Fasih Radiana | UNY COMMUNITY
Home / Fasih Radiana

Fasih Radiana

Kalimatku sederhana, hanya ingin berbagi cinta lewat sederet kata | Tata Rias UNY 2013 | fasihradiana.blogspot.com

Ajari Aku Mencintaimu dari Awal

Setelah khianat, kukira pemaafan adalah damai. Kupikir ikhlas bisa begitu mudah datang dengan sendirinya. Ternyata cinta tak bisa kembali sedia kala. Kau telah kehilangan aku, yang mencintaimu sejak tatapan pertama. Nafsu dunia ajarkan sesuatu yang nyata, 300-206 exam sepersekian detik saja hasrat memeluk tubuh, air mata mesti bersiap melepaskan dirinya. …

Read More »

Cinta, Apakah Jodoh?

Aku berebut udara dengan malam. Semakin tinggi bulan merambat, makin tebuka lebar bola mataku yang hitam pekat. Napasku hidup dalam hening. Ia tidak, sama sekali tidak suka bising. Lalu menularkannya dalam bentuk kecintaanku 300-206 exam pada hampa. Keramaian yang paling pas untuk kusapa hanyalah seraut wajah angin kosong dalam senja. …

Read More »

Menjinjing Takdir

Harusnya kuyakinkan diri seribu kali lebih aktif bahwa Kau telah mengemas takdir dalam lauh mahfuzh. Sempurna. Tak punya cacat di satu tanda baca pun. Aku saja yang mengabai. Aku saja yang tak pandai meneliti ada abjad apa yang kurang titik dan koma. 70-461 exam Malah mengurusi hal-hal yang tidak patut …

Read More »

Dariku yang Penuh DoA

Kali ini lupakan dulu menyoal rima, diksi, atau segala pelengkap sastra. Aku ingin bicara tanpa kalimat-kalimat mutiara. Biarkan aku menjabar windows key kita layaknya puzzle yang sudah tergenapkan oleh keping terakhirnya. source: www.fasihrdn.tumblr.com or tweet me @fasihdn Boleh kumulai dari bagaimana aku rela menjatuhkan diri untuk bangkit bersamamu? Kita berangkat dari dua sudut yang berlawanan, …

Read More »

Puisi – Kutulis dalam Doa

Kiranya kau bertanya mengapa selalu kuselipkan kata “doa” dalam baris yang berlapis-lapis? EX200 exam more quotes www.fasihrr.tumblr.com   Aku tak bisa menemui diri menepi Lenovo IdeaPad V570 AC Adapter dalam sunyi, kecuali hening menghantarku pada lantunan rindu. Ia berirama merdu, suaranya tak memecah telinga tapi mengaung ke seluruh jiwa. Bahkan …

Read More »

Jaga Kita Sampai Nanti, Sampai Mati

Jadi, 200-355 examaku hanya perlu bukti bahwa kau tetap di sini, menetap di hati. Sampai segalanya Tuhan sendiri yang menghabisi. Sebab kita sudah membuat janji, tak ‘kan pernah saling melepaskan genggam kecuali Tuhan sendiri yang menginginkannya. Kalau ada ketakutan dalam hatiku, mengintip melalui celah-celah masa lampau. Kau tahu, Sayang? Hanya sebab …

Read More »

Kunamai Kau Dengan Rindu

Satu. Rindu. Cuma itu. Kamu pun tak perlu tahu seberapa sering aku menyimpan rindu untukmu dan aku mulai gelisah karena itu. Bagiku ini hanya soal waktu yang belum berpihak padaku. Belum saatnya membagi resah berdua denganmu. Tak perlu risaukan aku, ini memang hanya soal rindu. Satu. Rindu. Dan terus saja …

Read More »