Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Antara Mahasiswa Dan Kopi

Kali ini saya akan membahas salah satu dari teman saya yang paling setia sebagai mahasiswa selain laptop, yaitu kopi. Mengapa kopi? Mengapa juga laptop dan kopi menjadi teman paling setia? Mari kita melanjutkan topik menarik ini di paragraf selanjutnya.

Sebagai mahasiswa, siapa yang tidak pernah merasakan lembur sampai tengah malam bahkan dini hari karena banyaknya tugas yang harus dikerjakan? Saya rasa hampir tidak ada mahasiswa yang sama sekali merasakan nikmatnya lembur tengah malam. Bahkan mahasiswa paling rajin dan cerdas sekalipun pernah merasakannya. Hampir seharian di depan laptop atau komputer, dengan mata yang harus fokus pada tulisan dan lembaran buku tebal yang memusingkan, tak khayal membuat mata, otak, dan badan kelelahan.

Laptop-dan-Kopi
pic : ngonoo.com

Malam hari adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk melepas lelah setelah beraktivitas di setiap siangnya. Maka sudah sewajarnya kita akan merasa mengantuk saat malam menjelang (terkecuali bagi yang menderita insomnia). Kantuk yang semakin lama akan semakin tak tertahankan, akhirnya harus diatasi demi terselesaikannya tugas kuliah tersebut. Nah, salah satu cara untuk menghilangkan kantuk yaitu dengan kopi. Bukan dengan menabur atau menyiramkan air kopi di mata, tapi dengan cara meminumnya.

Baca Juga  Bingung Pilih Sarapan ? 5 Tempat Makan Sekitar Kampus UNY Ini Bisa Masuk Listmu !

Sebagaimana telah masyarakat ketahui, kopi memang memiliki khasiat sebagai pengusir rasa kantuk. Selain sebagai pengganti camilan yang dapat menggemukkan badan, kopi menjadi alternatif yang paling banyak dipilih untuk menemani malam para mahasiswa. Tak hanya malam, bahkan pagi hari sekalipun kopi juga menjadi alternatif minuman penghilang kantuk. Begitu pula siang hari sebagai teman saat asyik berdiskusi. Konon, seorang pemikir memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi kopi lebih sering dibandingkan seorang pekerja lapangan. Selain itu, konsumsi kopi laki-laki lebih banyak daripada perempuan.

Tak usah jauh-jauh, tengok saja di salah satu kantin di fakultas kita masing-masing. Coba saja amati siapa saja yang memesan dan meminum kopi saat itu. Hampir semuanya adalah laki-laki, dan hampir semuanya akan duduk di kursinya lebih lama dari pembeli lainnya. Entah itu karena diselingi dengan keasyikannya memainkan gadget, atau karena diselingi obrolan/diskusi dengan teman-temannya.

Baca Juga  Sapa ORMAWA 2019 : UKMF REALITY FIP UNY Kabinet Keluarga

Walaupun minoritas, hal yang sama juga akan dilakukan oleh perempuan yang suka mengkonsumsi kopi. Dia akan menikmati kopi lebih lama dengan diselingi kebiasaan yang sama pula dengan yang dilakukan oleh laki-laki. Bahkan dalam hal menghisap rokok. Banyak yang mengatakan bahwa, kopi adalah teman rokok yang paling setia. Namun, tak semua penikmat kopi juga mengkonsumsi rokok. Walaupun hal tersebut tak berlaku sebaliknya karena, semua perokok yang saya tahu juga gemar mengkonsumsi kopi.

Sebenarnya, disamping khasiatnya yang luar biasa, kebiasaan mengkonsumsi terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan. Terlebih bagi yang mempunyai penyakit maag, harus berpikir 2 kali jika ingin mengkonsumi kopi di malam hari. Karena menurut pengalaman, jika kita mengkonsumsi kopi dalam keadaan perut kosong, akan beresiko terserang maag terlebih saat malam hari. Untuk itu, bagi mahasiswa yang gemar mengkonsumsi kopi, harus ekstra hati-hati. Ingat, segala sesuatu tidak boleh berlebih dan tak boleh juga kurang. Yang sedang-sedang saja.

Libriana Candra

Mahasiswi Pendidikan Sosiologi |Menulis, Backpacking |amarisdaren.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close
X