yang sangat berbeda dengan atmorfer jenjang S-1. Jika organisasi mahasiswa S-1 sering mengadakan seminar dengan tema kepemimpinan, kepenulisan, public speaking, dan beragam tema lainnya, pada jenjang S-2 sangat didominasi oleh tema penelitian. Mulai dari tips trik menulis artikel, cara mengirim artikel ke jurnal terindeks Scopus, dan terkait bab penelitian lainnya. Ini memang wajar karena mahasiswa S-2 dituntut untuk mempublikasikan artikel ke jurnal internasional. Oiya, ssttt, selain seminar bertema penelitian, banyak juga diskusi/seminar yang membahas persiapan pernikahan. Menarik, bukan?

  1. Berkesempatan satu kelas dengan mahasiswa dari luar negeri dan mahasiswa yang masuk melalui jalur RPL

Jika beruntung, mahasiswa S-2 bisa satu kelas dengan mahasiswa dari luar negeri yang berkuliah di UNY. Sebagai contoh, di kelas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-2 ada beberapa mahasiswa dari Timur Tengah dan Tiongkok yang turut serta belajar bersama. Seru, ya. Tak hanya itu saja, ada pula mahasiswa yang masuk melalui jalur RPL. Apa itu RPL? RPL adalah singkatan dari Rekognisi Pembelajaran Lampau, pengakuan kompetensi hasil belajar dari pembelajaran nonformal, informal, dan pengalaman kerja ke capaian hasil belajar pembelajaran formal. Pengakuannya yaitu berupa pembebasan sejumlah mata kuliah atau perolehan SKS untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi. Dengan latar belakang yang beragam, para mahasiswa S-2 bisa menjalin relasi lebih luas.

Baca Juga  3 Alasan Kenapa kamu harus MENUNDA Skripsi

Itulah 4 fakta yang ada di lingkup S-2 UNY. Fakta yang kadang bikin dahi mengernyit, tapi seru juga. Kewajiban mahasiswa S-2 tentu berbeda dengan mahasiswa S-1. Ada yang merasa lebih berat, ada yang merasa biasa saja. Kuncinya, tak perlu membandingkan dan fokus saja dengan kewajiban yang ada di depan mata. Memilih kuliah S-2 berarti siap meneruskan rutinitas kuliah yang sebelumnya sudah dilalui ketika S-1. Pasti ada suka duka di setiap jenjang perkuliahan. Nikmati dan jalani.

Pendaftataran Jalur Intake Sem Genap Th. 2021/2022 KLIK DISINI

Anis Safitri

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2017 @irtifassina

Related Articles

Back to top button
X