Artikel

Daur Hidup Kecoa dalam Matamorfosis yang Tidak Sempurna

Menjadi salah satu serangga yang senang hidup di lingkungan kotor, kecoa memang tidak disukai banyak orang. Kebanyakan orang bahkan akan enggan untuk dekat dengan serangga yang satu ini, apalagi untuk menyentuhnya. 

foto via Erik_Karits

Namun sebagaimana serangga pada umumnya, kecoa juga mengalami metamorfosis di dalam daur hidupnya. Daur hidup kecoa akan dimulai dari fase telur hingga akhirnya menjadi kecoa dewasa yang bisa terbang dan tentunya berkembang biak.

Mengalami metamorfosis yang tidak sempurna

Pada dasarnya kecoa memang mengalami metamorfosis di dalam daur hidupnya, namun metamorfosis ini tidak terjadi dengan sempurna. Inilah yang membedakan daur hidup kecoa dengan serangga pada umumnya. 

Jika kupu-kupu mengalami metamorfosis dan menjadi kepompong untuk mengalami perubahan fisiknya, maka kacoa justru sebaliknya. Binatang yang satu ini terbilang tidak mengalami perubahan fisik yang signifikan dalam 2 fase terakhir metamorfosisnya.

Berikut ini adalah daur hidup kecoa dalam metamorfosis yang tidak sempurna: 

foto via MKMKennedy 
  • Fase telur

Seekor kecoa betina bisa mengalami 8-20 kali proses bertelur selama fase hidupnya. Hal ini akan memungkinkan perkembangbiakan yang terbilang pesat pada kecoa.

Kecoa dewasa membutuhkan sekiar 3-7 hari perkawinan untuk bisa menghasilkan telur. Kondisi ini akan dipengaruhi banyak hal, termasuk lingkungan di mana perkawinan tersebut terjadi. 

Telur yang dihasilkan kecoa betina akan berbentuk seperti sebuah kapsul dan lazim disebut sebagai ootheca atau kapsul telur. Kapsul ini biasanya akan berukuran antara 8-10 mm.

 Saat bertelur, kecoa betina bisa menghasilkan sekitar 16-40 telur, di mana masing-masing kapsul telur tersebut terdiri dari 15 embrio. Namun jumlah telur ini akan berbeda pada setiap kecoa, tergantung pada spesies kecoa itu sendiri.

Di dalam prakteknya, kecoa betina akan terus membawa telur mereka pada ujung perutnya. Hal ini akan terus berlangsung, hingga akhirnya kecoa betina menemukan tempat yang dianggapnya cukup aman untuk menaruh telur tersebut.

Fase telur ini akan berlangsung sekitar 24-38 hari, tergantung pada kondisi di mana proses tersebut terjadi, termasuk jenis spesies kecoa itu sendiri. 

  • Fase nimfa
Baca Juga  Kredit Toyota Yaris Menjadi Alternatif Mendapatkan Hatchback Berkualitas

Setelah telur menetas, maka daur hidup kecoa akan memasuki fase nimfa. Ukuran nimfa ini akan sangat variatif, tergantung pada jenis spesies kecoa itu sendiri. 

Dalam fase nimfa, kecoa juga akan mengalami pergantian kulit secara berulang-ulang, hingga akhirnya menjadi seekor kecoa dewasa. Di dalam proses ini, kecoa juga akan mengalami perubahan warna, mulai dari putih hingga kecoklatan. 

Bukan hanya itu saja, tubuh kecoa yang tadinya lunak juga akan mengalami perubahan menjadi lebih keras dan kuat. Biasanya fase nimfa ini akan berlangsung sekitar 9 bulan, hingga akhirnya kecoa menjadi dewasa dan memiliki sayap. 

  • Fase dewasa

Setelah kedua fase di atas, kecoa akhirnya memasuki fase dewasa. Pada umumnya daur hidup kecoa terjadi sekitar 3 bulan sampai 2 tahun, di mana hal ini akan sangat tergantung pada lingkungan serta jenis spesiesnya. 

Saat telah dewasa, kecoa akan kembali mengalami perkawinan dan mengulangi kembali metamorfosis tersebut. 

Metamorforsis kecoa terbilang menarik

Baca Juga  Tips Backpackeran Ke Bandung

Kecoa merupakan salah satu serangga yang paling dihindari oleh hampir semua orang, sebab binatang kecoklatan ini identik dengan lingkungan yang tidak bersih dan terawat.

Di dalam fase hidupnya, kecoa mengalami matamorfosis yang tidak sempurna. Namun hal ini justru membuat daur hidup serangga ini menjadi unik dan berbeda dari serangga pada umumnya.

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
X