AsmaraPojok #UNYuTips

Menjadi Jomblo Elegan, Why Not !!!

Seringkali kita jumpai di lapangan bahwa status jomblo menjadi seolah nista dan ngenes banget ya. So, gak jarang tuh kalo si jomblo menjadi bahan ledekan teman lain yang sudah memiliki pasangan. Duh, kok tega ya? Ha..ha.. Tapi itu pasti justkidd kok, gaes. Kamu gak perlu berotot menanggapinya, woles menn. Buat kamu jombloers di belahan bumi manapun saat ini, gak usah ngerasa minder deh ya. Taklukan dengan motto menjadi jomblo elegan adalah pilihan untuk saat ini. Bahwa menjadi jomblo elegan harus memiliki berbagai pandangan seperti berikut ini, gaes. Simak ya.

mojok_jomblo

1. Have Fun

Bagi sebagian orang, status jomblo merupakan hal yang menyenangkan. Gimana enggak, coba? Kamu bisa dengan bebas bergaul dengan siapa saja tanpa perlu khawatir ada yang diam-diam tengah cemburu berat di sana. Setiap waktumu akan terasa lebih produktif karena kamu bisa melakukan hal menyenangkan yang menambah pengalamanmu. Berbagai hal yang kamu kerjakan akan mampu menghasilkan kepuasan batin bagi dirimu sendiri. Terlebih, jika kamu ternyata sudah memiliki karir yang mapan. Akan mudah bagimu membagi porsi antara karir dan menyenangkan diri sendiri. Manjakan dirimu selagi kamu mau dan mampu bersendiri. Kesendirianmu tidak lantas menjadikanmu rapuh dan tidak bisa have fun ya, gaes. Jangan selalu merasa bahwa sendiri itu dingin. Justru, sesungguhnya hari-harimu telah dan akan terlalui dengan bahagia dan bersyukur sepanjang waktu.

Baca Juga  Tak Melulu Bunga, 5 Hadiah Spesial Ini Pun Bisa Kamu Berikan Untuk Temanmu Saat Wisuda. Istimewa Dan Murah Loh!

2. Memprioritaskan Orang Sekitar

Jangan dikira menjadi jomblo elegan selalu mengutamakan diri sendiri ya, gaes. Ingatlah bahwa orang-orang sekitar memiliki hak atas bahagia dan ketercapaian yang kamu sandang saat ini. Kamu bisa memprioritaskan orang sekitar melalui kegiatan bermanfaat seperti bersedekah, galang dana bencana, dan berbagai kegiatan sosial lain. Selain itu, kamu akan memiliki waktu yang baik untuk berbahagia dengan keluargamu dan orang-orang terkasih lain di sekitarmu. Jadilah sosok yang ceria dan benar-benar ceria ya, gaes. Jangan memperlihatkan kesedihan selagi kesedihan itu bisa kamu taklukan sendiri. Prioritaskan kebahagiaanmu untuk orang sekitar. Pastikan bahwa kamu diam-diam sering dirindukan kehadirannya karena senyum manis bahagiamu itu. Jangan bosan-bosan memotivasi diri sendiri dan orang sekitarmu dengan pernyataan, “Tidak ada alasan untuk tidak bahagia.”

3. Selektif dalam Diam

Apa yang disebut selektif tak lantas membuat kita terlalu banyak berprasangka buruk terhadap orang lain ya, gaes. Cos, berprasangka buruk hanya akan menciptakan pikiran negatif yang bisa membentuk pribadi perfeksionis. Ya, selektif boleh kok asal masih diambang batas kewajaran. Menjadi jomblo elegan memprioritaskan pemikiran ketimbang perasaan sesungguhnya, gaes. Kenapa? Cos jomblo elegan akan berpikir dulu sebelum bertindak. Kecenderungan diam merupakan wujud ekspresi yang elegan, gaes. Dalam diamnya, terselubung sikap yang berhati-hati dan menelusuri. Ada rasa ingin tahu yang besar sesungguhnya, gaes. Hanya, semua itu membutuhkan porsi waktu yang pas saja untuk menentukan. Kamu, jomblo elegan, jangan terburu-buru menentukan dan berselektif, ya. Cos, terkadang hal yang terburu-buru akan menerbitkan luka yang terlalu.

Baca Juga  6 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Selesai UAS

4. Mengalir

Jalani dengan wajar hidup ini, gaes. Mengalir dengan debit peristiwa yang mampu kita hadapi. Jangan memaksakan segala sesuatu yang sesungguhnya kita tak mampu menaklukannya. Menjadi jomblo elegan akan menikmati berbagai skenario hidup dengan caranya sendiri. Akan ada waktu di mana kesedihan itu datang, ya dinikmati dengan wajar dan tidak berlebihan. Saat kebahagiaan berganti, maka dibanjiri rasa syukur dan berbagi. Dipercaya menempuh kisah baru, akan mudah baginya untuk menentukan sikap yang elegan dan dewasa. Selalu tempatkan hal apapun sesuai porsi ya gaes, menikmati alur yang mengalir, dan pantang berkeluh kesah.

 5. Tuhan, Sutradara Hidup

Ingatlah bahwa ada Kuasa dari segala yang terselenggara di bumi dan langit ini. Tuhan, sutradara hidup yang telah menentukan garis hidup kita, gaes. Jomblo elegan akan sangat menyayangi Tuhan-nya dan selalu berprasangka baik atas ketetapan yang akan dan telah terjadi. Sembari menunggu jodoh, maka simpel baginya untuk memperbaiki diri sendiri dan menyerahkan semua pada Tuhan, sang sutradara hidup.

Sejatinya, menjadi jomblo elegan adalah mereka yang cerdas. Jomblo elegan tuh gak ribet dengan masa lalunya dan cenderung mampu segera bangkit untuk memperbaiki kesalahan terdahulu

Dy Zhisastra

Saya menyayangi mereka yang menyayangi saya | Pegiat Sastra Universitas Negeri Yogyakarta

Related Articles

Back to top button
Close
X