Puisi : Nyamuk | UNY COMMUNITY
Sunday , 18 November 2018
Home / Puisi / Puisi : Nyamuk

Puisi : Nyamuk

Nyamuk itu kelihatan kelaparan

Mungkin karena sangking laparnya, ia tak sanggup terbang

Tubuhnya terkapar di bawah lampu perempatan

 

Ia mendengung kepada siapa saja yang lewat

“Minta darahnya sedikit tuan, belum minum darah dua hari tuan”

 

Saking lemahnya, dengungan itu tak terdengar lagi di telinga tuan yang lewat.

Entah karena tuli atau pura-pura tak mendengar, tuan itu hanya lewat begitu saja

 

Nyamuk itu terus mendengung,

“Minta darahnya sedikit tuan, belum minum darah dua hari tuan”

 

26/04/2017

Yogyakarta

Baca Juga  Puisi - Kenangan Masa Putih Abu-Abu

About Andan Prayoga

Kutu Buku yang suka makan makanan pedas|

Check Also

Yuk Intip, Gimana Sih Jurusan Teknik Sipil itu?

Banyak orang yang bertanya-tanya mengenai teknik sipil. Termasuk saya pun awalnya bertanya-tanya apa yang dipelajari …