Artikelreview

Berikut Ini Cara Mengitung Taksiran Persalinan (TP)

Kali ini kami akan membahas tentang cara menghitung taksiran persalinan (TP) atau tanggal perkiraan lahir pada wanita dengan siklus menstruasi teratur dan tidak teratur. Tentunya untuk mengetahui usia kehamilan memang sangat penting bagi ibu hamil, dan salah satunya untuk memprediksi perkiraan kapan lahirnya sang buah hati. Selain itu juga, taksiran persalinan juga diperlukan cara hitung ataupun alat untuk mengetahuinya. Pada umumnya kehamilan berlangsung selama 37-42 minggu atau rata-rata 280 hari (40 minggu), dihitung dari hari pertama haid terakhir usai. Pada hari pertama haid terakhir (HPHT) adalah hari pertama siklus haid, dan sementara itu untuk ovulasi terjadi kurang lebih dua minggu setelah masa ini. Sehingga jika pada durasi ini sperma bertemu telur dan terjadi pembuahan, maka saat itulah kehamiulan dimulai. Nah, berikut ini cara menghitung taksiran persalinan (TP) :

  1. Dengan Menggunakan Kalender Kehamilan

Fungsi lain dari kalender kehamilan yaitu untuk mengetahui taksiran persalinan atau HPL (harri perkiraan lahir), anda hanya cukup mengarahkan panah “menstruasi terakhir” dan kemudian dilihat panah lainnya yang berada pada usia kehamilan 40 minggu yang berada tepatt pada tanggal dan bulan apa.

  1. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)
Baca Juga  Perhatikan Beberapa Hal Saat Menentukan Tujuan Travelingmu!

Pada kehamilan dalam istilah trimester 1 merupakan masa kehamilan dengan usia kandungan 0-2 minggu, yang dihitung dari hari pertma haid terakhir. Dengan menggunakan usia kehamilan itu bisa diketahui tanggal taksiran persalinan dengan memakai rumus Naegele, caranya yaitu: Tanggal  HPHT ditambah 7, Bulan dikurang 3, dan tahun ditambah 1.

  1. Contoh perhitungan misalnya tanggal HPHT adalah 1-4- 2017, maka TP nya adalah (1+7=8) / (4-3=1) / (2011+1=2012). Hasilnya menjadi =8-1-2018 (sesuai dengan usia kehamilan 40 minggu). Dan tentukan hari pertama menstruasi terakhir, angka ini dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir (LMP=Last Menstruasi Periode).
  2. Menghitung Usia Kehamilan Gerakan Janin

Perlu diketahui bahwa pada kehamilan pertama gerakan janin mulai terasa setelah kehamilan memsuki usia 18-20 minggu, sedangkan pada kehamilan kedua dan seterunya gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu.

  1. Menghitung Usia Kehamilan Tinggi Puncak Rahim

Pada umumnya, dokter akan meraba puncak rahim (Fundus uteri) yang menonjol di dinding perut dan penghitungan dimulai dari tulang kemaluan. Jika jarak tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, itu berarti usia kehamilan anda sudah mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalam 36 cm, dan ini menunjukkan usia kehamilan sudah mecapai 36 minggu. Selain itu juga, perlu diketahui ukuran maksimal adalah 36 cm dan tidak akan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu.

  1. Mengitung Usia Kehamilan Menggunakan 2 Jari
Baca Juga  Contoh Soal UTUL UGM

Pengukuran dengan menggunakan 2 jari tangan ini hanya bisa dilakukan ibu hamil yang tidak memiliki berat badan yang berlebih, yaitu dengan cara meletakkan 2 jari anda diantara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih dibawah pusar, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

  1. Menghitung Usia Kehamilan Menggunakan Ultrasonografi (USG)

Dengan cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh para dokter kandungan, dan tingkat akurasinya cukup tinggi yaitu sekitar 95%. Dengan menggunakan USG ini maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat denagn jelas melalu “gambar” janin yang muncul pada layar monitor.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menghitung taksiran persalinan. Bagaimana, apakah anda tertarik untuk mencobanya?

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
Close
X