Sastra

Cerpen – Sebait Cerita tentang Telaga

Sekretariat hening. Reni dan Ical masih berdiri di masing-masing kubu. Mereka seperti baru usai bersitegang ketika aku datang. Anak-anak lain…

Read More »

Puisi – Kutulis dalam Doa

Kiranya kau bertanya mengapa selalu kuselipkan kata “doa” dalam baris yang berlapis-lapis? EX200 exam more quotes www.fasihrr.tumblr.com   Aku tak…

Read More »

Jaga Kita Sampai Nanti, Sampai Mati

Jadi, 200-355 examaku hanya perlu bukti bahwa kau tetap di sini, menetap di hati. Sampai segalanya Tuhan sendiri yang menghabisi. Sebab…

Read More »

Kunamai Kau Dengan Rindu

Satu. Rindu. Cuma itu. Kamu pun tak perlu tahu seberapa sering aku menyimpan rindu untukmu dan aku mulai gelisah karena…

Read More »

Puisi – Kenangan Masa Putih Abu-Abu

Rembulan tengelam Berganti mentari bersinar Hari baru telah datang menjemput Secerah mentari,semanis embun pagi ,kusambut Kulangkahkan kaki kesekolah Sebuah angkasa…

Read More »

Cerpen – Mengeja Hujan

…Seperti sebutir pasir, diriku tidak harus menjadi penting. Dalam percakapan yang lamat, aku mengeja hujan… Hari keduabelas setelah kepergianmu, aku…

Read More »

Menjadi Sephia Lelaki A

Yang kutahu, kamu baru saja bergetar saat menerima kecupan. Pelan. Kulakukan dengan sangat hati-hati. Aku takut wajahku cedera lewat kumis…

Read More »

Cerpen – Sehari Berhujan

Aku terbangun, sebab lelehan hujan begitu ramah menyapa jendela kamar. Pagi yang tak biasa. Tak pernah kutemukan pagi seperti ini.…

Read More »
Back to top button
X