Kabar KampusKuliner

Abon Kluwih Produk Mahasiswa FE UNY

Kluwih bukan merupakan buah yang asing bagi masyarakat. Buah ini mirip sukun atau nangka. Bijinya enak dinikmati dengan cara direbus, sedangkan daging buah kluwih muda enak dimasak sebagai sayur. Tanaman ini mulai jarang dijumpai, entah karena nilai ekonomisnya rendah atau masyarakat kita yang belum tahu pengolahannya sehingga punya nilai jual yang tinggi.

abon kluwih

Bunga dan daun kluwih sendiri mempunyai beberapa senyawa antioksidan yaitu saponin, polifenol, tanindan flavonoid. Bunga kluwih biasanya juga dimanfaatkan sebagai obat sakit gigi. Bunga kluwih jantan dibakar sampai jadi arang kemudian remukan arangnya dibuat olesan pada gigi yang sakit. Ekstrak daun kluwih sendiri bisa menurunkan gula darah. Di tangan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY kluwih diolah dengan cara yang berbeda, yaitu dibuat abon.

Sekelompok mahasiswa Program Prodi Pendidikan Ekonomi yaitu Mia Muktiana Banowati, Nur Hikmah Resmiati, Lely Diana Sari Saputri, Yulia Happy Kusumastuti, Ratna Fladira, Ari Susanti, Ayu Puji Lestari, Rahma Damayanti, Apriyani Astasari dan Khusnul Khotimah membuat abon kluwih dengan rasa yang mirip dengan abon daging sapi. Menurut Mia Muktiana Banowati selama ini kluwih hanya identik dimasak sebagai sayuran atau camilan, selain itu harganya pun murah. “Maka kami mencoba mengangkat nilai jual kluwih dengan mengolahnya sebagai abon” kata Mia Muktiana.

Nur Hikmah Resmiati menambahkan bahwa kandungan gizi kluwih bahkan lebih tinggi dibanding dengan nangka. Nilai gizi kluwih per 100 gram mengandung kalori 111 kal, protein 1,5 gr, lemak 0,3gr, karbohidrat 27,2 gr kalsium 28 mg, besi 32 mg, fosfor 0,9 mg, vitamin A 20 Si, vitamin B 0,10 mg dan vitamin C 19 mg. “Kreativitas ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah kewirausahaan” ungkap Nur Hikmah.

Baca Juga  Mahasiswa UNY Kembangkan Kreatifitas Seni Pada Anak-Anak di Dusun Wadas,  Kulon Progo

Lely Diana Sari Saputri menjelaskan cara membuatnya, rebus kluwih yang telah dikupas hingga matang dan disuwir-suwir. “Sementara itu haluskan bumbu-bumbu dengan cara diulek” katanya. Kemudian kluwih yang telah disuwir tadi dicampurkan dengan bumbu dan santan lalu direbus sampai santan habis. Siapkan wajan yang telah diberi minyak goreng yang banyak, kemudian suwiran kluwih berbumbu tadi digoreng. Setelah matang suwiran kluwih dikeringkan dengan cara disangrai. Setelah itu abon kluwih siap disajikan atau dikemas. Selain dimakan sebagai lauk, abon kluwih juga dapat dijadikan isi dari berbagai makanan lain seperti kue atau sumpia kering. (dedy)

sumber : uny.ac.id

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
Close
X