Sastra | UNY COMMUNITY - Part 3
Home / Sastra (page 3)

Sastra

Menjinjing Takdir

Harusnya kuyakinkan diri seribu kali lebih aktif bahwa Kau telah mengemas takdir dalam lauh mahfuzh. Sempurna. Tak punya cacat di satu tanda baca pun. Aku saja yang mengabai. Aku saja yang tak pandai meneliti ada abjad apa yang kurang titik dan koma. 70-461 exam Malah mengurusi hal-hal yang tidak patut …

Read More »

Puisi : BERJUANG  

Berjuang itu bukan hanya pemanis di bibir, tetapi bergerak mewujudkan impian. berjuang itu bukan berpangku tangan, apalagi menjadi seorang anak yang pupuk bawang. Berjuang itu seperti halnya harapan, dalam meraihnya banyak peluh yang harus dicurahkan. Berjuang itu saat kamu meraih impian, yang terkadang membuat malammu lebih banyak bunga tidur yang …

Read More »

Dariku yang Penuh DoA

Kali ini lupakan dulu menyoal rima, diksi, atau segala pelengkap sastra. Aku ingin bicara tanpa kalimat-kalimat mutiara. Biarkan aku menjabar windows key kita layaknya puzzle yang sudah tergenapkan oleh keping terakhirnya. source: www.fasihrdn.tumblr.com or tweet me @fasihdn Boleh kumulai dari bagaimana aku rela menjatuhkan diri untuk bangkit bersamamu? Kita berangkat dari dua sudut yang berlawanan, …

Read More »

Cerpen – Sebait Cerita tentang Telaga

Sekretariat hening. Reni dan Ical masih berdiri di masing-masing kubu. Mereka seperti baru usai bersitegang ketika aku datang. Anak-anak lain hanya terdiam seolah habis menonton drama di depan mata kepala. “Ada apa ini?” tanyaku pada salah seorang junior. “Itu mas, anu..itu..mbak Reni sama mas Ical tukaran lagi.” ia yang kutanya …

Read More »

Puisi – Kutulis dalam Doa

Kiranya kau bertanya mengapa selalu kuselipkan kata “doa” dalam baris yang berlapis-lapis? EX200 exam more quotes www.fasihrr.tumblr.com   Aku tak bisa menemui diri menepi Lenovo IdeaPad V570 AC Adapter dalam sunyi, kecuali hening menghantarku pada lantunan rindu. Ia berirama merdu, suaranya tak memecah telinga tapi mengaung ke seluruh jiwa. Bahkan …

Read More »

Jaga Kita Sampai Nanti, Sampai Mati

Jadi, 200-355 examaku hanya perlu bukti bahwa kau tetap di sini, menetap di hati. Sampai segalanya Tuhan sendiri yang menghabisi. Sebab kita sudah membuat janji, tak ‘kan pernah saling melepaskan genggam kecuali Tuhan sendiri yang menginginkannya. Kalau ada ketakutan dalam hatiku, mengintip melalui celah-celah masa lampau. Kau tahu, Sayang? Hanya sebab …

Read More »

Kunamai Kau Dengan Rindu

Satu. Rindu. Cuma itu. Kamu pun tak perlu tahu seberapa sering aku menyimpan rindu untukmu dan aku mulai gelisah karena itu. Bagiku ini hanya soal waktu yang belum berpihak padaku. Belum saatnya membagi resah berdua denganmu. Tak perlu risaukan aku, ini memang hanya soal rindu. Satu. Rindu. Dan terus saja …

Read More »

Puisi – Kenangan Masa Putih Abu-Abu

Rembulan tengelam Berganti mentari bersinar Hari baru telah datang menjemput Secerah mentari,semanis embun pagi ,kusambut Kulangkahkan kaki kesekolah Sebuah angkasa luas Dimana jiwa mengepak bebas Hati lepas menembus batas Bawalah imajinasi terbang Bawalah angan melayang Untuk terus bermimpi layaklah sang pemimpi Jajaran pohon menyambut kedatanganku Dingin terasa dikalau hujan tak …

Read More »