PuisiSastra

Puisi – Kutulis dalam Doa

Kiranya kau bertanya mengapa selalu kuselipkan kata “doa” dalam baris yang berlapis-lapis?

EX200 exam

more quotes www.fasihrr.tumblr.com

 

Aku tak bisa menemui diri menepi Lenovo IdeaPad V570 AC Adapter dalam sunyi, kecuali hening menghantarku pada lantunan rindu. Ia berirama merdu, suaranya tak memecah telinga tapi mengaung ke seluruh jiwa. Bahkan jiwamu, barangkali ikut pula merasakannya. Saat aku meminta pekat malam segera memberi damba pada yang haus meronta, mengenang fajar yang lama sudah tak dijumpa. Ada cinta dalam sebingkis doa.

 

follow me @fasihrdn on twitter

Kalau sampai detik ini ternyata bagiku ketidaksempurnaanmu masih jadi sebab sempurnaku, bukan lantas aku bisa memelukmu semauku, bukan berarti kau langsung sah begitu saja menjadi penghuni di hatiku. Tapi hanya dalam doa aku menuliskan segala harap tentang hati yang kadung luka. Hati yang sudah jatuh dari segala arah. Hati yang setia pada bahagia miliknya, lewat air mata yang ditumpahkan pada garis katulistiwa. Menembus cakrawala, membelah laut yang memerah karena bias purnama. Ada bahagia membaur pada tetes air mata, 300-207 examdalam selarik doa.
Dan bagian yang tak bisa kuurai selalu melibatkan Tuhan di dalamnya. Jangan tutup matamu hanya sebab masa lalu yang tak juga kembali ke pelukmu. Membuatmu membenci cinta, apa kau kira hidup hanya sebatas itu saja? Perumpamaan yang pas akulah yang lebih tahu rasanya lara memantik separuh jiwa. Apa tak belajar dari lukaku, mengapa tak mencoba memaafkan dirimu? Mengapa mesti membuka duka baru … peluk saja wanitamu dalam doa. Pelajari kesakitannya agar bisa kau perbaiki retak di dadanya. Kalau memang perlu, aku ikut mendoa untuk kau berdua.
Karena doa tak pernah melihat kepada siapa….
kepada yang mencintainya atau yang melukainya.
Baca Juga  Menjinjing Takdir

Fasih Radiana

Kalimatku sederhana, hanya ingin berbagi cinta lewat sederet kata | Tata Rias UNY 2013 | fasihradiana.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close
X