Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Hanya Mahasiswa Pejuang Beasiswa yang Mengerti 5 Hal ini

Setelah menjalaninya, ternyata menjadi mahasiswa itu tidak mudah. Tiap hari diberi asupan gizi berupa tugas, makalah, jurnal, presentasi, dan sebagainya. Selain itu juga harus aktif ikut seminar ini dan itu, kegiatan ini dan itu. Lalu juga ada kewajiban membayar iuran buku, iuran kas, iuran fotokopian, dan iuran lainnya. Belum lagi pas masa-masa pembayaran uang semester juga terkadang tersendat-sendat karena uang dari orang tua juga belum genap. Hal ini lah yang melatarbelakangi mahasiswa untuk berlomba-lomba mencari beasiswa, sebut saja ‘pejuang beasiswa’. Alasan utamanya ya untuk meringankan beban orang tua dari segi ekonomi. Namun mendapat beasiswa itu juga tidak mudah, penuh perjuangan. Sehingga, [mungkin] hanya mahasiswa pejuang beasiswa yang mengerti akan hal ini.

1. Rajin mencari info beasiswa, tapi…

cara-mendapatkan-informasi-beasiswa-s2
pic : indbeasiswa.com

Tiap menit atau tiap jam udah rajin cek di google tentang informasi beasiswa. Di kampus juga aktif mengelilingi gedung atau rajin nonton mading yang tertempel, siapa tahu ada informasi beasiswa. Tapi setelah melakukan hal tersebut ternyata hasilnya nihil. Sudah tanya ke bagian kemahasiswaan pun juga katanya belum ada informasi beasiswa. Tapi tiba-tiba perasaan api berkobar-kobar muncul dalam hatimu saat ada temanmu yang menanyakan “Eh daftar beasiswa X, nggak? Deadline-nya 2 hari lagi lho”. Ya ampun disitu kamu pasti merasa sedih. Perasaan kemarin-kemarin udah aktif mencari informasi, tapi pas tiba-tiba tahu dari teman bahwa ada beasiswa dimana deadline pendaftarannya itu tinggal sebentar lagi, akhirnya mengurungkan niat untuk mendaftar beasiswa. Karena waktu yang mepet seperti itu tidak memungkinkan untuk mengurus berkas-berkas.

Baca Juga  PMB UNY 2018

2. Udah daftar beasiswa berkali-kali, tapi tetap ditolak

Maaf anda ditolak

Sedih banget ya. Kalau udah capek-capek ngurusin berkas, fotokopi ini dan itu, udah ngumpulin berkas ke Rektorat, terus masih nungguin hasilnya juga yang lama, ehhh tapi pas pengumuman keluar nama kita nggak tercantum pada daftar penerima beasiswa. Sediiiih banget. Soalnya udah berkali-kali daftar. Kadang berfikir, apa berkas yang dikirim kurang meyakinkan? Atau ada berkas yang kurang? Atau dikira berkas yang dikumpul adalah berkas palsu? Tapi kan kita udah mengumpulkan sejujur-jujurnya huhuhu. Sedih banget ditolak terus.

baca juga : Alumni Geografi UNY Raih Beasiswa Ke Amerika Serikat

3. Terkadang iri dengan teman yang menerima beasiswa

5442482_20140122033050
pic : kaskus.co.id

Mendaftar beasiswa itu kan nggak mudah. Karena perlu mengumpulkan berkas-berkas, apalagi syaratnya juga semakin diperketat. Misalnya dicari mahasiswa yang IPK nya tinggi, aktif organisasi, punya sertifikat lomba, dan lain-lain. Misalnya kamu ngebet banget pengen dapat beasiswa, karena dirasa kamu layak. IPK mu oke, aktif organisasi iya, sertifikat lomba punya, dan persyaratan lainnya. Tapi pas ada temanmu yang dirasa dia itu IPKnya ternyata rendah, di kampus juga nggak aktif, terus dia dapat beasiswa? Apa disitu kamu nggak iri? Huhuhu. Rasanya kok masih nggak beres dalam tahap seleksi beasiswa itu. Ya udah lah, mau gimana lagi? Kalau pas udah tahap ini biasanya udah pasrah.

4. Kata orang tuamu, “Ya udah lah.”

berawan ya-udah-lah-mau-gimana-lagi-nx2341
berawan.com

Karena kamu juga sudah usaha mendaftar beasiswa, mengurus berkas dari RT, RW, Kelurahan, dan sebagainya, orang tua mu juga membantu kamu dalam mencari surat-surat seperti itu. Tapi kalau emang nggak dapet yaudah. Biasanya orang tua tidak mengharap terlalu muluk, yang penting besok kalau saatnya membayar uang semester ada uangnya. Terkadang orang tua juga jenuh mendengar laporanmu yang ternyata juga nggak lolos seleksi beasiswa.

5. Akhirnya, kamu pun juga lelah sendiri

DP-BBM-lelah
pic : manuaisescolares.net

Iya sadar, kamu itu pejuang beasiswa. Terus berusaha buat dapat beasiswa. Tapi terkadang mengurus berkas itu juga cukup bikin lelah. Ditambah lagi pengumuman yang tidak sesuai keinginan. Disitu biasanya kamu akan mentok alias sudah berada pada jalan buntu. Sudah lelah dan nggak berminat mendaftar beasiswa lagi. Akhirnya untuk mencukupi kebutuhan ekonomimu, biasanya sambil beralih ke pekerjaan ringan-ringan. Misalnya sambil jualan pulsa, jualan makanan dititipin di kantin, bantuin temen di online shop, yah terkadang uang yang kamu dapat ini cukup berharga, untuk membalas kekesalanmu karena perjuanganmu mencari beasiswa memang belum dijawab Tuhan. Huhu sediiih.

Jadi pesannya, untuk teman-teman yang sudah mendapat beasiswa, tolong dengan sangat dimanfaatkan baik-baik ya beasiswa yang udah kalian dapat. Rajin-rajin kuliah dan lakukan tindakan yang baik bahwa kamu itu memang layak mendapat beasiswa. Karena beasiswa bukan untuk jajan semata. Di luar sana, banyak teman-teman yang masih berjuang untuk mendapatkan beasiswa.

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X