JogjakuKulinerWisata

Catat ! Gelaran Pekan Budaya Tionghoa 2020, Merawat Tradisi  dan Toleransi hingga Pertunjukan Wayang Potehi.

Ni Hao !

Gelaran Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa tahun ini memang telah dirayakan pada tanggal 25 Januari lalu. Namun, semarak dan kehangatannya masih bisa dirasakan melalui rangkaian acara musiman Pekan Budaya Tionghoa di Kampung Pecinan Ketandan Yogyakarta. Tahun ini, Pekan Budaya Tionghoa bertajuk “The cultural colors of wonderful Indonesia “. Shio tikus logam yang menaungi tahun ini menjadi kian semarak dengan adanya berbagai acara di Kampung Ketandan. Mulai dari tari-tarian, Lomba Bahasa Mandarin hingga yang tak kalah prestisius adalah Pemilihan Koko dan  Cici  tahun 2020.

foto : ig @pekanbudayationghoayogyakarta

Ingin merasakan keseruan lainnya ? Yuk simak liputan berikut ini !

  1. Catat ! Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2020 berlangsung hingga kapan ?

Serangkaian kegiatan seremonial Pekan Budaya ini bisa kamu nikmati mulai dari 2-8 Februari 2020 mulai pukul 17.00 WIB. Jangan lupa untuk mengecek agenda kegiatan perhari. Untuk menuju lokasi kamu hanya perlu menuju arah Malioboro lalu mengikuti arahan petugas parkir yang biasa berdiri di depan gapura Kampung Ketandan. Untuk kamu yang berasal dari luar kota bisa menggunakan aplikasi google maps dengan menuliskan alamat Jl. Ketandan Kulon, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta.

foto : ig @pekanbudayationghoayogyakarta

Berdasarkan hasil pantauan kami, pada Rabu malam (5/2) antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga terdapat beberapa sudut yang sesak lautan manusia Namun meskipun begitu, kondisi tetap bisa kondusif dan jangan lupa stay safe ya !

  1. Ada Rangkaian Kegiatan apa saja Yang Tersedia ?
foto : ig @pekanbudayationghoayogyakarta

Salah satu daya tarik utama di pekan budaya ini adalah beragam jajanan dan kuliner. Kapan lagi berwisata kuliner yang lengkap? Mulai dari makanan khas etnis Tionghoa seperti Kue Keranjang, Lontong Cap Gomeh hingga makanan-makanan kekinian seperti Boba bahkan makanan ala Korea, Jepang serta makanan India. Berdasarkan pantauan kami di lapangan, aneka jajanan ini disajikan ala street food yang memenuhi ruas-ruas jalan di Kampung Ketandan. Masyarakat Jogja mulai dari mahasiswa hingga keluarga terlihat banyak memadati area Kampung Ketandan bahkan terlihat  turis asing beberapa kali. Wah, terlihat begitu semarak bukan ?

  1. Makanan Legendaris, “Yamie Ketandan” perutmu siap dimanjakan !

Sebagian orang yang sudah mengenal  Pecinan  Jogja pasti akan merekomendasikan salah satu kuliner terbaik dikawasan ini, yaitu Yamie Ketandan. Yamie yang gurih dengan topping khas oriental berupa pangsit rebus, bakso goreng, hingga jamur ini  menarik untuk dicicipi.

Baca Juga  Museum Kayu Wanagama, Keunikan Museum di Tengah Hutan

Kesan yang didapat pada saat kami mampir ke kedai ini ialah, yamie yang lembut serta kedai yang penuh dekorasi ala vintage menyegarkan mata bagi para historian dan pemburu foto. Dari hasil wawancara, makanan yang disediakan di kedai ini halal sehingga aman bagi para pengunjung Muslim. Untuk varian menunya terdiri dari Yamie Pangsit, Yamie Bakso,Yamie Komplit hingga Yamie Super Komplit. Menu yamie dibanderol mulai dari harga 20 ribu rupiah.

foto : ig @petualangantanseng

Bagi kamu yang penasaran bisa intip –intip potretnya di akun official @yammie_ketandan. Jika hendak berkunjung silahkan mampir di Jalan Ketandan Wetan no 14, Ngupasan, Gondomanan Kota Yogyakarta.

  1. Ada Pertunjukan musik dan Banyak Acara Seru di Panggung Utama  !

Tidak hanya suguhan kuliner yang memanjakan mata, beragam atraksi dan penampilan menarik siap mengantarmu pada atmosfer pecinan yang khas. Mulai dari penampilan lagu-lagu tradisional Tionghoa, kesenian tari, drama dari anak-anak sekolah dasar, hip hop dance dan yang tak boleh ketinggalan atraksi liong hingga Naga Barongsai. Bahkan tema wonderful Indonesia juga dipercantik dengan soundtrack berbahasa Mandarin yang terdengar dari perekam suara wuhuu totalitas ya.

foto : ig @pekanbudayationghoayogyakarta

Sebagai catatan tambahan , di lapangan area panggung utama ini  terpisah dari area kuliner namun tetap dilengkapi dengan stan bazar untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Termasuk tersedia juga mushola untuk menunaikan solat magrib.

  1. Suguhan Wayang Potehi, Pertunjukan Tradisional nan Menarik yang Jarang ditemui !

Tidak bisa dipungkiri, tradisi masyarakat Tionghoa membawa warna tersendiri pada perjalanan bangsa Indonesia. Melalui persenyawaan unsur budaya Tionghoa dengan karakter budaya lokal salah satunya melahirkan Wayang Potehi.

Baca Juga  Menikmati Senja Di Embung Tambakboyo

Wayang ini ialah wayang dalam seni pertunjukan boneka berbentuk kantong dari kain dengan kostum khas Negeri Tirai Bambu. Wayang Potehi menjadi salah satu pertunjukan yang paling dinanti saat perayaan Imlek tiba, tidak terkecuali di Pecinan Ketandan.

doc unycommunity.com

Melalui kamera, kami mencoba mengambil gambar pertunjukan wayang potehi  Pekan Budaya  di sudut dekat Hotel Melia. Lenggak-lenggok boneka wayang yang muncul dari panggung dengan bilik kecil berwarna merah menyala menambah semarak suasana. Apalagi sesekali terdengar dagelan-dagelan yang membuat tertawa berpadu bunyi simbal cina. Kehadiran wayang potehi menjadi warna khusus di tengah riuh dan hiruk-pikuk lautan manusia yang berjubel disana.

  1. Mencoba Melihat Peruntungan hingga Merasakan Atmosfer Rumah Oriental milik Kapiten Tan Djin Sing

Aha! Kamu pasti pernah mendengar mengenai fengshui atau shio bukan? Nah di acara  pekan budaya ada lho pojok-pojok yang menyediakan jasa pembacaan kartu hingga konsultasi bersama ahli. Salah satunya yang berhasil ditemui kami ialah Suhu Mo untuk fengshui dan sketsa wajah serta Suhu Moli untuk cerita mengenai gambaran keberuntungan di masa depan. Disana, pengunjung dapat ikut serta mencoba berkonsultasi atau sekadar berkunjung melihat-lihat rumah peninggalan Kapiten Tan Djin Sing seorang Tionghoa terkemuka asal Ketandan.

doc unycommunity.com

Rumah bergaya khas oriental ini terpajang beraneka potret sang pemilik rumah beserta keluarganya bahkan ada juga koleksi baju peranakan hingga ranjang milik keluarga tersebut. Untuk sampai dilokasi, silahkan masuk melalui gerbang utama hingga mencapai perempatan pertama lalu belok kanan sebelah kedai makan Buto.

Tentrem Restu Werdhani

Belajar menulis untuk mengisi apa yang belum diketahui . Bisa diikuti potret kegiatannya di instagram @pramudhiyawardhani .

Related Articles

Back to top button
Close
X