OpiniPojok #UNYu

Cerita Rakyat VS Sinema Elektronik

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman budaya yang sangat tinggi. Mulai dari Pulau Sabang sampai Pulau Merauke memiliki suku, ras, dan adat-istiadat yang berbeda. Negara yang terdiri dari banyak pulau ini juga memiliki berbagai cerita rakyat melegenda pada masing-masing wilayah. Salah satu contohnya adalah asal-usul Candi Prambanan, konon katanya dibuat oleh Bandung Bondowoso untuk Roro Jonggrang.

1369003573863875707

Jenis-jenis dari cerita rakyat antara lain adalah legenda, dongeng, fabel, mite, dan sage. Di dalam semua cerita rakyat pasti terkandung pesan moral dan manfaat tertentu. Pada hakikatnya moral merupakan percerminan akhlak atau budi pekerti. Secara keseluruhan ajaran moral merupakan kaidah dan pengertian yang menentukan hal-hal yang dianggap baik atau buruk. melalui sikap dan tingkah laku para tokoh yang ada dalam cerita rakyat, moral digunakan sebagai petunjuk mengenai baik buruk dalam menjalani kehidupan, mana yang boleh dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan, seperti tingkah laku dan sopan santun dalam pergaulan.

Selama ini cerita rakyat disampaikan melalui mulut ke mulut, buku bacaan, mata pelajaran di sekolah, dan terkadang di televisi. Namun, saat ini tayangan di televisi sudah beralih dengan sinema elektronik (sinetron) atau film yang diadaptasi dari buku atau film lain dari luar negeri. Indonesia mencoba meniru film-film laris dari luar negeri, di antaranya yaitu High School Musical, Twillight, Harry Potter, dan sebagainya.

Baca Juga  Pengen Kuliah di Psikologi UNY? Kuy Baca Artikel Ini

Televisi yang merupakan salah satu jenis media massa elektronik seharusnya mampu untuk menayangkan berbagai cerita rakyat dari Indonesia, terutama dalam bentuk animasi/kartun supaya anak-anak pun juga ikut senang untuk menyaksikannya. Cara untuk mendidik anak-anak adalah dengan memperkenalkan apa yang ada di daerahnya, potensi daerahnya, dan bagaimana seharusnya menyikapi kekayaan budaya lokal tersebut. Selain untuk mempertahankan kebudayaan nasional, cerita rakyat juga membangun karakter lokal anak bangsa.

Penulis : Wahyi Dwi Ulfa / BK/2012 

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
Close
X