Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Perilaku Mahasiswa yang Sulit Untuk Dimaafkan

 

Katanya mahasiswa itu agen perubahan? Katanya mahasiswa itu mengemban pengabdian terhadap masyarakat? Katanya mahasiswa itu makhluk yang dewasa? Namun bagaimana pun mahasiswa itu juga manusia yang tak lepas dari kesalahan kan? Karena mahasiswa yang dewasa mampu menyadari kesalahannya dan mau meminta maaf. Dan sebaiknya dimaafkan oleh orang yang bersangkutan juga. Tapi ada pula perilaku mahasiswa yang ternyata sulit untuk dimaafkan. Apa saja itu?

1. Mahasiswa yang suka TA = Titip Absen

Jalani Kuliah Secara Maksimal

Ada nggak diantara teman kalian yang suka TA? Apalagi kalau jam perkuliahan masuk pagi? Terus alasan TA-nya itu nggak masuk akal. Ya kesiangan bangunnya, ya mager (males gerak), belum mengerjakan tugas. Pokoknya alasannya itu nggak masuk di akal. Dan itu terjadi hingga menjadi sebuah keseringan yang nggak wajar. TA itu perilaku yang enggak baik buat mahasiswa. Jadi kalau nggak terdesak banget jangan TA dan buat kalian yang dimintain TA juga jangan mudah percaya dengan alasan yang nggak masuk akal gitu. Mau jadi apa entar kalau sering titip absen gitu?

2. Suka meminjam tugas milik teman

Don_t-Copy-Paste
pic : rumahilmu.hol.es

Perilaku yang satu ini juga sulit dimaafkan. Misalnya kamu mendapatkan tugas yang cukup sulit dari dosen. And then, kamu udah berjuang mati-matian tuh untuk menyelesaikan tugas itu. Terus tiba-tiba ada temanmu yang meminta bantuanmu. Katanya mau lihat gimana hasil pekerjaanmu, cuma lihat aja, nggak nyontek, katanya sih gitu. Akhirnya kamu percaya-percaya aja karena dia temanmu. Eh tapi nggak disangka beberapa minggu kemudian kamu dan si temanmu itu dipanggil ke ruang dosen karena tugas kalian sama. Jadi si temanmu itu copas (copy paste) pekerjaanmu. Nyebelin banget kan kayak gitu? Alhasil kamu pun juga dapat nilai jelek. So, perilaku suka meminjam pekerjaan teman apalagi meng-copas, itu merupakan perilaku yang sulit banget dimaafkan.

3. Dapat beasiswa sih, tapi…[1]

Siapa coba mahasiswa yang nggak mau dapet beasiswa? Apalagi dibekali dengan nilai akademik yang bagus dan keaktifan di organisasi merupakan langkah mudah untuk mendapatkan beasiswa. Proses mendapatkan beasiswa itu juga panjang. Terkadang juga perlu disurvey. Alhasil tidak boleh menggunakan data palsu. Tapi jujur saja, ada nggak diantara teman kalian yang dapat beasiswa namun ternyata dia orang yang cukup berada? Bisa dilihat kan dari fashion-nya sehari-hari, apa dan bagaimana postingan yang ada di sosial medianya, dan lain-lain. Dan secara gamblang temanmu yang dapet beasiswa itu bilang “alhamdulillah banget dapet beasiswa, bisa buat jajan”. Ngeselin kan? Padahal kita saja yang sudah mendaftar beasiswa berkali-kali tapi belum lolos juga. Kan sediiiiih. Iya sih ada pepatah “don’t judge a book by it’s cover”, kita tidak boleh melihat orang dari luarnya saja. Tapi gimana ya, kadang bikin iri juga. Kita doakan saja buat teman-teman kita yang sebenarnya orang mampu namun mendapatkan beasiswa, semoga mampu melepaskan beasiswa itu dan diberikan kepada mahasiswa yang berhak menerimanya. Daripada digunakan untuk jajan, ya kan?

Baca Juga  Kamu Yang Pernah Naksir Kakak Angkatan Pasti Merasakan 7 Hal Ini. Ayo Ngaku!

 

4. Dapet beasiswa sih, tapi….[2]

Selain itu, bukannya mendapatkan beasiswa itu juga harus diimbangi dengan perilaku sehari-hari yang baik dan nilai yang terus meningkat kan? Namun bagaimana jika ada teman kalian yang ternyata dia itu orangnya suka terlambat masuk kelas, sering tidak mengerjakan tugas, alhasil indeks prestasinya kurang memuaskan, ehhhh ternyata dia dapat beasiswa. Kurang sebel apa coba? Dan itu juga perbuatan yang cukup sulit dimaafkan kan? Padahal kamu sudah rajin, indeks prestasinya sudah lebih bagus darinya, namun mendaftar beasiswa pun nggak lolos juga. Semoga mahasiswa yang seperti ini juga dapat melepaskan beasiswanya, daripada dihamburkan nggak jelas, apalagi pengabdian terhadap etika kampus dan nilai pun nggak ada. Sulit dimaafkan.

Baca Juga  4 Aksi Anak Kost Yang Egois

Santai aja ya bacanya. Bukan bermaksud menyindir, namun realitanya saja. Paparan di atas sudah banyak terjadi di lingkungan mahasiswa. Harapannya semoga mahasiswa Indonesia lebih rajin datang ke kampus, tidak suka TA, dan semoga beasiswa yang tersedia sekarang mampu disalurkan kepada mahasiswa yang berhak menerima. Hidup Mahasiswa Indonesia!

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X