Mahasiswa UNY Menelitian Keanekaragman Lumut Terestrial Di Jalur Pendakian Sapuangin, Gunung Merapi | UNY COMMUNITY
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UNY Menelitian Keanekaragman Lumut Terestrial Di Jalur Pendakian Sapuangin, Gunung Merapi

Mahasiswa UNY Menelitian Keanekaragman Lumut Terestrial Di Jalur Pendakian Sapuangin, Gunung Merapi

Ekosistem Merapi mengalami suksesi Pasca Erupsi Merapi pada tahun 2010. Berbagai macam flora dan fauna yang hidup di kawasan lereng Merapi mati terkena erupsi tersebut. Lumut merupakan salah satu tumbuhan pioneer yang tumbuh ketika awal suksesi pada lahan yang rusak, atau daerah dengan hara yang miskin. Pada umumnya lumut menyukai tempat-tempat yang basah dan lembab di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan berbagai kondisi pertumbuhan. Setelah area ditumbuhi lumut, area tersebut akan menjadi media yang cocok untuk perkecambahan dan pertumbuhan tumbuhan lainnya. Oleh karena itu, keanekaragaman lumut di suatu ekosistem yang terjadi suksesi menjadi indikator keberhasilan suksesi di kawasan tersebut.

Hal tersebut mendorong mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Internasional FMIPA UNY yang terdiri dari Yenni Rizki K.E., Anggun Fitria Agung,Neny Andriani, Putri Elfa Nur Izza dan Theohile Nyonsaba melakukan Penelitian mengeanai keanekaragman lumut terestrial di jalur pendakian Sapuangin, Klaten 20-21/11/17.

Baca Juga  Garuda UNY TEAM Uji Coba Garuda Hybrid (GH) 16

Jalur Pendakian Sapuangin merupakan jalur pendakian gunung Merapi yang terletak di Dukuh Pajegan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, kabupaten Klaten. Jalur pendakian ini semulanya ditutup pasca erupsi Merapi 2010 akan tetapi dibuka kembali pada Mei 2017.Kondisi lingkungan di jalur pendakian sapu angin cukup dingin dan lembab sehingga menunjang kehidupan lumut untuk dapat berkembang di daerah tersebut . Pasca pembukaan kembali jalur pendakian sapuangin, belum terdapat penelitian mengenai keanekaragaman lumut di kawasan tersebut. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi dasar mengenai keanekaragaman lumut di kawasan Jalur pendakian Sapuangin.

Putri menerangkan bahwa jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang ditemukan di sepanjang jalan yang mudah dilalui, terutama pada daerah plot pengamatan. Penelitian dilakukan pada tanggal 20-21/11/17 di kawasan jalur pendakian Sapuangin dimulai dari PAL 1 hingga PAL 15. Pengambilan data dilakukan setiap pagi hari pukul 06:30-14:00 WIB dengan mengamati lumut pada tanah, batang kayu yang sudah lapuk dan batu. Yenni menambahkan bahwa terdapat beberapa faktor klimatik dan edafik yang mempengaruhi kehidupan lumut di kawasan jalur pendakian Sapuangin. Diantaranya yaitu temperatur, suhu, kelembapan udara, kelembapan tanah, intensitas cahaya, pH tanah dan kelembapan tanah.

Baca Juga  Selamat! Mahasiswi UNY Juara 1 Sunsilk Hijab Hunt 2017

Pada penelitian tersebut teridentifikasi 12 jenis lumut di zona terestrial tanah, batuan, dan kayu lapuk yang terdiri dari lumut sejati dan lumut hati namun tidak dijumpai lumut tanduk, selain itu juga ditemukan 6 jenis lumut kerak (lichenes). Jenis lumut yang teridentifikasi yaitu Syrrhopodon sp., Chiloscyphus semiteres,  Marchantia polymorpha, Acroporium stramineum, Ceratodon purpureus, Thuidium tamariscinum, Antitrichia curtipendula, Polytrichum sp., Plagiochila asplenioides, Aulacomnium palustre, Fissidens pusillus, dan Leucobryum sp.. Lumut kerak yang ditemukan yaitu Usnea cornuta, Pertusaria corallina, Hypotrachyna afrorevoluta, Bunodophoron melanocarpum, Cladonia bellidiflora, dan Parmotrema perlatum.

“Terdapat beberapa jenis lumut yang belum teridentifikasi karena keterbatasan sumber identifikasi, namun kami ini akan segera mencari solusi dan mengidentifikasi lumut-lumut yang belum teridentifikasi tersebut”, ujar Yenni. (Anggun Fitria)

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

Puisi ; Rindu Kampus UNY

  Suatu hari, pasti akan ada rindu. Pada tiap sudut tempatnya beserta kenangan masa lalu. …