Pojok #UNYu

Workshop VS Seminar, Sama atau Berbeda? Berikut Penjelasannya!

Istilah workshop maupun seminar pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, tak terkecuali bagi para mahasiswa. Pada kehidupan di perkuliahan, kita akan sering mendengar dan melihat istilah ini dalam kegiatan sehari hari. Namun, masih banyak diantara kita yang belum mengetahui persis apa sebenarnya perbedaan dari kedua istilah ini. Banyak yang mengangap bahwa workshop dan seminar memiliki arti dan kegiatan sama di dalamnya.

foto : www.bankersadda.com

Padahal, kedua istilah ini memiliki arti dan tujuan yang berbeda, meskipun jika dilihat sekilas memiliki kegiatan yang sama. Lalu, apa saja perbedaannya? Simak penjelasan berikut!

  1. Workshop

            Workshop berasal dari 2 kata bahasa ingris yaitu  yakni work (yang mempunyai makna kerja atau pekerjaan) dan shop (yang berarti tempat menjualkan sesuatu). Workshop bisa diartikan menjadi tempat berkumpulnya beberapa pelaksana kegiatan (terkait dengan sektor dunia kerja) khusus yang mana dalam tempat ini, beberapa pelaksana mengerjakan hubungan saling jual ide yang di peruntukkan untuk memecahkan persoalan.Workshop adalah sebuah kegiatan yang didalamnya ditujukan untuk sama sama mencari sebuah solusi dan menanggapi suatu masalah secara bersama sama. Pemateri dan para peserta didalamnya akan memiliki komunikasi dua arah yang memiliki tujuan yang sama, menyamakan persepsi, mengkaji nya, dan akan memiliki solusi yang sama. Peserta juga nantinya dalam kegiatan ini memiliki andil dalam materi yang sudah disampaikan, yaitu tentunya melaksanakan praktik atas apa yang sudah disampaikan oleh para pemateri. Materi yang dibahas dalam workshop ini lebih bersifat ilmiah. Para peserta dalam workshop ini umumnya adalah merupakan orang-orang yang sudah masuk dalam lingkup ilmu yang disampaikan. Durasi dalam workshop ini bisa dibilang cukup lama, bisa 2-4 hari. Contoh workshop adalah workhop pengembangan kurikulum, workshop penulisan jurnal ilmiah, dan masih banyak lainnya. Bisa disimpulkan bahwa workshop adalah sebuah aktivitas yang sengaja di selenggarakan sebagai tempat berkumpulnya beberapa orang yang datang dari latar belakang yang sama untuk memecahkan suatu topik dengan jalan berdialog atau sama-sama memberi opini antar satu anggota dengan anggota yang lain.

  1. Seminar
Baca Juga  Tips Untuk Mahasiswa Yang Banyak Ikuti Organisasi

          Secara etimologis, kata seminar berawal dari bahasa Latin “seminarium” yang berarti “tanah tempat menananam benih”. Tetapi sudah pasti kata itu tidak di artikan secara harfiah, tetapi lebih ke wujud edukasi akademik yang dikerjakan oleh satu Kampus atau organisasi. Seminar memiliki beberapa perbedaan dengan workshop. Jika pada workshop disini pemateri dan para peserta akan banyak berargumen dan saling berkomunikasi untuk menemukan sebuah solusi dan persepsi yang sama, maka dalam seminar ini didalamnya para peserta lebi fokus memperhatikan pemaparan dari pemateri mengenai suatu topik yang sudah menjadi tema dalam acara tersebut. Seminar diadakan dengan tujuan untuk menanamkan ide atau pengetahuan baru kepada para peserta seminar. Kegiatan seminar biasanya akan dipandu oleh moderator dalam pelaksanaannya. Dalam kegiatan seminar inibiasanya pesertanya terdiri dari kalangan umum atau orang awam. Durasi acara didalamnya juga cukup singkat yakni hanya 2-3 jam sesuai dengan bobot materi yang disampaikan. Pada intinya tujuan aktivitas seminar untuk mengemukakan sebuah opini atau hal baru ke beberapa peserta. Dengan demikian, beberapa peserta seminar memperoleh info baru yang bisa di kembangkan jadi suatu hal yang lebih luas ke persoalan publik.

Baca Juga  Hal-Hal Yang Hanya Dirasakan Mahasiswa Rantau

            Peranan seminar pada umumnya sebagai alat untuk mengemukakan info atau gagasan baru yang memiliki sifat ilmiah ke publik. Dengan demikian, beberapa peserta bisa manfaatkan info itu untuk mengakhiri persoalan yang ada. Pada seminar biasanya di akhiri dengan sebuah rangkuman kesimpulan dan jalan keluar pada masalah yang dikaji. Jalan keluar itu bisa di terapkan oleh beberapa peserta seminar dalam kehidupannya, baik langsung atau tidak langsung. Beberapa peserta seminar umumnya akan memperoleh sertifikat, yaitu sebuah bukti jika mereka sudah mempunyai ilmu dan pengetahuan baru di bidang khusus. Sertifikat itu menjadi tambahan bukti kompetensi seseorang, baik di dunia kerja atau profesional.

Elza Dian Siswanto

Accounting 2018 Yogyakarta State University

Related Articles

Back to top button
X