Kabar KampusPKM

Mahasiswa UNY berinovasi Ciptakan Alat Pemantau Kondisi Laut dan Angin

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri diri 13.667 pulau, Dari sisi panjang garis pantai, dengan memiliki garis pantai 81.497 Km2, Indonesia bukan hanya menjadi negara yang memiliki garis pantai terpanjang di ASEAN, tetapi juga di dunia, yang menguasai 14% dari garis pantai dunia menyebabkan peran perhubungan laut semakin dominan. Kekayaan alam yang berlimpah dan tersebar dengan tidak merata menyebabkan fungsi sarana transportasi laut menjadi sangat penting.

Banyak pulau-pulau terluar,  43 kabupaten terdepan , dan  kawasan timur di Indonesia yang belum terlayani jaringan transportasi yang cukup baik, hal ini mengakibatkan terhambatnya perkembangan wilayah tersebut sehingga menyebabkan masyarakatnya hidup miskin dan tertinggal dari daerah-daerah lainnya. Untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses terhadap transportasi bagi daerah-daerah tertinggal pemerintah berkewajiban untuk menyediakan sarana dan prasarana keperintisan. Pelayaran perintis dilaksanakan secara terpadu dengan sektor lain berdasarkan pendekatan pembangunan wilayah. Pelayaran perintis di Indonesia yang berjumlah 526 pelabuhan juga bertujuan sebagai unsur perangsang, jasa transportasi laut ditujukan untuk membuka keterisoliran daerah terpencil dan daerah perbatasan yang belum berkembang serta daerah-daerah yang belum memiliki sumberdaya alam yang dapat dikembangkan tetapi memerlukan pelayanan transportasi secara teratur.

Fasilitas pelabuhan perintis yang tidak selengkap pelauhan besar, harus tetap menyediakan fasilitas yang menunjang keselamatan dan keamanan dalam pelayaran. Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran pasal 5 ayat 6 poin e, “Meningkatkan kemampuan dan peranan kepelabuhanan serta keselamatan dan keamanan pelayaran dengan menjamin tersedianya alur pelayaran, kolam pelabuhan, dan Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran yang memadai”. Adanya perbaikan infrastruktur di pelabuhan penting karena pelabuhan merupakan terminal kapal yang akan menuju pelabuhan maupun yang keluar dari suatu daerah, adanya infrastruktur informasi keamanan yang merupakan jaminan keselamatan yang wajib diera ini.

Baca Juga  Garuda UNY Team  Siap Berlaga di Korea Selatan

Dari fakta dilapangan, maka 5 Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Muhammad Mu`tasimbillah Ghozi, Dwiana Rahmawati, Diky Ansor Rosadi, Muhlisin Syafiq Untoro (Pendidikan Teknik Elektro) dan Eva Kurnia Sari (Pendidikan Fisika)  berinovasi untuk menciptakan sistem kendali untuk membantu memonitoring kondisi laut dan angin dipelabuhan. Dengan AMAN KOLAGIN (Alat Pemantau Kondisi Laut dan Angin) Sebagai Acuan Informasi Keamanan Terintegrasi di Pelabuhan dengan Realtime Condition yang dikelola secara digital untuk memberi informasi keamanan terkini dalam kondisi sekitar pelabuhan. Sehingga akan meningkatkan keamanan transportasi laut dan kecelakaan dapat di antisipasi lebih dini. Dan akses terhadap daerah 3T akan lebih aman, akan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat dan tujuan negara dalam mewujudkan transportasi laut Indonesia sebagai poros maritim dunia bisa tercapai.

Cara kerja prototype ini, dengan system terpusat. Ketika system telah diaktivkan, semua sensor akan mengirim  inputan ke mikrokontroler untuk diolah dan ditampilkan dalam bentuk informasi ke LCD. Sensor akan membaca kecepatan angin, tinggi gelombang,  kondisi kolam pelabuhan untuk membantu navigasi kapal oleh kru pelabuhan. Semua system ini terintegrasi dalam satu chip besar sehingga peringatan bahaya langsung di informasikan melalui speaker, dan emergency lamp.

Langkah yang digunakan pertama menganalisa bahan, mengkaji laporan tahunan kementrian dan jurnal, selanjutnya membuat pemrogaman semua sensor, mulai dari sensor jaran, sensor sonar, dan juga anemometer . Masing masing dari progam sensor, selanjutnya di interkoneksikan ke bagian chip utama untuk dioutputkan ke LCD, speaker, dan emergency lamp.

Prototype ini dibuat dengan menggunakan pendekatan ilmiah menyerupai kondisi pelabihan perintis dalam lapangan. Sehingga prototype ini dibuat secara real agar mampu bekerja dengan stabil mulai dari system dan infrastrukturnya. Dimensi prototype ini 90x60x25cm yang didalamnya meliputi interkoneksi sensor, display informasi, speaker, dan emergency lamp untuk peringatan dini.

Baca Juga  Pengumuman Cuti Bersama Idul Fitri 2017 UNY

Keunggulan system ini yaitu realtime, sesuai kondisi lingkungan saat itu dengan pertimbangan berbagai parameter yang diinput dari sensor. Kemudian, adanya sonar waterproof untuk mendeteksi kondisi kolam pelayaran dalam pelabuhan, akan membantu pengelola kapal peritis dalam melakukan navigasi bantuan ke kapal yang akan berlabuh, serta membantu dalam maintenance untuk melakukan pengerukan kolam jalur pelayaran agar tetap aman dilalui kapal.

System ini masih dalam bentuk prototype dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi alat mengingat gencarnya pemerintah dalam modernisasi pelabuhan dnegan system digital / digital port, tidak hanya untuk pelabuhan perintis, namun juga untuk pelabuhan atau dermaga kecil yang berada disungai-sungai. (Muhammad Mu`tasimbillah Ghozi)

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
Close
X