Artikel

Gejala dan Pengobatan Atresia Esofagus

Artikel Kesehatan, setiap orangtua tentunya mengharapkan anak yang dikandungnya akan dilahirkan secara sempurna. Namun, takdir berkata lain, si anak yang dilahirkan tersebut terlahir cacat karena kelainan. Banyak jenis kelainan yang sering dialami oleh bayi, salah satunya adalah Atresia Esofagus. Apa itu Atresia Esofagus? Atresia Esofagus ini merupakan kondisi cacat lahir pada bayi saat bagian kerongkongan (esofagus) bayi tidak berkembang secara sempurna karena ada bagian kerongkongan yang hilang. Esofagus/kerongkongan sendiri merupakan sebuah tabung atau saluran yang berfungsi sebagai penghubung antara mulut dan perut untuk mengalirkan makanan. 

Jadi, Esofagus ini merupakan sebuah kondisi yang membuat bagian atas kerongkongan tidak terhubung dengan baik ke bagian bawah kerongkongan hingga lambung. Sehingga bayi yang mengalami Atresia Esofagus ini memiliki dua bagian kerongkongan yang terpisah (tidak saling terhubung), yakni kerongkongan bawah dan atas. 

Penyebab Atresia Esofagus

Hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan penyebab terjadinya Atresia Esofagus secara pasti. Namun, diyakini bahwa kelainan genetik merupakan penyebab terjadinya Atresia Esofagus ini. Bukan hanya itu, faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi terjadinya kelainan pada bayi ini. 

Gejala Atresia Esofagus

Berikut ini gejala umum Atresia Esofagus yang sering terjadi :

  • Bayi mengalami kesulian bernapas
  • Bayi sering batuk/tersedak saat menyusu
  • Ada gelembung putih berbusa yang keluar dari mulut bayi
  • Kulit bayi berwarna biru, terutama ketika sedang menyusu

Pengobatan Atresia Esofagus

Adapun pengobatan/penanganan Atresia Esofagus pada bayi ini adalah dengan cara melakukan tindakan operasi atau pembedahan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menyambung kembali kedua bagian ujung kerongkongan sehingga bayi bisa bernapas dan menyusu dengan lancar. Selain itu, untuk kondisi tertentu, metode operasi serta pemberian obat-obatan pun mungkin diperlukan. Terutama diberikan kepada bayi dengan kondisi saluran kerongkongan yang sangat sempit/kecil sehingga menyulitkan masuknya makanan. Bukan hanya itu, tindakan pembedahan pun bisa dilakukan pada kondisi tertentu. Terutama jika otot-otot kerongkongan tidak berfungsi dengan baik guna memindahkan makanan ke perut. 

Baca Juga  Blibli.Com, Solusi Belanja Online Millenial

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
X