Proses Integrasi Teknologi Surya dalam Konstruksi
Dalam bidang konstruksi, pemakaian teknologi tenaga surya menjadi salah satu cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi yang ramah lingkungan. Untuk mendapatkan teknologi ini tidak begitu sulit karena banyak distributor panel surya untuk proyek Indonesia yang menyediakannya.
Integrasi teknologi ini dengan konstruksi bangunan bisa memberikan banyak manfaat, seperti mengurangi jejak karbon dan juga menghemat biaya operasional jangka panjang. Untuk yang ingin menggunakan teknologi ini di bidang konstruksi sebaiknya pelajari apa saja teknologi yang digunakan dan bagaimana proses integrasinya dengan membaca ulasan berikut ini.
Teknologi Surya yang Digunakan pada Konstruksi
Ada banyak jenis teknologi surya yang dipakai pada konstruksi, berikut ini beberapa contoh teknologinya.
Kolektor Surya Termal
Kolektor surya merupakan teknologi yang dipakai untuk sistem pemanas air. Kolektor ini terdiri dari komponen yang dapat menyerap panas dari matahari kemudian mentransfernya ke cairan pendingin yang ada di dalam kolektor.
Jenis kolektor yang digunakan pada konstruksi ada dua jenis yaitu kolektor datar yang biasa dipakai di sistem pemanas air dan kolektor vakum tabung yang bisa menyerap panas secara optimal di iklim dingin.
Panel Surya Fotovoltaik (PV)
Panel PV adalah komponen utama yang ada di sistem tenaga surya. Panel yang dipakai di konstruksi ada dua jenis yaitu Monokristalin dan Polikristalin. Monokristalin mempunyai efisiensi yang tinggi, berumur panjang dan cocok sekali digunakan di area terbatas.
Sedangkan untuk panel Polikristalin mempunyai harga yang terjangkau namun tidak terlalu efisien untuk digunakan. Kedua jenis panel ini mudah didapatkan karena sudah tersedia di distributor panel surya untuk proyek Indonesia.
Sistem Penyimpanan Energi
Teknologi surya yang terakhir adalah sistem penyimpanan energi. Sistem ini bisa memastikan ketersediaan energi ketika cuaca buruk atau saat matahari tidak bersinar. Sistem penyimpanan yang digunakan bisa berupa tank penampung air panas atau baterai.
Proses Integrasi Teknologi Surya pada Konstruksi
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan ketika mengintegrasikan teknologi dalam konstruksi, berikut ini tahapan-tahapannya.
Perencanaan dan Desain
Sebelum proses integrasi dimulai, harus dilakukan studi kelayakan serta menganalisis potensi sumber daya matahari yang ada di lokasi proyek. Setelah itu, membuat desain bangunan dengan mempertimbangkan lokasi penempatan panel surya supaya bisa memperoleh paparan sinar matahari secara optimal.
Pemilihan Komponen dan Teknologi
Setelah desain sudah dibuat, kemudian menentukan jenis panel, sistem penyimpanan, kolektor serta alat pendukung lainnya yang akan digunakan. Komponen dan teknologi yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan bangunan dan dana yang dimiliki.
Pemasangan Teknologi
Setelah mendapatkan semua teknologi yang dibutuhkan, kemudian dilakukan pemasangan teknologi. Pemasangan ini harus dilakukan oleh insinyur listrik dan konstruksi agar panel surya yang dipasang bisa terpasang dengan kokoh, aman serta mempunyai sudut kemiringan yang optimal.
Monitoring dan Pengelolaan
Setelah panel surya sudah terpasang, selanjutnya tinggal melakukan monitoring untuk mengukur efisiensi energi dan performa panel surya secara real time. Agar panel bisa bekerja dengan lebih optimal maka perlu menggunakan sistem otomatisasi dan teknologi IoT.
Pemeliharaan Sistem
Agar sistem bisa terus bekerja dengan optimal maka perlu melakukan perawatan rutin. Contohnya adalah memeriksa kabel dan inverter serta melakukan pembersihan panel. Selain itu, perangkat lunak yang digunakan juga harus diperbaharui agar performa sistem tetap terjaga. Kalau ternyata sistem sudah mengalami kerusakan parah dan harus diganti sebaiknya beli sistem atau teknologi yang lebih bagus kualitasnya di distributor panel surya untuk proyek Indonesia.





