Karena Hidup adalah Sastra, Masuk Jurusan Sastra Bisa Menghidupi Hidup | UNY COMMUNITY
Home / Pojok #UNYu / Karena Hidup adalah Sastra, Masuk Jurusan Sastra Bisa Menghidupi Hidup

Karena Hidup adalah Sastra, Masuk Jurusan Sastra Bisa Menghidupi Hidup

Masuk Jurusan Sastra? Galau? Baper? Mau jadi apa? Mungkin ada segelintir bahkan banyak orang yang bertanya mengapa ada orang yang memilih jurusan sastra? Hey, jangan salah sastra merupakan salah satu jurusan yang “prestigious” loh. Banyak orang yang menjemput kesuksesannya dengan masuk jurusan ini. Mau tahu?

Inilah beberapa prospek karir setelah kamu lulus kuliah di jurusan sastra.

  1. Penulis

Aktivitas menulis sudah barang tentu akrab dikenal oleh kalangan mahasiswa. Menulis bisa menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan dan menginspirasi orang lain. Menulis juga sering diakrabkan dengan aktivitas membaca. Tentu saja, bagaimana kita bisa menulis jika tidak banyak membaca.

pic : kompasiana.com

Nah, lewat sastra kamu bisa membaca banyak karya yang tersusun apik oleh masing-masing penulis. Tentu pengalaman membaca masing-masing orang berbeda-beda. Gaya pengarangnya pun juga ikut andil dalam mempercantik suatu karya. Kamu bisa menyeleksi karya mana yang menurutmu kamu banget. Tidak semata-mata karena keindahan bahasa, suatu karya juga membelajarkan. Beberapa orang pernah berkata bahwa orang yang masuk di jurusan sastra adalah orang yang cenderung galau, baperan, dan sensitif. Tentu kita tidak bisa saklek mengatakan hal demikian, walau mungkin memang ada beberapa yang demikian. Namun kamu juga harus tahu bahwasanya apa yang mereka pelajari memang cenderung belajar tentang wisdom. Jadi akan sangat wajar jika mereka bersikap demikian. Selain itu mereka lebih banyak belajar dengan melibatkan feeling selain knowledge tentu saja.

Baca Juga  Spot Menarik di UNY bagi Pencinta Foto

Nah bagi kamu yang memang sering menulis dan bahkan sudah punya berfolder-folder tumpukan tulisan entah tentang kegalauan kamu dengan mantan, calon gebetan, atau kisah semasa abu-abu, tidak ada salahnya untuk kamu kembangin dan kamu masukin ke beberapa penerbit. Siapa tahu tulisan kamu laku dan kamu bisa hits, serta bermanfaat dan menginspirasi orang lain tentunya. Buat ngeyakinin kamu, kamu tahu Aan Mansyur yang sukses dengan AADC-nya? Nah kamu bisa cek deh, kira-kira dia kuliah di jurusan apa.

  1. Editor
pic : thetaoofmaewest.com

Peluang kerja untuk menjadi seorang editor sangat tinggi pastinya. Banyak karya baik fiksi maupun nonfiksi yang berpotensi untuk disunting oleh ahlinya. Profesi ini bisa mengasah kesensitifan kamu terhadap penggunan tata bahasa yang sesuai dengan suatu karya. Beberapa karya perlu disunting baik dalam teks maupun konteks untuk menunjang maksud dan pesan dari si penulis. Apalagi jika karya tersebut menyangkut tentang dokumen kontrak atau undang-undang misalnya. Maka dari itu, kamu bisa mengamalkan disiplin ilmu sastra kamu di bidang ini. Lebih-lebih jika kamu sudah digaet dan dipercaya oleh suatu perusahaan, kamu bahkan bisa menyunting kehidupanmu saat ini menjadi masa depanmu yang gemilang dengan hasil kerja kerasmu sebagai seorang editor.

  1. Ahli Bahasa
pic : kompasiana.com

Ahli bahasa atau linguist adalah profesi yang sangat bisa mendongkrak karir kamu. Untuk seorang linguist, kepekaan terhadap fenomena kebahasaan sangatlah diperlukan. Sebagai alat komunikasi, bahasa memiliki peran penting terutama bagi kalangan mahasiswa dalam berkomunikasi baik kepada teman, maupun dosen, apalagi dosen pembimbing skripsi atau dosen pembimbing akademik. Nah, sastra akan selalu memberikan konteks dalam pemaknaan suatu fenomena kebahasaan yang kita temui sehari-hari di sekitar kita. Dimana suatu teks tidaklah semata-mata berdiri sendiri. Tentu selalu ada kaitannya dengan teks lain. Nah, seorang ahli bahasa dituntut untuk mampu mengkaji dan menganalisa fenomena tersebut. Masih ingat dengan fenomena Ahok dan Al-Maidah ayat 51? Disinilah peranmu wahai para ahli bahasa untuk mengamalkan ilmumu sehingga bisa berkontribusi untuk kemaslahatan umat.

  1. Penerjemah / Interpreter
pic : oumbsaf.com

Profesi ini banyak diminati oleh kalangan mahasiswa jurusan sastra, terutama sastra asing. Menjadi seorang penerjemah memang tidak mudah, namun kepuasan setelah menerjemahkan suatu karya tidaklah bisa dibayar semata-mata dengan rupiah. Disinilah sastra akan memperluas cakrawala kamu terhadap suatu karya. Sebab kita selalu bisa melihat disiplin ilmu lain lewat suatu jendela bernama sastra. Saat ini banyak karya terjemahan yang diminati baik oleh institusi berbadan hukum maupun perusahaan dan penerbit yang sudah kondang di tanah air. Selain itu, terkadang menjadi seorang penerjemah, kamu tidak harus melangkahkan kaki dan berlelah-lelah menuju tempat kerja. Cukup di depan laptop dengan signal wifi dan bisa sambil ngopi. Hal ini tentu berbeda dengan profesi seorang interpreter, dimana kamu harus charming, punya good public speaking dan PeDe. Dan tentu saja jalan-jalan ke luar negeri secara gretong bisa jadi akan menjadi suatu hal yang biasa bagi kamu bukan lagi kemewahan, jika kamu sudah dipercaya oleh perusahaan ternama. Namun dua-duanya tentu saja bisa kamu pilih sesuai dengan kepribadian dan kemampuan kamu.

Baca Juga  Tempat Tergalau di Kampus UNY

Nah, itulah beberapa keuntungan yang bisa kamu dapetin dengan kuliah di jurusan sastra.  Buat kamu yang mungkin merasa salah jurusan, tidak mengapa,  yang penting tidak salah pilih pasangan eh maksudnya tidak salah prinsip. Memang tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Jadi, kamu jangan galau lagi ya?

About Retna Ikawati

Pengagum Bau Hujan, Se-Bar Nada-Nada dan Aroma Buku Baru

Check Also

Sepenggal Jumpa dengan Pemilik Segudang Ilmu, Pak Tou

Namanya tak terdengar asing di telinga kami. Mendapati sepucuk pesan dari aplikasi sosial media bernama …