Mahasiswa BangetPojok #UNYuTips

Ingin S2? Tanyakan Dulu 4 Hal Ini ke Diri Sendiri

Hidup ini penuh dengan pilihan, maka beranilah memilih.

Sejak ingin masuk S-1, Sobat UNYu tentu dihadapkan berbagai pilihan universitas dan program studi dengan keunggulannya masing-masing. Lalu, kalian berani memilih satu program studi di sebuah universitas. Langkah yang kalian ambil tentu memiliki risiko. Namun, kalian akhirnya bisa menemukan gairah dan semangat belajar di program studi yang Sobat UNYu pilih sekarang. Kalian sungguh hebat!

Jika setelah S-1 Sobat UNYu ingin melanjutkan studi lanjut S-2, pertimbangan apa yang cocok untuk memperkuat keinginan tersebut? Anyway, tulisan ini tidak bertujuan untuk mengecoh mimpi kalian. Tulisan ini lebih kepada refleksi penulis sebagai mahasiswa S-2. Harapannya, tulisan ini bisa jadi tambahan referensi bagi Sobat UNYu yang ingin studi lanjut S-2. Jadi, sebelum memutuskan lanjut S-2, silakan tanyakan 4 hal ini ke diri sendiri.

  1. Siapkah menjalani rutinitas kuliah lagi dengan tugas yang lebih padat?

Sumber: pixabay.com

Kehidupan anak kuliahan S-1 dan S-2 hampir tak berbeda jauh, yaitu sama-sama berkutat dengan rutinitas dan tugas. Memang, jumlah SKS S-2 lebih sedikit daripada S-1. Akan tetapi, jangan tanya bagaimana frekuensi tugasnya. Hampir mayoritas tugas di S-2 UNY berbentuk artikel ilmiah. Karena dosen-dosen yang terlalu baik, hampir di tiap mata kuliah menerapkan tugas akhir semester berupa artikel ilmiah. Tentunya, masih ada juga tugas presentasi, makalah, dan tugas kelompok.

Baca Juga  Hai MABA UNYu?? Ini Loh Tipe-tipe Kakak Tingkat Kalian

Mengapa mahasiswa S-2 selalu didorong untuk menelurkan artikel ilmiah? Karena syarat kelulusan S-2 (khususnya di UNY) harus menerbitkan artikel ilmiah di jurnal minimal bersinta 2/jurnal internasional. Jadi, tuntutan dari dosen-dosen tadi sebenarnya sangat membawa manfaat. Mahasiswa jadi punya dorongan untuk menerbitkan artikel sebanyak mungkin.

  1. Siapkah memprioritaskan pendidikan dan mengesampingkan hal percintaan?

Sumber: https://www.instagram.com/p/Cd-csXVP0Wt/

Boleh setuju atau tidak, tapi penulis merasakan jika mayoritas mahasiswa S-2 akan mengutamakan pendidikannya terlebih dulu. Tugas makalah, tugas buat buku, publikasi artikel, belum lagi berorganisasi atau yang nyambi kerja. Lalu, masih ada rencana karier selepas lulus yang mesti dirancang dari sekarang. Biasanya, hal tersebut membuat mahasiswa S-2 kurang waktu untuk memikirkan hal terkait percintaan. Meski begitu, ada pula mahasiswa S-2 yang memutuskan menikah di tengah studi S-2 nya. Itu artinya, masih ada mahasiswa S-2 yang tetap memprioritaskan percintaan di tengah studinya. Semua memang kembali ke prioritas dan preferensi masing-masing.

  1. Siapkah dengan atmosfer belajar yang baru?

Sumber: pixabay.com

Jika saat S-1 dulu, mahasiswa masih sering diberi banyak penjelasan oleh dosen. Kalau S-2, mahasiswa mesti legowo ketika kelas tiba-tiba kosong dan dosen memberi tugas mandiri/mencari referensi mandiri. Jika seperti ini, mahasiswa harus benar-benar memanfaatkan perpustakaan atau digital library untuk mencari referensi. Jika kesulitan, jangan pernah sungkan bertanya pada dosen secara langsung atau di grup WhatsApp. Tantangannya yaitu saat kuliah masih berjalan online sehingga akses ke perpustakaan kampus dibatasi. Oleh sebab itu, berbagai sumber referensi belajar harus diketahui dan dikuasai oleh mahasiswa S-2. Diskusi antarteman juga sangat membantu ketika kesulitan pada materi kuliah belum teratasi dengan baik.

  1. Siapkah jika kelak menjadi lulusan magister?

Sumber: pixabay.com

Biasanya, masyarakat kita punya pandangan lain terhadap mahasiswa S-1. Apalagi kepada mahasiswa /alumnus S-2, masyarakat sekitar pasti memandang lebih. Lebih dari sekadar gelar, alumnus magister sudah selayaknya memegang tanggung jawab lebih besar. Baik dari keilmuan dan attitude, alumni magister diharapkan punya skor baik untuk kedua hal itu. Jadi, jangan terlalu bangga ketika jadi mahasiswa S-2. Justru gelar magister yang akan didapat kelak adalah gelar yang harus dipertanggungjawabkan dengan realisasi pola pikir dan perilaku yang berbanding lurus.

Baca Juga  3 Hal Sederhana yang Membuat Liburan Semestermu Jadi Nggak Tenang

Itulah 4 poin yang perlu Sobat UNYu tanyakan ke diri sendiri sebelum mantap lanjut S-2. Semoga 4 poin di atas bisa membuat kalian lebih yakin dalam menentukan pilihan. Yang pasti, kalian berhak bermimpi setinggi apapun, entah dari jenis kelamin apapun dan dari keluarga mana pun. Jangan lupa juga, selalu libatkan Tuhan di setiap langkah. Semangat!

Anis Safitri

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY @irtifassina

Related Articles

Back to top button
X