Sastra | UNY COMMUNITY - Part 3
Monday , 24 June 2019
Home / Sastra (page 3)

Sastra

Cinta, Apakah Jodoh?

Aku berebut udara dengan malam. Semakin tinggi bulan merambat, makin tebuka lebar bola mataku yang hitam pekat. Napasku hidup dalam hening. Ia tidak, sama sekali tidak suka bising. Lalu menularkannya dalam bentuk kecintaanku 300-206 exam pada hampa. Keramaian yang paling pas untuk kusapa hanyalah seraut wajah angin kosong dalam senja. …

Read More »

Puisi : Untuk Senja

Aku sempat sesumbar padanya, “Jangan memaksaku untuk mencintai apalagi membenci sesuka hati, atau aku akan memilih pergi. Aku tak ingin menjadi rakus atas dirimu. Aku pun tak ingin tandus untuk menumbuhkan biji-biji pengorbananmu. Sungguh.” Lalu kau tahu apa katanya? Tak ada. Kau tahu bahwa aku selalu merindu, menunggu, dan melepasmu …

Read More »

Menjinjing Takdir

Harusnya kuyakinkan diri seribu kali lebih aktif bahwa Kau telah mengemas takdir dalam lauh mahfuzh. Sempurna. Tak punya cacat di satu tanda baca pun. Aku saja yang mengabai. Aku saja yang tak pandai meneliti ada abjad apa yang kurang titik dan koma. 70-461 exam Malah mengurusi hal-hal yang tidak patut …

Read More »

Puisi : BERJUANG  

Berjuang itu bukan hanya pemanis di bibir, tetapi bergerak mewujudkan impian. berjuang itu bukan berpangku tangan, apalagi menjadi seorang anak yang pupuk bawang. Berjuang itu seperti halnya harapan, dalam meraihnya banyak peluh yang harus dicurahkan. Berjuang itu saat kamu meraih impian, yang terkadang membuat malammu lebih banyak bunga tidur yang …

Read More »

Dariku yang Penuh DoA

Kali ini lupakan dulu menyoal rima, diksi, atau segala pelengkap sastra. Aku ingin bicara tanpa kalimat-kalimat mutiara. Biarkan aku menjabar windows key kita layaknya puzzle yang sudah tergenapkan oleh keping terakhirnya. source: www.fasihrdn.tumblr.com or tweet me @fasihdn Boleh kumulai dari bagaimana aku rela menjatuhkan diri untuk bangkit bersamamu? Kita berangkat dari dua sudut yang berlawanan, …

Read More »

Cerpen – Sebait Cerita tentang Telaga

Sekretariat hening. Reni dan Ical masih berdiri di masing-masing kubu. Mereka seperti baru usai bersitegang ketika aku datang. Anak-anak lain hanya terdiam seolah habis menonton drama di depan mata kepala. “Ada apa ini?” tanyaku pada salah seorang junior. “Itu mas, anu..itu..mbak Reni sama mas Ical tukaran lagi.” ia yang kutanya …

Read More »

Puisi – Kutulis dalam Doa

Kiranya kau bertanya mengapa selalu kuselipkan kata “doa” dalam baris yang berlapis-lapis? EX200 exam more quotes www.fasihrr.tumblr.com   Aku tak bisa menemui diri menepi Lenovo IdeaPad V570 AC Adapter dalam sunyi, kecuali hening menghantarku pada lantunan rindu. Ia berirama merdu, suaranya tak memecah telinga tapi mengaung ke seluruh jiwa. Bahkan …

Read More »

Jaga Kita Sampai Nanti, Sampai Mati

Jadi, 200-355 examaku hanya perlu bukti bahwa kau tetap di sini, menetap di hati. Sampai segalanya Tuhan sendiri yang menghabisi. Sebab kita sudah membuat janji, tak ‘kan pernah saling melepaskan genggam kecuali Tuhan sendiri yang menginginkannya. Kalau ada ketakutan dalam hatiku, mengintip melalui celah-celah masa lampau. Kau tahu, Sayang? Hanya sebab …

Read More »
X