Kabar Kampus

Berawal dari PKM UNY 2019, Tim PKM BIKA Indonesia Telah Launching Karya Kedua

Halo, Sahabat UNYu! Ada yang tahu atau sering mendengar istilah PKM?

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah ajang kompetisi mahasiswa di bidang penelitian. Ada banyak jenis PKM yang bisa diikuti, seperti PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-PSH (Penelitian Sosial Humaniora), PKM-PE (Penelitian Eksakta), PKM-T (Teknologi), PKM-KC (Karsa Cipta), PKM-GT/AI (Gagasan Tertulis/Artikel Ilmiah), dan PKM-GFK (Gagasan Futuristik Konstruktif). Secara ringkas, proses yang harus dilalui oleh mahasiswa yang mengikuti PKM yaitu seleksi proposal-pendanaan dan realisasi ide-PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

Tim BIKA Indonesia telah launching buku kedua

Lebih Dekat dengan BIKA Indonesia

BIKA Indonesia adalah salah satu kelompok PKM Kewirausahaan dari UNY yang mendapatkan pendanaan dari RISTEKDIKTI pada tahun 2019. Karena mendapatkan pendanaan, tim yang terdiri dari Mahira Clarita Garinihasna sebagai ketua (Pendidikan Bahasa Inggris), Anis Safitri (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Dianita Astari (Pendidikan Ekonomi), dan Syaeful Anwar (Pendidikan Seni Rupa) merealisasikan ide mereka, yaitu Buku Pop-Up Petualangan Rio Mengenal 4 Kata Ajaib, buku interaktif anak untuk mengenalkan 4 kata kesantunan berbahasa, seperti terima kasih, maaf, permisi, dan tolong. Buku tersebut telah terdistribusi ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Sayangnya, buku pop-up belum berhasil membawa BIKA Indonesia melaju ke tahap PIMNAS 31 di Udayana, Bali.

Baca Juga  UNY Terima 1.552 Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN, Berikut ini Daftar Namanya

Meski belum lolos ke tahap PIMNAS, Tim BIKA Indonesia ingin tetap berkarya dan mengembangkan kapasitas diri mereka. Berbekal dengan ilmu dan sisa dana yang didapat dari PKM, BIKA Indonesia saat ini telah menerbitkan buku keduanya yang berjudul Seni Menata Cita: Bermimpi, Berjuang, Bermetamorfosa. Buku ini memiliki konsep berbeda dari buku pop-up yang pertama. Buku Seni Menata Cita ini adalah buku self-improvement yang terdiri dari cerita-cerita nyata yang inspiratif. Pada project ini BIKA Indonesia juga menggandeng 8 penulis kontributor, di antaranya Bayu Septian, Centaro Lyraida, Dika Andri Pradana, Fedora Fidela, Indah Mutiara, Nadhila Putri, Roy Suryo, dan Sukarno. Mereka ada yang masih menjadi mahasiswa UNY, ada juga yang sudah alumni dan bekerja.

Menata Cita yang Ada Seninya

Alasan BIKA Indonesia mencipta Buku Seni Menata Cita yaitu ingin menghimpun cerita-cerita dari para penulis yang nantinya bisa mengubah sudut pandang pembacanya mengenai definisi sukses. Ada pejuang rantau yang ingin berbagi pengalamannya menuntaskan kewajiban di Kota Pelajar. Ada pejuang tangguh dari pedesaan yang berbagi ceritanya saat meraih asa. Ada juga penyintas yang masih berusaha kuat ingin berbagi kisahnya saat berdamai dengan dirinya sendiri dan melawan lingkungan toxic-nya. Semua terjabar indah dalam buku ini.

Baca Juga  Mahasiswa dengan IP Tertinggi dan Usia Termuda
Buku Seni Menata Cita: Bermimpi, Berjuang, Bermetamorfosa

Tak hanya cerita-cerita yang inspiratif, Seni Menata Cita juga berisi ilustrasi-ilustrasi epic dari cerita para penulis. Proses pembuatan buku ini sangat spesial karena mendayagunakan kemampuan yang dimiliki oleh Tim BIKA. Pembuatan ilustrasi dilakukan oleh mahasiswa dari pendidikan seni rupa. Penyuntingan dan proses penata letak dilakukan oleh mahasiswa dari pendidikan bahasa, dan perencanaan keuangan dilakukan oleh mahasiswa dari pendidikan ekonomi. Pemasaran dilakukan bersama-sama dengan memanfaatkan platform Instagram @bikaindonesia dan media sosial lainnya.

Mengadakan Webinar dan Launching Buku

Koordinasi tim saat acara webinar dan launching

Pada 20 Desember 2020 yang lalu, Buku Seni Menata Cita telah di-launching secara virtual, bebarengan dengan webinar gratis bersama Alvi Syahrin, penulis Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa sekaligus influencer. Karena masih di situasi pandemi, hanya beberapa dari Tim BIKA Indonesia yang berada di Jogja yang berkoordinasi offline untuk mengadakan webinar dan launching. Lainnya memantau dari jarak jauh (online). Kini, Tim dari BIKA Indonesia masih melanjutkan pendistribusian Buku Seni Menata Cita. Harapannya, BIKA Indonesia akan terus mengembangkan diri dan mengikuti jejak kelompok-kelompok PKM terdahulu yang berhasil berkembang menjadi sebuah UMKM atau bahkan sebuah perusahaan.

Anis Safitri

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2017 @irtifassina

Related Articles

Back to top button
Close
X