Artikel

7 Kesalahan Umum Mengerjakan IELTS Test

Kursus IELTS – Sering kali saat menghadapi IELTS test, banyak peserta yang terjebak dalam kesalahan umum mengerjakannya. Padahal hal tersebut bisa dihindari secara sadar agar tidak mempengaruhi hasil akhir tes yang sedang dijalani. 

Ilustrasi seorang pelajar yang sedang mengerjakan IELTS preparation (dok.freepik)

Mengingat sebagai tes kemampuan bahasa Inggris standar internasional, ujian IELTS memang memerlukan adanya persiapan yang matan serta pemahaman yang mendalam. 

Bukan hanya mengenali skor IELTS yang harus dicapai saja, tetapi juga mengenal strategi pengerjaan hingga kesalahan dalam mengerjakannya. 

  1. Menghafal jawaban 

Beberapa tutor bahasa Inggris terutama IELTS, mungkin pernah menyarankan atau menyuruh para muridnya dalam melakukan hafalan jawaban. 

Padahal cara ini tidak selamanya benar. Pasalnya, menghafal jawaban berupa kosakata yang sering muncul tidak lantas memudahkan siswa dalam mengerjakan IELTS test. 

Mungkin hafalan jawaban tersebut berlaku untuk ujian writing tetapi tidak dalam speaking test. Pasalnya, peserta akan diajak berinteraksi langsung dengan penguji yang mana membutuhkan respon yang akurat dan spontan. 

Mengandalkan hafalan jawaban kosakata yang sering muncul hanya membuat peserta tidak bisa mengeksplorasi kata dalam sesi berbicara. 

2. Menunjukkan perilaku tidak percayaan diri

Tidak adanya persiapan dalam mengikuti IELTS test, membuat siswa akan merasa gugup, gemetar, hingga menurunkan rasa percaya diri saat sesi bicara. 

Hal tersebut hanya akan membuat mental peserta menjadi drop. Kalau sudah begitu, tidak jarang peserta akan mengalami berbicara yang tidak jelas, menghindari kontak mata hingga ekspresi yang tidak wajar. 

Padahal, salah satu diantara ketiga hal tersebut seharusnya bisa ditunjukkan oleh peserta agar bisa meninggalkan kesan positif pada interviewer. 

Cara menghindarinya tentu saja dengan melatih diri secara rutin dengan menampakkan mimik muka yang semringah dan senyum. 

3. Mengulang kata terlalu sering

Rasa gugup yang tidak terkendali sering kali muncul pada siswa yang akan menghadapi IELTS test. Sehingga peserta akan mengulang kata pada sesi berbicara atau menulis secara repetitif. 

Seperti penggunaan kata, For Example, On the Other Hand, Like, dan First. Tentu saja, menggunakan kata tersebut secara berulang yang berlebihan bisa berdampak buruk pada hasil skor IELTS. 

Bukan hanya pada sesi berbicara, kesalahan umum mengerjakan IELTS test pada sesi menulis yang banyak dilakukan peserta adalah menuliskan kata, In Addition dan Furthermore secara berlebihan. 

4. Tidak melakukan pencatatan informasi 

Pada sesi mendengarkan, banyak siswa yang sering kali terlewat untuk melakukan pencatatan kata, kalimat, hingga informasi penting yang disampaikan dalam percakapan di speaker. 

Tentu saja, hal ini membuat peserta kehilangan detail hingga poin penting selama mengerjakan IELTS online test. 

5. Terlalu lama berpikir pada satu pertanyaan 

Semua orang pasti ingin mengajukan pertanyaan dengan jawaban yang tepat, benar, dan sesuai. Terkadang ini yang membuat seseorang terjebak atau stuck dalam waktu lama untuk memikirkan satu pertanyaan. 

Padahal waktu ujian berjalan dengan cepat hanya untuk memikirkan satu pertanyaan saja. Ada kalanya melewatkan soal dengan jawaban yang tidak yakin, merupakan satu langkah yang tepat. 

6. Terlalu fokus untuk mempersiapkan IELTS

Mengambil dan menjalani IELTS test, tidak serta merta mewajibkan siswa untuk memahami bahasa Inggris menurut IELTS. Justru hal tersebut bisa jadi kesalahan dalam mempersiapkan tes IELTS. 

Pasalnya, fokus, tenaga, dan waktu yang hanya tertuju pada persiapan bahasa Inggris untuk IELTS tidak akan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan signifikan. 

Para peserta perlu melakukan latihan secara mandiri, melalui baca majalah atau blog online, berkomunikasi dengan komunitas di Facebook atau grup dalam mengasah bahasa Inggris secara formal atau informal. 

7. Tidak mengetahui gaya belajar yang sesuai 

Tak jarang lembaga bahasa Inggris yang menyatukan siswa dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman berbeda-beda dalam satu kelas.

Padahal cara ini bisa jadi kesalahan dalam mempersiapkan IELTS. Pasalnya, tidak banyak orang yang memiliki metode hingga gaya belajar sama. 

Ada yang memiliki kecepatan dalam memahami soal, ada yang kurang. Ada yang memiliki pengetahuan kosakata yang kaya, ada yang kurang. 

Jika orang dengan latar belakang berbeda disatukan dalam satu kelas, maka tujuan yang akan dicapai akan terasa berat. Oleh karena itu, pentingnya dalam melakukan analisa pada calon lembaga belajar yang akan diambil. 

Di Lister, calon peserta IELTS test tidak perlu lagi khawatir dalam melakukan analisa kebutuhan individu. Pasalnya, Lister menggandeng tutor profesional dengan latar belakang pendidikan prestige dan tim akademik yang secara khusus akan merancang materi sesuai kebutuhan peserta. 

Ada konsultasi hingga kelas gratis yang bisa diikuti para calon peserta sebelum mengikuti kursus IELTS. Dengan begitu, peserta tidak akan merasa sia-sia dalam mengeluarkan uang untuk persiapan ujian. 

Tak hanya sampai disitu saja, Lister juga memberikan garansi skor 7.5 yang mana dengan skor tersebut siswa bisa melamar beragam beasiswa dan universitas di seluruh dunia. 

Lister juga bekerja sama dengan IDP Education yang mana merupakan satu-satunya institusi bahasa Inggris terpercaya tempat IELTS diujikan. Melalui program kursus IELTS preparation, peserta bisa mendapatkan perbekalan bukan hanya dari pengetahuan mengerjakan IELTS tapi juga pendampingan persiapan mental. 

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!

Baca Juga  5 Tips Bijak Mengatur THR

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
X