UNY Buka Rekrutmen Guru Bantu Indonesia ke Australia, Thailand, dan Vietnam Periode Februari–Mei 2027
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Guru Bantu Indonesia yang akan dilaksanakan di Australia, Thailand, dan Vietnam pada periode Februari hingga Mei 2027. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar di lingkungan internasional sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat global.
Melalui program ini, mahasiswa terpilih berkesempatan menjadi duta bangsa dengan berkontribusi dalam pengenalan bahasa, seni, dan budaya Indonesia di negara tujuan. Peserta juga akan memperoleh pengalaman internasional, pengakuan atas praktik mengajar, serta kesempatan membangun jejaring dengan berbagai pihak di tingkat global.
Persyaratan calon peserta
Rekrutmen Guru Bantu Indonesia UNY dilaksanakan melalui dua tahap seleksi. Pada tahap pertama, calon peserta harus berstatus sebagai mahasiswa aktif minimal semester lima dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,70. Peserta juga diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris, yaitu PROTEFL dengan skor minimal 450, IELTS minimal 4,5, atau TOEFL ITP minimal 450.
Selain persyaratan akademik dan bahasa, calon peserta diharapkan menguasai setidaknya satu jenis kesenian atau permainan tradisional Indonesia, seperti tari, dalang, musik, gobak sodor, engklek, dan bentuk kesenian lainnya. Kemampuan tersebut menjadi bekal untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat di negara tujuan.
Calon peserta juga harus menyatakan kesediaan untuk membiayai transportasi lokal, visa, asuransi perjalanan, dan biaya hidup secara mandiri. Peserta yang lolos tahap pertama wajib mengikuti pelatihan ke-BIPA-an serta bersedia menyusun laporan dan publikasi kegiatan dalam bentuk berita. Dokumen pendukung yang perlu dilampirkan meliputi dokumen DHS, sertifikat, serta bukti pendukung keahlian atau pengalaman dalam kegiatan ke-BIPA-an.
Pada tahap kedua, peserta diwajibkan lulus tes ke-BIPA-an dan wawasan keindonesiaan, mengumpulkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta pakta integritas, memperoleh izin tertulis dari orang tua, dan mengikuti persiapan keberangkatan secara penuh.
Fasilitas dan jadwal kegiatan
Peserta terpilih akan memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain bantuan akomodasi, bantuan tiket perjalanan pulang-pergi dari Yogyakarta International Airport (YIA) ke negara tujuan, serta bantuan biaya transportasi dari lokasi penginapan menuju sekolah atau instansi di negara penempatan. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat internasional, pengakuan Praktik Lapangan Kerja (PLK) untuk mata kuliah yang relevan, serta pengalaman dan jejaring internasional.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai dengan pendaftaran pada Oktober 2026, dilanjutkan seleksi berkas dan wawancara pada November 2026, serta pembekalan pada Desember 2026. Pemeriksaan kesiapan dan pemberangkatan akan dilaksanakan pada 2027, menyesuaikan dengan mitra di negara tujuan.
Mahasiswa yang berminat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Ella Wulandari, M.A., Ph.D., di nomor +62 8156-872-382 atau melalui surel international@uny.ac.id.
Program Guru Bantu Indonesia diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa UNY untuk mengembangkan kompetensi profesional, memperluas wawasan lintas budaya, serta berperan aktif dalam memperkenalkan identitas dan budaya Indonesia di kancah internasional.




