6 Potensi Jurusan Pendidikan yang Jarang Diketahui
Halo, Sahabat UNYu!
Apakah di antara kalian ada yang dari jurusan pendidikan? Atau ada yang baru keterima di jurusan pendidikan? Bagaimana kesan kalian saat menjadi mahasiswa pendidikan?
Perlu diketahui, jurusan pendidikan sering kali dianggap sepele (dijadikan pilihan kedua) karena tidak sebagus jurusan murni/aplikatif seperti Teknik, MIPA, Pertanian, dan lainnya. Hal ini dapat dimaklumi karena hasil dari jurusan pendidikan tidak dapat terlihat secara fisik. Ini karena objek jurusan pendidikan adalah manusia. Alasan lain yang dapat kita temui yaitu lulusannya hanya menjadi guru yang bergaji rendah. Tak jarang, perasaan minder juga datang dari mereka yang sedang mengambil jurusan tersebut karena merasa kalah bersaing dengan jurusan lainnya.
Nah, tulisan ini akan membahas beberapa keunggulan jurusan pendidikan yang jarang diketahui oleh anak pendidikan. Perlu diingat, salah satu prinsip yang hanya dimiliki oleh jurusan pendidikan dan tidak dimiliki oleh jurusan lain yaitu Belajar untuk Mengajar. Belajar untuk mengajar dapat memberikan keterampilan serta pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas diri dan berpengaruh penting bagi banyak orang. Yuk, simak beberapa potensi tersebut.
1. Mampu Mengubah Jalan Hidup Seseorang
Siapa yang tidak kenal Adele, seorang penyanyi terkenal dengan lagunya Someone Like You. Tahun 2022 dia menghadiri acara penghargaan, dia ditanya mengenai siapa yang menginspirasi dan mendukung dia. Adele menjawab, guru bahasa Inggris sewaktu sekolah. Bahkan, disampaikan bahwa gurunya telah mengubah hidupnya Adele Access on Instagram: “Adele’s reunion with her lovely teacher Miss McDonald from ‘An Audience With Adele’ has been nominated for Virgin Media’s Must See Moment…” . Mungkin itu salah satu contoh dari banyak orang yang tercerahkan hidupnya karena guru. Guru memiliki pengaruh yang besar dalam beberapa keputusan hidup seseorang, seperti ingin menjadi apa dirinya di masa depan, atau pekerjaan yang ingin dijalani, jurusan kuliah yang akan diambil. Bukan hanya materi saja yang diingat, tetapi seorang guru juga bisa menjadi inspirasi bagi muridnya dalam bersikap, bagaimana tegas dan sabarnya seorang guru dalam mendidik, atau hanya dengan mengingat kata-kata yang memotivasi dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
- Mahir dalam Berkomunikasi
Kemampuan untuk menyampaikan ide dan presentasi menjadi keterampilan penting saat ini, khususnya dalam melamar pekerjaan. Jurusan pendidikan telah melatih hal ini karena keterampilan mengajar bukan hanya menguasai materi semata, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya agar peserta didik mampu memahami apa yang disampaikan. Ibarat memberi makan seorang bayi, kita mengunyah terlebih dahulu makanan tersebut supaya lembut sebelum kita memberikannya. Kita tidak akan mungkin menggunakan bahasa buku yang rumit untuk diberikan kepada peserta didik. Jadi, kita terlatih untuk memilih kalimat yang tepat, mudah dimengerti, serta dengan bahasa tubuh yang mendukung agar materi lebih mudah diserap. Jika kita mengetahui potensi ini, kita akan bersungguh-sungguh melatihnya pada saat kita mengajar.
- Belajar Memahami Manusia
Kita akan kesulitan memahami teknologi, bisnis, politik, dan banyak hal lainnya jika kita tidak memahami manusia. Ini karena pusat dari beragam hal tersebut ialah manusia. Beruntungnya, bagi mereka yang mengambil jurusan pendidikan, tidak akan asing dengan praktik mengajar di sekolah (dulu namanya PPL, sekarang menjadi PLP). Kita dihadapkan dengan peserta didik berdasarkan jurusan yang kita ambil. Jika dari PGPAUD (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini), kita akan mengajar anak-anak PAUD, kemudian PGSD dan seterusnya hingga SMA/SMK. Praktik mengajar di sekolah merupakan peluang emas untuk kita mempelajari serta memahami karakter dan sifat seseorang. Tantangannya yaitu mereka bukan orang dewasa, tetapi anak-anak yang masih mencari jati dirinya. Sulit untuk menebak kemauan anak-anak karena sifatnya yang berubah-ubah. Proses memahami manusia pun cukup rumit karena membutuhkan kesabaran, pengetahuan mengenai psikologi, serta pengetahuan tentang perkembangan peserta didik agar kita mampu menyesuaikan dan memberikan perlakuan yang tepat. Kemampuan ini akan sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan sesama manusia.
- Mengasah Daya Kreativitas
Seorang guru matematika viral di media sosial karena menggunakan metode belajar yang unik dalam mengajar, yaitu dengan bernyanyi. Viral Guru Matematika Mengajar Pakai Lagu, Sebut Metodenya Beri Dampak Positif bagi Murid – Halaman all – Tribunnews.com . Itu salah contoh dari banyaknya cara guru untuk mengajar. Guru harus kreatif agar peserta didik mampu menerima materi dengan mudah dengan cara yang menyenangkan. Ketika kuliah di jurusan pendidikan, ada mata kuliah media pembelajaran yang bertujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Tingkatan media yang dihasilkan pun mulai dari yang sederhana, seperti power point, animasi, hingga Augmented Reality (AR)/Virtual Reality (VR). Mengasah kemampuan ini tentu akan membantumu dalam beragam situasi. Terdapat atribut positif yang akan terdampak jika kita kreatif dan mampu mencari solusi dengan baik. Kemudian, kita mampu membuat sesuatu yang baru, bahkan untuk mendapatkan jenis pekerjaan yang membutuhkan daya kreativitas tinggi.
- Long-life Learner
Kewajiban guru ialah mengajar. Dengan begitu, para guru berarti mampu mempelajari banyak hal dengan mudah. Satu cara terampuh untuk mempelajari hal baru adalah dengan cara mengajarkannya. Sebut saja feynmann technique, dimana terdapat 4 langkah dalam mempelajari apapun, yaitu: 1. Memilih konsep yang ingin kita pelajari, 2. Menjelaskan kepada orang lain, 3. Refleksi, ulangi dan sederhanakan, 4. Organisir dan evaluasi (The Feynman Technique: The Best Way to Learn Anything – Farnam Street (fs.blog)). Teknik tersebut menyatakan bahwa ada langkah untuk membayangkan diri kita sebagai guru, yaitu mengajarkan sebuah materi yang sedang kita pelajari. Bayangkan, jika kemampuan mengajar ini diketahui oleh guru, mereka tidak hanya berpatokan dengan mata pelajaran atau keahlian mereka saja, tetapi juga bersemangat mempelajari bidang lain yang bisa saja membuka kesempatan untuk mereka bekerja di bidang tersebut.
6. Pendidikan Investasi Peradaban
Jika kamu membayangkan majunya sebuah bangsa atau peradaban, bergerak di bidang pendidikan merupakan pilihan yang tepat. Ada kalimat bijak yaitu buku adalah jendela dunia, maka bagiku seorang guru adalah pintu menuju rasa ingin tahu tak terbatas. Rasa ingin tahu inilah yang menjadi pendorong untuk mempelajari suatu bidang ilmu. Tanpa kita sadari, rasa ingin tahu manusia yang mendorong perkembangan sains dan teknologi sehingga memajukan peradaban. Baik pertanyaan sederhana seperti bagaimana lampu bisa menyala? Bagaimana terjadinya hujan? Hingga pertanyaan tingkat lanjut seperti bagaimana cara kita bisa ke mars? Bagaimana menciptakan teknologi untuk menghadapi perubahan iklim? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut, salah satunya dengan menghasilkan penelitian/teknologi. Jika guru sadar akan hal ini, tentu mereka tidak akan berkecil hati dengan profesi yang sedang dijalaninya dengan meyakini dirinya sedang berinvestasi untuk kemajuan peradaban.
Beberapa potensi, keterampilan, dan atribut tersebut banyak dibutuhkan saat ini bahkan relevan di masa depan karena beberapa di antaranya termasuk dalam 21st century skills (Keterampilan Abad 21). Membandingkan jurusan yang kita jalani saat ini dengan jurusan lain merupakan cara tercepat untuk menghancurkan diri kita, padahal setiap jurusan memiliki keunggulannya masing-masing. Berfokus terhadap hal-hal yang dapat memaksimalkan potensi kita akan membuat kita pribadi yang percaya diri.




