Pojok #UNYu

Bosan Sekolah Daring? 4 Tips dan Trik Belajar Daring Berikut Ini Dapat Membantu menghilangkan Rasa Bosanmu, Loh.

Bagi kalangan siswa dan guru, mendengar kata “Sekolah daring” pasti sudah tidak asing lagi. Hampir setiap hari kita mendengar kata tersebut. Apalagi di situasi seperti sekarang ini, situasi di mana pemerintah sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan “Sekolah daring” melalui berbagai media, baik media cetak, media sosial, atau melalui media massa seperti televisi, radio, dan sebagainya.

Meski kebijakan ini terbilang baru, namun rasanya permasalah-permasalahan terkait kebijakan ini sudah mulai bermunculan. Permasalahan ini tak hanya muncul dari kalangan siswa saja, bagi kalangan guru, kebijakan ini pun cukup membuat pening kepala. Permasalahan ini muncul dari banyak faktor, baik dari dalam diri (internal), maupun dari luar (eksternal). Masalah dari dalam diri bisa berupa rasa bosan, kurang bergairah/semangat, sulit menangkap materi, dan sebagainya. Sementara faktor dari luar, bisa berupa sinyal/jaringan yang kurang mendukung, bising kendaraan saat melaksanakan kelas, listrik yang kadang kala mati, dan lain sebagainya.

Jika merujuk data  kemendikbud tentang tantangan selama pengimplementasian kebijakan belajar daring/belajar dari rumah, permasalahan yang paling sering dijumpai adalah jaringan/sinyal internet. Hampir sebagian besar daerah-daerah mengalami permasalahan ini. Hal ini terjadi karena banyak faktor pula, fasilitas pendukung jaringan yang belum merata, bisa juga karena faktor geografis setiap daerah yang berbeda-berbeda. Misalnya daerah dengan geografis berupa pegunungan, pasti lebih sulit mendapat akses jaringan daripada di daerah rendah atau perkotaan.

Tak hanya itu, meskipun  semua penunjang belajar daring terpenuhi, rupanya tak menjamin pembelajaran daring dapat berjalan dengan baik. Rasa bosan, kurang bergairah, atau mungkin kurang semangat dalam belajar pun rupanya turut mengganggu proses belajar-mengajar.

Berangkat dari permasalahan itu, artikel ini mencoba mencari solusi untuk memecahkan problematika belajar daring, yaitu rasa bosan, kurang bergairah dan rasa-rasa negatif lainnya. Oleh karena itu, artikel ini cocok sekali dibaca oleh siswa, guru maupun orang tua, di mana orang-orang tersebutlah ujung tombak dari pelaksanaan kebijakan belajar dari rumah.

Langsung saja, berikut ini beberapa tips dan trik yang bisa dilaksanakan siswa untuk menghilangkan rasa bosan menghadapi belajar daring.

  1. Pelajari Materi

Loh, untuk apa mempelajari materi sendiri? Toh tujuan belajar kan untuk mempelajari materi bersama? Benar. Kalian memang benar. Tapi itulah sumber masalah dari rasa bosan. Jika kalian merasa materi yang diajarkan terlalu sulit untuk dipelajari, terlalu sulit untuk dipahami, pasti kalian akan langsung merasa bosan. “Ah materinya sulit”, “Materinya terlalu tinggi, dan sebagainya”. Dan anehnya lagi, ketika perasaan-perasaan itu muncul, bukanya langsung bertanya kepada guru, namun malah memilih untuk diam dan menganggap pelajarannya terlalu membosankan. Ya kan?

Berbeda halnya jika anda mempelajari materi sebelum pelajaran itu diajarkan. Kita ambil contoh, misal besok senin kalian akan ada pelajaran bahasa indonesia, materinya berupa teks deskripsi. Nah, kalian pelajari dulu apa itu teks deskripsi, strukturnya bagaimana, kaidah kebahasaannya bagaimana, dan sebagainya. Dari belajar sendiri itu, pasti kalian akan menghadapi kebingungan terhadap materi tersebut, misalnya “apakah dalam teks deskripsi wajib ada kesimpulan?” dan pertanyaan-pertanyaan lainya berkaitan dengan materi tersebut. Ketika kalian merasa bingung dan kurang paham, langsung tulis saja pertanyaan tersebut dalam buku tulis kalian. Kelak, ketika bapak/ibu guru menyampaikan materi, kalian bisa menanyakan hal yang belum paham tersebut. Dengan demikian, kalian akan selangkah lebih maju dibanding teman-teman.

  1. Sarapan yang cukup
Baca Juga  Mengapa Seorang Aktivis Kampus Layak menjadi Pelabuhan Hati Terakhir.

Ini merupakan faktor penunjang yang penting. Namun, perlu digarisbawahi kata “Cukup”. Sarapan yang cukup adalah ketika selesai sarapan, kita tidak merasa ngantuk. Jika kalian sarapan teralalu banyak, kalian akan merasa ngantuk, pun sebaliknya, jika sarapan kalian terlalu sedikit, pun akan merasa ngantuk.

Oleh sebab itu, sarapanlah yang cukup. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Tujuannya adalah agar tidak muncul rasa ngantuk saat pembelajaran berlangsung.

  1. Hindari Kebisingan

Rasa bosan bisa juga muncul dari faktor luar, salah satunya ialah faktor lingkungan. Ketika lingkungan kalian bising, otomatis penyampaian materi dari guru tidak maksimal. Dengan demikian, kalian akan merasa sulit atau kesusahan menagkap ilmu yang disampaikan.

Maka dari itu, penting untuk mencari tempat yang kiranya jauh dari gangguan suara bising motor dan sebagainya. Jika lingkungan mendukung dan kondusif, maka ilmu yang disampaikan akan terserap secara maksimal.

  1. Berikan Antusias

Pasti banyak dari kalian yang merasa kurang antusias ketika belajar daring berlangsung. Benar kan?

Kurangnya rasa antusias ini bisa muncul karena kalian merasa “sudah bisa” terhadap materi yang diajarkan sehingga menganggap mudah materi tersebut dan akhirnya merasa tak perlu terlalu antusias. Selain merasa “bisa”, rasa tidak antusias juga muncul karena materi yang diajarkan terlalu sulit, sehingga kalian merasa tak memperhatikan pun, kalian sudah paham kok. Benar atau tidak?

Tapi ketahuilah, dengan kalian memberikan antusias terhadap proses belajar, kalian akan menghilangkan rasa bosan itu loh.

Lantas antusias seperti apa yang dimaksud di sini?

Antusias di sini lebih kepada respon kalian terhadap guru. Misalnya, guru kalian bertanya apakah sudah paham? Nah, ketika kalian sudah paham, jawab saja sudah paham. Namun kalau kalian belum paham, jawab saja belum paham. Ketika kalian menjawab belum paham, pasti bapak/ibu guru akan merespon kembali, “yang belum paham bagian mana?” Nah, kalian jabarkan saja bagian-bagian yang belum dipahami. Pasti guru kalian kan menjawab dengan senang hati. Selain kalian akan paham tentang materi tersebut, bapak/guru guru juga akan menganggap dirimu aktif dalam pembelajaran. Dan keaktifan sendiri, ada nilainya loh. Jadi jangan malu-malu untuk bertanya ya!

Nah, itulah tips dan trik menghadapi belajar daring bagi siswa. Lantas adakah tips dan trik bagi guru? Tentu saja ada, sebab rasa bosan bisa muncul dari banyak faktor, bisa dari diri siswa sendiri, bisa juga dari guru yang mengajar. Oleh karena itu, rasanya guru pun perlu menerapkan tips dan trik berikut ini agar kelas berjalan tidak membosankan, pastinya seru, dan asyik. Apa saja tips dan trik bagi guru dalam menghadapi belajar daring? Berikut penjelasannya.

  1. Kuasai Materi

Namanya guru, pasti sudah menguasai materi dong? Eeits. Belum tentun loh. Walaupun kita sudah mengajar bertahun-tahun, namanya lupa tidak memandang waktu loh. Lupa bisa datang kapan pun dan di mana pun.

Nah, ada baiknya jika bapak/ibu guru mempelajari lagi materi yang akan diajarkan, ya. Selain menambah kepercayaan diri saat mengajar, dengan menguasai materi, bapak/ibu juga akan memberikan aura positif kepada siswa/siswi. Bapak/ibu akan terlihat “Pintar” dan “Meyakinkan” di hadapan para siswa, loh. Maka tak ada salahnya kita sebagai guru tetap belajar walau sudah mengajar, ya.

  1. Gunakan Media Atraktif
Baca Juga  Cara Bayar UKT UNY via Tokopedia

Di era modern seperti sekarang ini, rasanya mengajar menggunakan papan tulis rasanya sudah ketinggalan zaman sekali. Jangankan papan tulis, menggunakan Powerpoint pun rasanya sudah ketinggalan. Mengapa demikian? Sebab banyak aplikasi pembelajaran yang lebih atraktif, menarik dan mengasyikan.

Apakah bapak/ibu pernah mendengar aplikasi Prezi? Mindmaping? TTS? Dan masih banyak lagi. Itu merupakan beberapa contoh aplikasi belajar yang lebih atraktif dan mengasyikan loh. Atraktif seperti apa yang dimaksud? Kita bahas salah satu, contohnya, Prezi.  Ini merupakan aplikasi presentasi yang sangat atraktif. Kita bisa memetakan sebuah teori menjadi peta konsep. Animasi yang terdapat dalam prezi pun sangat banyak. Jadi tidak ada salahnya bapak/ibu mencoba aplikasi satu ini.

  1. Komunikasi dua arah dan Tanggap terhadap siswa

Pasti bapak/ibu pernah menggunakan metode ceramah saat melaksanakan belajar mengajar kan? Nah, metode ini memang bagus. Namun, dalam proses belajar mengajar, metode ini sebaiknya jangan digunakan terlalu sering. Artinya, kita boleh menggunakan metode ini, namun dalam situasi tertentu saja, misalnya saat menyampaikan materi.

Nah, lantas apa yang dimaksud dengan komunikasi dua arah dan tanggap terhadap siswa? Yang dimaksud dari komunikasi dua arah, yaitu guru menyampaikan materi, lantas siswa diberi kesempatan untuk menanggapi terkait materi tersebut. Jadi ada interaksi antara siswa dan guru terkait materi yang disampaikan. Maka komunikasi akan berjalan dua arah. Guru menyampaikan, siswa menjawab. Atau sebaliknya, siswa bertanya guru menjawab.

Sementara tanggap terhadap siswa, lebih diartikan sebagai kepekaan guru terhadap gerak-gerik siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Guru memperhatikan apakah ada anak yang mengantuk, atau anak yang mematikan layar kamera dan sebagainya. Cobalah bapak/ibu tanggapi gerak-gerik siswa tersebut dengan bertanya “Apakah Mario paham” atau pertanyaan-pertanyaan lain yang bertujuan untuk mengembalikan konsentrasi siswa terhadap materi.

  1. Berikan Reward

Reward di sini diartikan sebagai penghargaan. Nah, penghargaan seperti apa yang sebaiknya diberikan kepada siswa? Tak perlu mahal-mahal, reward itu bisa berupa nilai (+) pada siswa tersebut, atau bisa juga penghargaan berupa pujian, Misalnya “Argumen yang sangat bagus, Mario. Tepuk tangan untuk, Mario”. Dengan reward sesederhana itu, siswa yang bernama “Mario” pasti akan merasa bangga karena diberi pujian dan tepuk tangan oleh teman-temannya.

Memang kadang ada guru yang meberikan reward berupa “barang” kepada siswa. Namun, pemberian reward seperti itu hanya membuat siswa antusias ketika ada rewardnya. Jika tidak ada rewardnya, maka siswa tidak antusias. Lebih efektif jika siswa diberi reward berupa sanjungan/pujian, sebab itu akan mengena ke dalam hati mereka sampai kapan pun.

Memberikan reward berupa barang boleh-boleh saja, namun sebaiknya jangan terlalu sering dilakukan. Tujuannya agar siswa tetap antusias tanpa embel-embel ingin mendapatkan reward. Siswa benar-benar antusias karena siswa memang tertarik terhadap materi yang disampaikan.

Itulah beberapa tips yang kiranya dapat dilakukan oleh guru dan siswa. Memang, rasa bosan muncul dari banyak faktor. Dan masing-masing orang memiliki penangan sendiri-sendiri untuk menghilangkan rasa bosan tersebut. Maka dari itu, setidaknya artikel ini dapat memberi alternatif solusi untuk permasalahan tersebut.

Jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, silakan beri tahu teman, kerabat, atau guru kalian agar belajar daring kalian menyenangkan, ya!

Tetap semangat belajar! dan Tetap belajar walau sudah mengajar!

Andan Prayoga

Sedang berusaha mewujudkan cita-cita "mencerdaskan kehidupan bangsa" dengan cara turut serta mendidik calon generasi bangsa melalui akademik. Mari berdiskusi melalui instagram: https://www.instagram.com/andan_prayoga/

Related Articles

Back to top button
X