Jogjaku

Mengulik Potensi Perkampungan Padat Penduduk di Kota Yogyakarta

Yogyakarta merupakan sebuah wilayah yang bisa disebut sebagai Kota Pelajar, Kota Budaya, dan Kota Pariwisata. Kota ini memiliki banyak daerah-daerah yang memiliki potensi tersendiri, salah satunya ada di perkampungan Balirejo, perkampungan ini tepatnya berada di kelurahan Muja-Muju kecamatan Umbulharjo provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak 0.3 km dari kantor Balai Kota Yogyakarta dan 5 km dari Kantor Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak Balirejo tergolong sangat strategis karena berdekatan dengan objek wisata, Mall dan juga Universitas ternama yang ada di kota Yogyakarta.

Potensi yang ada di sini juga sangat beragam, mulai dari tempat yang strategis, sumber daya alam yang melimpah, tradisi kebudayaan Jawa yang masih melekat, dan juga keakraban warga Balirejo. Di perkampungan ini terdapat sungai yang memiliki potensi yang bermanfaat untuk warga sekitar, sungai ini bisa dimanfaatkan untuk memancing/mencari ikan atau hanya sekedar mencuci barang. Di sekitar Sungai Gajah Wong juga terdapat taman yang biasanya digunakan warga untuk berkumpul bersama, taman ini bernama Taman Gajah Wong Asri di sini juga banyak fasilitas umum dan mainan anak-anak yang biasanya digunakan bermain pada saat sore hari. Tidak hanya anka-anak, banyak orang dewasa yang menghabiskan waktu di taman ini untuk sekedar jalan-jalan dan melihat keadaan sekitar saat menjelang matahari terbenam.

Baca Juga  Pantai Butuh, Secuil Eksotisme Bumi Handayani

Tidak hanya itu potensi yang ada di daerah ini, tepat di pinggir sungai yang berdekatan dengan rumah warga terdapat lahan sempit yang dimanfaatkan warga untuk menanam tanaman menggunakan pot dan polybag, warga sekitar sudah mulai menanam buah-buahan seperti strawberry dan juga tanaman hias atau tanaman buah lainnya. Ada warga yang memanfaatkan budidaya strawberry ini untuk menambah pendapatan, mereka menjual bibit dan hasil buahnya. Warga sekitar juga memanfaatkan hasil budidaya strawberry untuk dijadikan makanan khas yaitu Dodol Strawberry.

Masih di daerah Sungai Gajah Wong, di sini terdapat pelestarian kebudayaan berupa “Larung Kali” kebudayaan ini berupa acara untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Larung Kali memiliki arti yaitu “Larung” adalah membiarkan hanyut; menghanyutka sedangkan “Kali” diambil dari Bahasa Jawa yang berarti sungai, sehingga Larung Kali merupakan  kegiatan untuk melestarikan budaya dalam memanfaatkan potensi desa, dengan tradisi menghanyutkan hasil bumi, salah satu tujuannya untuk keselamatan desa dari mara bahaya agar aman, tentram, dan sejahtera. Dengan adanya pelestarian kebudayaan ini diharapkan warga sekitar saling gotong royong dan menambah persaudaraan satu sama lain.

Baca Juga  Menikmati Indahnya Alam Puncak kosakora

Di sini juga terdapat jalur sepeda yang disuguhi pemandangan harmoni kota Yogyakarta dengan lima jalur sepeda wisata. Jalur ini disiapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, hal ini dilakukan untuk menyediakan masyarakat yang hobi bersepeda sambil wisata, jalur ini bertema Romansa Kota Lawas yang dimulai dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta di Kotabaru lalu Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sajiono, Jalan Juandi, Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Kusumanegara menuju kawasan Kotagede, dan terakhir di Bendung Lepen Giwangan. Di Balirejo sendiri, jalur Romansa Kota Lawas ini melewati pinggiran Sungai Gajah Wong yang disuguhi pemandangan sungai dan juga budidaya tanaman di pinggiran rumah warga, para pesepeda juga bisa menikmati Taman Gajah Wong, mereka juga bisa membeli dagangan warga yang berjualan disekitar sana.

Nah, itu saja yang saya ketahui dari perkampungan Balirejo Yogyakarta. Mungkin teman-teman bisa mengunjungi daerah sini untuk merasakan sensasi belajar sambil berwisata, dan jangan lupa untuk melestarikan kebudayaan di setiap daerah masing-masing, agar anak cucu kita bisa merasakannya di masa yang akan datang.

Silvia Adisty

Mahasiswi PLS UNY 2020

Related Articles

Back to top button
X