Pojok #UNYu

5 Cerita yang ‘Available’ dan ‘Memorable’ dari Upacara Wisuda Offline

Salah satu tahap paling menyenangkan setelah merampungkan studi beserta kewajiban mencurahkan ide gagasan ke dalam bentuk tugas akhir skripsi ialah upacara kelulusan bagi para pejuang toga bernama wisuda. Perhelatan akbar yang rutin diselenggarakan setiap tahun akademik usai ini menjadi salah satu acara favorit juga paling banyak ditunggu. Namun, akibat situasi global yang disertai wabah pandemi masih menjadi wabah paceklik rasa-rasanya perayaan ini seperti sedikit terkabur “euforinya” dikarenakan kampus-kampus di Indonesia sepakat menyelenggarakan wisuda dengan sistem berbasis online. Rasanya memang sedikit tidak familiar, wisuda dirasa sebagai “gong penutup” yang sangat dinantikan dengungnya harus dirubah sedemikian rupa.

Meski tidak semeriah biasanya, tentunya masih ada banyak hikmah yang bisa digali dari kebijakan ini salah satunya ialah nikmat untuk memanggil ulang kenangan-kenangan semasa duduk dibangku perkuliahan. Berikut ini penggalan kaset kenangan itu

  1. Merenungi Nikmat Sehat Berkumpul Tanpa Sekat

Kaset kenangan yang pertama terputar ialah suasana riuh dan bahagia yang membaur jadi satu di gedung tempat dimana dirimu berkumpul sebagai wisudawan dan wisudawati bersama rekan-rekan satu universitas. Kamu bisa merasakan bangganya menjadi lulusan dari tempat dirimu bernaung selama menempuh pendidikan .Rasa lega sekaligus haru memenuhi rongga dadamu karena berhasil menamatkan studi disusul kemudian kenangan-kenangan acara di kampus , kegiatan UKM bersama , bahkan moment-moment awal dirimu dinyatakan pertama kali lulus ujian kampus impian.

 Yang tidak kalah penting disaat dirimu tersadar bahwa kaset kenangan terus berputar ialah nikmat sehat yang senantiasa Tuhan berikan untukmu sebagai bekal perjuangan serta nikmatnya berkumpul bergembira membaur jadi satu tanpa sekat.Kamu akan bisa bebas berfoto bersama rekan-rekan jurusanmu , bersama adik kelas yang datang , juga tak lupa bersama orang tuamu tanpa takut resiko tertular virus . Semoga pandemi ini lekas bisa disudahi .

  1. Menyudahi Perjuangan Menggapai Toga dengan Bernyanyi Mars Universitas Bersama
Baca Juga  Cara Mengurus Cuti Kuliah di UNY

Kegiatan rutin yang selalu menjadi rangkaian wisuda ialah moment bernyanyi bersama Mars dan Hyme Universitas tempatmu menempa diri selama rangkaian studi. Rasa-rasanya moment sederhana ini akan semakin mengudarakan kerinduan ketika perayaan wisuda  di musim pandemi ini. Mars dan Hymne yang mengalun akan memutar kaset kenangan dimana kamu pertama kali menyanyikannya ketika orientasi mahasiswa baru , sebuah memori pembuka dan penutup yang seimbang sebagai lambang selamat datang dan selamat menggapai perjalanan mengaktualisasikan keilmuan . Bedanya ,kamu menyanyikan itu sendirian dirumah . Namun ,percayalah sejatinya kamu tetap menyanyikan itu bersama rekan-rekanmu meski melalui layar monitor dan terhalang jarak ribuan kilometer . Mari syukuri ,

  1. Hangatnya Arak-arakan Jurusan Bak “The End” dari Cerita Perkuliahan

Sudah menjadi rahasia umum jika beberapa prodi memiliki acara khusus semacam arak-arakan yang dipadukan suara drumband sederhana setiap kali moment wisuda digelar . Riuhnya yel-yel mahasiswa teknik , kostum arak-arakan yang “niat banget” dari para mahasiswa Seni dan Bahasa , sampai acara “bopongan” wisudawan beramai-ramai menjadi kaset kenangan yang sukar diabaikan dari cerita penutup bangku perkuliahan. Meski arak-arakan tidak bisa kamu lakukan , acara tumpengan sederhana atau donasi online bersama rekan-rekanmu bisa menjadi opsi untuk acara perayaan sekaligus syukuran .  Setali tiga uang , kamu bisa mendapatkan dua moment sekaligus tanpa harus melawan protokol kesehatan.

  1. Pesta Buket Sampai Risol Danus ; 2 Hal Sederhana yang Kenangannya Mewah di Hari Wisuda

Umumnya ,buket bunga adalah kado –kado yang biasanya diberikan di momentum wisuda. Selain sebagai tanda tali asih sesama rekan jurusan atau kakak tingkat , buket bunga juga  menjadi tanda kenang-kenangan yang berharga. Moment-moment menerima banyak rangkaian bunga saat wisuda sebagai ucapan rasa syukur sekaligus perayaan bersama ini menjadi hal yang terasa dirindukan ditengah panjangnya masa tidak bertemu kawan-kawan kampus.

Yang tidak kalah dirindukan,  nuansa “perjuangan ”  berjualan  risol mayo pada  acara danusan wisuda. Berkeliling menjajakan panganan demi suksesnya sebuah event kemahasiswaan ditengah terik dan suasana panas belum lagi ceritas “behind the scenes” dagangan tumpah akibat tidak sengaja tersenggol . Hal-hal  sederhana yang  terasa  membangkitkan suasana lucu sekaligus haru.

  1. Bersalaman dan Berfoto langsung bersama Pimpinan Tertinggi Universitas ; Moment Amat Terbatas Penutup Rasa Lepas
Baca Juga  KKN di Desa Sendiri? Siapa Takut?!

Momentum paling dijagokan dari perayaan wisuda ialah bisa bersalaman dan berfoto langsung dengan rektor universitas.Rasanya berhadapan langsung  maju ke podium bersanding bersama tokoh –tokoh rektorat setelah nama lengkap terpampang nyata di layar monitor beserta gelar yang sudah tersemat rapih akan menjadi pengalaman mengharukan sekaligus menggembirakan.

Moment yang umumnya akan dirasakan satu kali seumur hidup selama menjadi mahasiswa harus diubah protokolernya akibat wabah pandemi.  Tidak ada lagi jabat tangan apalagi foto berkerumun.  Meski demikian , rasa lepas setelah menamatkan studi masih bisa diupayakan dengan cara  yang tetap khidmat ditengah pandemi ini melalui tata aturan yang ada ya !

Kaset kenangan akan terus berputar , barangkali inilah cara Tuhan memberikanmu pelajaran hidup melalui nuansa wisuda yang tak biasa sebagai hikmah kebijaksanaan dan rangkaian cerita pada anak-anakmu kelak !

Sekali lagi mari kita teriakan bersama ;  “HAPPY GRADUTION ! SELAMAT WISUDA !”

Selamat mengaktualisasikan keilmuan yang didapat !

Tentrem Restu Werdhani

Alam Terkembang Djadi Guru 🌻 Bisa diikuti potret kegiatannya di @pramudhiyawardhani

Related Articles

Back to top button
X