Mahasiswa Sastra Indonesia UNY Usung Mangir dan Rahim Semesta dalam Malam Puncak Bulan Bahasa | UNY COMMUNITY
Saturday , 15 December 2018
Home / Event / Mahasiswa Sastra Indonesia UNY Usung Mangir dan Rahim Semesta dalam Malam Puncak Bulan Bahasa

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY Usung Mangir dan Rahim Semesta dalam Malam Puncak Bulan Bahasa

Akhir tahun ini, tepatnya Minggu, 30 Desember 2018, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni UNY angkatan 2016 akan menggelar sebuah pentas kolosal. Pentas yang akan diselenggarakan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta tersebut adalah bagian dari mata kuliah Pentas Drama. Tiga kelas mata kuliah pentas drama yang ada, tergabung dalam satu kelompok besar bernama Teater Mirat. Selain itu, pentas ini juga merupakan malam puncak dari serangkaian acara Bulan Bahasa Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) yang digelar sejak awal Oktober lalu.

Mengadaptasi naskah Mangir karya Pramoedya Ananta Toer, Teater Mirat mengusung judul Mangir dan Rahim Semesta. Naskah ini menceritakan sebuah tempat bernama Mangir. Tidak seperti daerah lainnya di kerajaan Mataram, Mangir merupakan daerah Perdikan atau daerah bebas pajak pada masa kekuasaan Panembahan Senapati. Hal ini membuat Panembahan Senopati sedikit geram sehingga berencana untuk menaklukan daerah Mangir. Ia menggunakan berbagai cara untuk memeperoleh kekuasaan tunggal atas Mangir bahkan dengan mengorbankan putrinya sendiri yaitu Pambayun.

Ada satu sisi dalam naskah ini yang jarang diangkat dalam pementasan Mangir yang ada sebelumnya, padahal sisi itu sangat kuat, yaitu kekuatan perempuan dalam kekuasaan. Dalam hal ini Pambayun. Kebanyakan orang ketika dihadapkan pada cerita Mangir pasti akan selalu mengingat peristiwa di mana Ki Ageng Mangir dibunuh oleh Panembahan Senapati. Padahal jauh dari itu, banyak nilai-nilai yang justru lebih baik untuk diangkat.

Baca Juga  English Competitions and English Party

Ahmad Hayya, sutradara dalam pementasan ini mengatakan, bahwa ia ingin belajar tentang nilai-nilai yang diangkat dalam Mangir, khususnya tentang perempuan dan kekuasaan pada saat itu. Ia juga menambahkan, “Saya tidak berharap pementasan ini bagus dan akan dikenang.” Namun, lebih dari itu, ia selalu berharap di setiap pementasan akan banyak pembelajaran yang bisa diambil. Menurutnya bagus atau jelek adalah hak penonton yang menikmati. Namun, ia dan seluruh anggota tim akan bekerja keras untuk menyajikan yang terbaik.

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

Menikmati Sisi Lain Pulau Dewata Bali Saat Perayaan Nyepi

Istirahat sejenak dari penat bisa menjadi salah satu cara kita menghimpun dan mengendalikan kembali energi …

X