Dara Alumni FMIPA UNY Ini Punya Misi Terus Lestarikan Budaya Jawa | UNY COMMUNITY
Thursday , 18 October 2018
Home / Mahasiswa / Dara Alumni FMIPA UNY Ini Punya Misi Terus Lestarikan Budaya Jawa

Dara Alumni FMIPA UNY Ini Punya Misi Terus Lestarikan Budaya Jawa

Tangan lembutnya tampak lihai memainkan wayang kulit yang digerakkan senada dengan alur dan emosi cerita.

Suaranya pun pandai beralih dari tokoh ke tokoh lain, kala itu suaranya memainkan sosok Prabu Duryudana yang tengah mencari anaknya yakni Raden Sarjo Kusumo dengan meminta bantuan Prabu Baladewa.

pic : instagram.com/rizkirahmaaa/

Cerita itu ia suguhkan dalam jejeran cerita wayang kala ia ditunjuk untuk pentas dalam salah satu acara.

Perempuan bernama Rizki Rahma Nurwahyuni ini sudah sering memainkan cerita tersebut dalam pentas di beberapa kesempatan.

Perempuan kelahiran 29 Agustus 1995 ini mengaku gemar memainkan wayang kulit sejak kelas 3 sekolah dasar.

Baca Juga  5 Hal Tentang SIAKAD UNY

Pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya tampaknya tepat disematkan pada perempuan lulusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY tersebut.

Rizki memang merupakan anak dari salah satu pedalang di Yogyakarta.

Dara dua bersaudara ini pun pernah bermain dalam beberapa perlombaan maupun kontes dalang dan meraih berhasil meraih juara.

Mulanya yakni kala dirinya kelas 5 sekolah dasar dan tampil dalam Pentas Anak Berbakat Nasional di Jakarta Tahun 2005 dan menyabet Juara Harapan II Festival Dalang Anak dan Remaja Tahun 2007.

Selain itu dirinya juga pernah menyabet Juara 3 Festival Dalang Anak dan Remaja Tahun 2009 serta Juara 2 Festival Dalang Anak bagi Siswa SMP se-Provinsi DIY Tahun 2010.

“Saat itu (kelas 5 SD) jadi kesempatan besar untuk mengasah potensi mendalangku dan itu pengalaman perdana bermain di event nasional dan didukung pemerintah,” kata Rahma kepada Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Pesan Untuk Adikku, Mahasiswa Baru UNY 2016
pic : instagram.com/rizkirahmaaa/

Sejak saat itu, dirinya mulai sering bermain dan pentas dalam beberapa acara, mulai dari acara kampung hingga instansi dan pemerintahan.

Perempuan sekaligus finalis 15 besar Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2017 ini memiliki tekad kuat dengan memperdalam ilmu dan budaya jawa melalui cerita wayang dan perdalangan di sanggar dalang milik ayahnya.

“Anak muda khususnya jawa harus mencintai budayanya sendiri dan tujuan membudayakan tersebut ialah agar tidak punah tergerus zaman,” katanya.

Melestarikan budaya jawa memang menjadi tujuan hidupnya melalui dalang.

Anak dari Sigit Tri Purnomo atau tenar dengan nama dalang Sigit Manggolo Saputro pun berharap memiliki sebuah wadah untuk mengajarkan budaya jawa khususnya dalang dan cerita wayang kepada anak berusia belia.

Baca Juga  5 Kunci Menjemput Kesuksesan di Semester Baru

Tujuannya yakni agar cerita wayang dapat diketahui dan anak mulai minat mempelajari masa lalu khususnya budaya dan cerita wayang.

“Wayang itu memiliki karakter yang mirip dengan kehidupan manusia, ada tokoh baik dan buruk, cerita wayang menunjukkan bahwa kebaikan akan selalu menang melawan keburukan,” lanjutnya.

Kini perempuan ini tengah sibuk mempersiapkan diri untuk maju mewakili Kota Yogyakarta dalam ajang pemilihan Dimas Diajeng DIY 2018 dan tetap terus berlatih memperdalam ilmunya mengenai Dalang dan Cerita Wayang. (*)

sumber  : Tribunjogja.com

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

SEMINAR NASIONAL KEPEMUDAAN

BEM FIP UNY 2018 PROUDLY PRESENT: SEMINAR NASIONAL KEPEMUDAAN “Pemuda Prestatif Untuk Merealisasikan Indonesia Emas” …