Asal Usul Perayaan Imlek Masa Kini | UNY COMMUNITY
Saturday , 16 February 2019
Home / Artikel / Asal Usul Perayaan Imlek Masa Kini

Asal Usul Perayaan Imlek Masa Kini

Tahun baru Imlek sering juga disebut dengan nama tahun baru Lunar atau Festival Musim Semi. Perayaan ini sudah berlangsung selama lebih dari 3.500 tahun dan masih berlangsung hingga kini. Karena itu, tak heran jika tradisi perayaan tahun baru Imlek jadi sesuatu yang penting dalam tradisi orang Tionghoa.

Legenda Asal Usul Imlek

Sebagaimana kebanyakan adat istiadat yang diwariskan turun temurun, tahun baru Imlek memiliki legenda asal usul Imlek yang menarik untuk diketahui. Legenda semacam ini biasanya memang tidak diketahui dari mana asalnya, dan tidak dapat dibuktikan juga kebenarannya. Namun bagaimanapun tetap menarik untuk diketahui.

Salah satu legenda asal usul Imlek yang banyak diketahui adalah cerita mengenai hewan buas dan raksasa yang disebut Nian. Nian disebut – sebut sebagai sosok pemangsa segala. Termasuk ternak, hasil panen, dan bahkan manusia.

Dalam beberapa legenda, Nian digambarkan sebagai sosok hewan besar dengan kepala menyerupai kepala singa, dan badan yang menyerupai kerbau. Dalam bahasa Mandarin, nama Nian juga dapat dilafalkan sebagai “tahun”.

Uniknya, sosok Nian ini hanya datang pada saat malam tahun baru saja. Karena itu, setiap tahun baru warga desa selalu dihantui ketakutan akan kedatangan sosok Nian. Sehingga, setiap malam pergantian tahun, orang – orang dewa meletakkan makanan untuk Nian di depan pintu rumah sebagai sesajen sehingga nantinya Nian tidak mengganggu ternak, hasil tani, dan juga tidak memangsa mereka.

Kemudian, dalam ceritanya dikatakan bahwa ada seorang kakek tua bijaksana yang datang ke desa dan memberitahu warga bahwa Nian takut pada suara keras dan warna merah. Berdasarkan informasi ini, setiap malam pergantian tahun warga pun memasan lampion merah dan juga kertas berwarna merah di pintu dan jendela rumah mereka untuk menakuti Nian.

Selain itu, warga desa juga membakar bambu dan menggunakannya untuk menakut – nakuti Nian supaya pergi. Seiring perkembangan zaman, saat ini suara bambu yang dibakar pun digantikan oleh suara petasan dan ledakan kembang api.

Perkembangan Tradisi Imlek dari Masa ke Masa

Tradisi Imlek memang bukan hal baru dalam kebudayaan Tionghoa. Sampai saat ini, perayaan tahun baru Imlek telah berlangsung selama lebih dari 3.500 tahun. Dan dalam masa itu, tentu saja budaya tersebut juga turut mengalami perkembangan.

Dinasti Shang (1600 – 1046 Sebelum Masehi)

Awal mula tahun baru Imlek dilaksanakan tidak diketahui secara pasti. Namun, banyak teori dan kepercayaan menyatakan bahwa tahun baru Imlek sudah mulai ada sejak masa DInasti Shang yang berlangsung antara 1600 hingga 1046 sebelum Masehi.

Baca Juga  Jam Tangan : Petunjuk Waktu Sekaligus Perhiasan Tangan

Pada masa itu, perayaan tahun baru Imlek dilakukan sebagai upacara persembahan dan penghormatan pada dewa dan leluhur yang dilaksanakan setiap awal atau akhir tahun.

Dinasti Zhou (1046 – 256 Sebelum Masehi)

Istilah Nian yang berarti “Tahun” pertama kali muncul pada masa Dinasti Zhou. Yaitu pada kisaran tahun 1046 hingga 256 sebelum Masehi.

Pada masa ini, upacara persembahan kepada dewa – dewi dan alam sudah menjadi suatu ritual yang rutin dilakukan. Orang – orang percaya bahwa ritual ini wajib dilaksanakan agar bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah setelah pergantian tahun.

Dinasti Han (202 Sebelum Masehi hingga 220 Sesudah Masehi)

Penentuan tanggal perayaan tahun baru pertama kali dilakukan pada masa Dinasti Han. Dinasti yang berkuasa sejak 202 Sebelum Masehi hingga 220 Masehi ini menentukan bahwa perayaan tahun baru dilaksanakan pada hari pertama di bulan pertama kalender Lunar.

Sejak masa ini, kegiatan perayaan tahun baru Imlek menjadi semakin populer. Suara retakan bambu yang dibakar mulai digunakan sebagai salah satu cara untuk memeriahkan perayaan tahun baru Imlek.

Dinasti Wei dan Jin (220 – 420 Masehi)

Pada masa Dinasti Wei dan Jin memimpin, yaitu sejak tahun 220 hingga 420 Masehi, perayaan tahun baru Imlek juga semakin mengalami perkembangan.

Sebelumnya, perayaan tahun baru Imlek hanya bertujuan sebagai wujud penyembahan kepada para Dewa dan leluhur. Di masa ini, perayaan tahun baru Imlek juga mulai dimeriahkan dengan berbagai sajian hiburan.

Perayaan tahun baru Imlek mulai diisi dengan kebiasaan – kebiasaan baru seperti berkumpul bersama keluarga, membersihkan rumah, makan malam bersama, begadang sepanjang malam pergantian tahun, dan sebagainya. Perayaan Imlek juga mulai terbuka dan dapat dinikmati orang masyarakat umum juga.

Dinasti Tang hingga Qing (618 – 1911 M)

Di masa pemerintahan Dinasti Tang, Dinasti Song, dan Dinasti Qing, kemakmuran ekonomi dan budaya turut mempengaruhi perkembangan perayaan Imlek yang kemudian juga dikenal sebagai Festival Musim Semi.

Secara umum, perayaan tahun baru Imlek pada masa ini tidak terlalu jauh berbeda dengan perayaan tahun baru Imlek di era modern. Masyarakat Tionghoa mengisi hari raya Imlek ini dengan menyalakan petasan, saling berkunjung ke kerabat atau teman, serta makan pangsit bersama.

Baca Juga  Tips Berhemat Pengeluaran Menjelang Tanggal Tua

Kegiatan yang bersifat hiburan juga semakin tumbuh dengan baik. Atraksi tari barongsai dan naga menjadi atraksi yang ditunggu dan ciri khas dari istiadat masyarakat Tionghoa hingga saat ini. Selain itu, pertunjukan lampion juga menjadi pemandangan yang menarik untuk disaksikan.

Di era Dinasti Tang hingga Dinasti Qing ini, makna perayaan tahun baru Imlek yang semula merupakan peristiwa religious mulai bergeser menjadi festival yang menghibur dan momen untuk saling berkunjung kepada kerabat dan sahabat dekat.

Perayaan Imlek Masa Kini

Perayaan imlek di era Dinasti Tang hingga Dinasti Qing menjadi salah satu asal usul Imlek era modern yang paling berpengaruh. Meskipun begitu, pada masa ini, makna dan kegiatan yang dilakukan selama imlek juga semakin kasual dan semakin banyak pula tren – tren baru untuk mengisi tahun baru Imlek.

Kemajuan teknologi memungkinkan tahun baru Imlek tetap dapat dirayakan tanpa harus bertemu muka atau berada di satu lokasi yang sama. Di Tiongkok misalnya, salah satu jaringan televise kabel di sana menayangkan acara Imlek menjadi salah satu programnya, sehingga orang – orang bisa merayakan suasana Imlek dengan menyaksikannya dari rumah.

Selain itu, muncul pula tren diskon Imlek yang memicu orang – orang untuk mencari barang favorit melalui marketplace atau toko online pada saat hari raya tahun baru Imlek. Ucapan selamat pun bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan mengandalkan aplikasi chatting atau dengan melakukan videocall dengan kerabat yang berbeda lokasi.

Beberapa orang juga menggunakan waktu libur Imlek dengan berwisata ke luar negeri, atau dengan hal – hal lainnya. Berbagai kebiasaan baru ini menjadikan perayaan tahun baru Imlek jadi semakin unik dan juga menarik untuk diamati.

Itulah asal usul Imlek mulai dari mitos dan legendanya, hingga bagaimana perayaan tahun baru Imlek mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.

Apakah Anda punya pengalaman Imlek yang menarik? Atau bagaimana Anda dan keluarga melewatkan malam tahun baru atau merayakan tahun baru Imlek? Tuliskan pengalaman Anda di kolom komentar ya.

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

Jurusan Kuliah IPS, Prospek Kerja Bagus

Dalam memilih jurusan kuliah memang tidak boleh asal-asalan agar dapat memberikan peluang besar untuk pekerjaan …

X