Artikel

Dari Sabun Hingga Botol, Ini 5 Ide Bisnis Eco-Friendly

Bisnis yang bersifat eco-friendly atau ramah lingkungan saat ini sudah bukan lagi hal yang ekslusif. Karena siapa saja bisa memulai bisnis tersebut, terlebih dengan adanya produk kredit tanpa agunan atau KTA sebagai modalnya.

Seiring berjalannya waktu, eco-friendly tidak hanya sekedar menjadi istilah atau jargon semata. Banyak perusahaan yang mengimplementasikan ramah lingkungan dalam kegiatan bisnis mereka, mulai dari produk hingga kemasannya.

Cara Menjalankan Bisnis Eco-Friendly 

Setiap pelaku usaha bisa mengimplementasikan eco-friendly dalam aktivitas bisnisnya, termasuk kamu. Selain itu, langkah-langkahnya pun tergolong mudah. Berikut adalah cara-caranya.

  1. Mengimplementasikan Semua yang Kamu Promosikan

Agar tidak menjadi jargon semata, istilah eco-friendly yang kamu promosikan juga harus kamu implementasikan dalam kegiatan usaha. Praktikan nilai-nilai ramah lingkungan tersebut sebagai standar kerja sehari-hari.

Jika diperlukan, pastikan semua divisi perusahaan kamu juga menerapkan konsep go green. Contoh sederhananya seperti mengaplikasikan desain ruangan berventilasi, akses cahaya matahari yang cukup, dan lain-lain.

Meski begitu, kamu juga tetap bisa menjalankan go green agar tetap sejalan dengan bisnismu. Caranya adalah dengan menyesuaikan konsep eco-friendly dengan bisnis yang dijalankan.

2. Membangun Komunikasi dengan Pelanggan

Komunikasikan konsep ramah lingkungan bisnismu kepada pelanggan. Bangunlah komunikasi dengan cara yang jujur, positif dan dua arah. Contohnya bisa melalui media online seperti Facebook, Instagram, website, dan lain-lain.

Membangun komunikasi juga bisa melalui hari-hari besar yang relevan. Contoh hari besar yang bisa kamu pilih seperti Hari Lingkungan, Hari Bumi, dan lain-lain.

Ajak juga pelanggan untuk ikut berpartisipasi, contohnya membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon, dan sebagainya.

3. Bermitra dengan Perusahaan yang Sejalan

Setelah sepakat untuk menjalankan konsep go green, untuk kedepannya kamu tidak boleh sembarangan saat bermitra dengan perusahaan lain. Kamu harus bijak memilih perusahaan yang akan dijadikan mitra usaha.

Pastikan mitra bisnis kamu juga memiliki filosofi yang sama dan sejalan dengan konsep yang kamu jalankan. Jika kamu memilih bermitra dengan bisnis yang tidak sejalan, maka akan sulit mengampanyekan eco-friendly secara optimal.

4. Mengelola Bahan Baku Sebaik Mungkin

Bahan baku sangat penting dalam mengaplikasikan konsep eco-friendly. Selain pada produk, kemasan yang kamu gunakan pun harus ditentukan sebijak mungkin.

Kamu bisa memulai dengan mengurangi penggunaan plastik. Selain itu juga bisa mengurangi penggunaan kertas dengan cara menekan promosi yang bersifat fisik seperti penyebaran brosur.

5 Ide Bisnis Eco-Friendly yang Menguntungkan

Tertarik untuk menjalankan bisnis dengan konsep eco-friendly? Berikut kami punya beberapa rekomendasi bisnis yang bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan.

  1. Produk Pembersih

Seperti yang kamu ketahui, produk pembersih, seperti sabun yang ada di pasaran umumnya terbuat dari bahan kimia. Bahan-bahan tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan sehingga berefek negatif pada kesehatan.

Kamu bisa mengenalkan produk pembersih yang ramah lingkungan buatan sendiri. Contohnya seperti hand sanitizer yang terbuat dari air, cuka, jus lemon dan soda kue.

2. Produk Handmade (DIY)

Untuk yang memiliki kreativitas tertentu, kini kamu bisa memanfaatkan keahlian tersebut untuk mencoba ide bisnis baru yang bersifat eco-friendly. Bisnis handmade atu DIY ini bisa kamu jalankan dengan modal yang kecil.

Contoh-contoh produk handmade yang go green saat ini cukup banyak. Produk yang bisa coba kamu jual mulai dari lilin berukir, sabun organik handmade, aksesoris, kotak tisu, dan sejenisnya.

3. Produk Kosmetik Organik

Saat ini, green cosmetics atau kosmetik organik mulai diperkenalkan ke berbagai kalangan. Bahkan banyak influencer kecantikan ternama merekomendasikannya melalui akun media sosial mereka masing-masing.

Selain wanita, saat ini penggunaan kosmetik juga umum digunakan oleh kaum pria. Dengan adanya produk kosmetik organik, setiap orang bisa lebih nyaman dan aman saat menggunakan produk kecantikan.

Bahan baku kosmetik organik biasanya berasal dari sumber daya terbarukan. Selain itu, produknya pun rata-rata menggunakan formulasi dengan bahan yang ramah lingkungan.

4. Bisnis Pertanian Organik

Microgreen dan juga pertanian organik saat ini menjadi bisnis skala kecil yang potensial. Contohnya seperti menanam tanaman organik dalam pot dengan menggunakan sistem hidroponik maupun tradisional.

Contoh produk dari bisnis microgreen ini yaitu seperti sayuran muda yang bisa dimakan dengan batangnya, contoh seperti bayam dan kangkung. Ciri-ciri lain yaitu jenis sayuran yang siklus tumbuhnya bisa dipanen sekitar 7 hingga 12 hari.

5. Menjual Produk Tanpa Menyisakan Limbah

Saat ini rasa-rasanya kebanyakan produk yang ada di pasaran belum bebas dari yang namanya sisa limbah. Kebanyakan produk di pasaran setidaknya menyisakan limbah plastik yang mencemari lingkungan.

Kamu bisa mengurangi sisa limbah produk yang dijual dengan beberapa solusi. Contohnya seperti sedotan stainless steel sebagai pengganti sedotan plastik, dan solusi lain yang relevan dengan bisnis yang kamu jalankan.

digibank KTA: Solusi Pinjaman Modal Bisnis Eco-Friendly

KTA bisa menjadi solusi modal usaha yang ingin kamu jalankan. Apa itu kredit tanpa agunan? KTA adalah pinjaman yang tidak memerlukan jaminan atau agunan sehingga proses pengajuannya mudah dan tidak ribet. 

DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan digibank sebagai digital banking terbaik. digibank KTA adalah produk kredit tanpa agunan dari digibank by DBS. 

Produk ini memiliki banyak kelebihan, seperti proses pengajuan bisa secara online, approval cepat hanya dalam waktu 60 detik dari Aplikasi digibank by DBS, pencairan dana langsung ke rekening digibank kamu hingga Rp80.000.000, bebas mengatur jumlah pinjaman, cicilan hingga 36 bulan, tidak perlu dokumen fisik dan persyaratan yang mudah.

Syaratnya adalah berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya atau Semarang. Selain itu juga harus menyiapkan e-KTP, NPWP, penghasilan minimum Rp5.000.000 dan memiliki kredit di bank lain dengan limit minimum Rp10.000.000.

Tertarik untuk mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan untuk  memulai bisnis? Ajukan di digibank KTA sekarang! 

Baca Juga  Tips dan Trik Memilih Web Hosting yang Tepat

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
X