Pojok #UNYu

Pak Dal :  Bintang Kecil   dan Terangnya Bukti  Dedikasi

Bintang kecil ,dilangit yang tinggi “

“Amat banyak , menghias angkasa”

“Aku ingin …”         

“Terbang dan menari “

“Jauh tinggi ke tempat kau berada …”

Pada banyak pintalan kenangan masa,lagu tersebut  mashyur kita nyanyikan manakala duduk di bangku taman kanak-kanak. Bahkan ,terkadang saya rindu bisa bebas menyanyikan lagu tersebut alih-alih hanya bersenandung. Liriknya yang sederhana namun dikemas dengan metafora yang imajinatif ,sukses membuat takluk banyak pikiran masa kanak-kanak ketika menuruti rasa ingin tahu apa saja bentuk ciptaan Tuhan di jagat angkasa dan alam raya tempat kita bertumbuh merunut episode-episode masa.

Dibalik itu , ada sosok yang berjasa besar mengantarkan kita  semua belajar musik menggunakan “scafolding” , sebuah alat bantu pendidikan anak menggunakan pendekatan lagu . Beliau ialah R.G.J Daldjono Hadisudibjo , atau akrab disapa Pak Dal .Seorang pencipta lagu ,komponis serta seorang pendidik. Dalam catatan Historia.id ,Pak Dal tercatat lahir di Playen Gunungkidul Yogyakarta pada 11 Juli 1909 merunut pendapat K.Usman dalam Komponis Indonesia yang kita kenal. Sedangkan pada sumber tertulis lain berupa catatan wikipedia ,tertulis beliau lahir 21 Januari 1912 di  tetangga kota Gudeg , Surakarta.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dekat Dengan Prodi Baru Statistika UNY

Pak Dal tercatat pernah menempuh pendidikan keguruan atau pada jaman Hindia Belanda dekade 1928 dinamakan Kweekscholl ,tepatnya di Muntilan Jawa Tengah. Pada masa itu beliau sudah mulai aktif berkecimpung pada dunia musik melalui kelompok koor di gerejanya .  Masih menurut catatan Historia.id , Pak Dal kemudian mendapat dorongan dari gurunya ,Pater J Awiek S.J untuk terus belajar dan mengakrabi dunia permusikan . Lantas setelah lulus , Pak Dal kemudian mengajar musik di sekolah-sekolah dasar . Beliau memperkenalkan notasi balok kepada siswanya dengan cara yang mudah dan sederhana . Tak heran ,Pak Dal menjadi salah satu guru yang juga dikenang oleh banyak siswa-siswinya

Bintang kecil menjadi salah satu ‘masterpiece’ yang beliau ciptakan. Hal ini berkat semangat belajar beliau yang tidak pernah padam . Pak Dal tidak henti-hentinya memperdalam teori musik demi penyempurnaan lagu anak-anak . Salah satu inovasi yang beliau lakukan ialah seraya mengajar siswa-siswa di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) –setara SMA di Yogyakarta.Melalui  proses panjang suatu bentuk pendidikan ,Pak Dal berpegang teguh pada semangat  berupa “Sederhana ,lincah dan gembira” sebagai cara utama menciptakan lagu anak-anak yang ia tularkan dan sampaikan kepada banyak khalayak.

Baca Juga  Pesan Untuk Adikku, Mahasiswa Baru UNY 2016

Di masa kini , lagu anak-anak bisa dibilang banyak yang kehilangan panggungnya. Namun ,bukan berarti ini adalah halangan bagi Ayah dan Bunda tidak bisa melakukan pendidikan informal dalam keluarga berbentuk musik yang sesuai usia dan perkembangan anak . Ayah –Bunda dapat merefleksikan kembali lagu –lagu anak yang cocok dengan usia putra-putrinya ,salah satunya melalui lagu-lagu buah karya Pak Dal.

Dengan kembali mengingat semangat Pak Dal mari kita mengheningkan cipta sebentar untuk beliau. Pak Dal dengan dedikasi dan semangatnya yang luar biasa umpama “bintang “ seperti dalam lagu ciptaannya .  Tidak ada salahnya kembali memutar musik-musik dan lagu hasil karya beliau beserta lagu anak yang lain sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak sekaligus wujud penghormatan kepada beliau.

Akhir kata ,

Selamat Hari Anak Nasional ! Anak Terlindungi Indonesia Maju !

  • Tulisan ini dibuat sebagai Program Kerja Daring Berbentuk Edukasi untuk Peringatan Hari Anak  sebagai wujud Kuliah Kerja Nyata dan Praktek Kependidikan Terintegrasi UNY 2020 ,Wilayah Domisili Kab.Kebumen oleh Tentrem Restu Werdhani PLS 2017 .

 

Tentrem Restu Werdhani

Alam Terkembang Djadi Guru 🌻 Bisa diikuti potret kegiatannya di @pramudhiyawardhani

Related Articles

Back to top button
Close
X