Habis Putus Malah Merasa Lebih Bahagia? Ini 7 Alasannya! | UNY COMMUNITY
Sunday , 18 November 2018
Home / Asmara / Habis Putus Malah Merasa Lebih Bahagia? Ini 7 Alasannya!

Habis Putus Malah Merasa Lebih Bahagia? Ini 7 Alasannya!

Lazimnya pengalaman putus cinta akan meninggalkan kesedihan yang dalam. Hancurnya pengharapan yang akhirnya hanya berujung pada kekecewaan. Bahkan pada sebagian orang, ada saatnya mereka menyalahkan diri sendiri untuk kegagalan itu. Untungnya hal itu tidak terjadi pada semua orang.

dibalik-mengapa-menyesal-putus-cinta

Kamu habis putus cinta? Tapi anehnya kamu tak merasa sedih, justru kamu malah merasa bahagia dan lega. Penasaran kenapa hal itu bisa terjadi? 7 hal ini bisa menjadi penyebabnya.

1. Ini bukan cinta, tapi obsesi semata

Tak ada cinta diantara kalian. Ini hanya obsesi semata. Obsesi untuk mendapat pasangan ideal dengan standarisasi orang-orang di sekitar kalian. Bisa jadi asas saling memanfaatkan juga berlaku dalam hubungan ini. Tak heran bila setelah putus, kamu malah merasa lebih nyaman menjalani hidup.

2. Bukankan cinta yang seharusnya itu tanpa pamrih? Tapi dia seperti tak lelah menuntutmu untuk melakukan keinginannya

Dia yang kau cintai dengan sepenuh hati ternyata tidak bisa melihat ketulusanmu. Baginya cinta hanya berkutat pada seputar hal-hal yang menguntungkan  dia. Bisa jadi dia hanya sedang memanfaatkanmu untuk kesenangannya semata. Selagi dia masih menguntungkanmu, cintanya masih tetap untukmu. Tapi begitu ada wanita yang menurutnya lebih menguntungkan baginya, bukan hal tabu bagi dia untuk meninggalkanmu begitu saja.  Putus dari dia berarti kamu juga terbebas dari tuntutan ini itu yang seperti tak henti. Tak heran bila setelah putus dari dia, seketika itu juga kamu bisa bernafas lega.

Baca Juga  Masakan Sederhana Untuk Pasanganmu yang Kurang Fit

3. Lambat laun kamu merasa tertekan, itu bukan lagi sebuah hubungan yang menyenangkan, namun hubungan yang mengharuskan

Perilakunya yang hanya senang menuntut ini itu tanpa mau memberikan timbal balik padamu hanya akan menggiring kalian pada situasi yang pelik. Lambat laut kamu akan merasa tertekan dengannya. Hubungan yang seharusnya bisa membawa kalian pada kenyamanan, nyatanya dia hanya terus meracau dengan tuntutan ini itu yang nyaris membuatmu susah bernafas. Apa yang lebih melegakan selain bisa keluar dari kondisi yang membuatmu luar biasa tertekan?

4. Kamu terlampau keras memaksa dirimu sendiri untuk mempertahankan hubungan itu

Komintmenmu untuk mempertahankan hubungan membuatmu terjebak dalam sebuah dilema. Apalagi adanya anggapan bahwa orang yang berganti-ganti pasangan adalah orang yang tidak setia membuatmu berusaha keras untuk mempertahankan hubungan itu. Padahal kamu tahu betul hubungan yang kamu jalani tak lagi hubungan yang sehat. Karena hati tak pernah bisa dipaksa, lagi pula berjuang sendirian itu melelahkan. Lepaskan dia! Kamu juga berhak bahagia kok!

Baca Juga  Yuk Intip, Gimana Sih Jurusan Teknik Sipil itu?

5. Bersamanya kamu tak bisa menjadi diri sendiri, dia memaksamu untuk menjadi sosok ideal dalam imajinasinya

Bukan hanya menuntut banyak hal dari kamu, dia juga memaksa kamu untuk berubah menjadi sosok idealnya. Menjalin hubungan dengannya membuat kamu tak bisa menjadi diri sendiri. Jangan menjalin hubungan dengan orang yang hanya bisa menunutut kamu untuk menjadi orang lain.

6. Dia tak bisa menghargai dirimu sendiri, bahkan dia acuh tak peduli terhadap kebahagiaanmu

Baginya kamu hanya sekedar sosok yang dia pertahankan selama itu menguntungkan bagi dirinya sendiri. Tak heran bila dia tak bisa menghargai dirimu. Baginya apa yang menjadi kesukaanmu dan juga kebahagiaanmu bukan hak penting yang layak dia perhatikan. Pada akhirnya kamu akan menyadari, dia yang tidak bisa menghargai dirimu sendiri adalah orang yang tidak pernah mencintai kamu.

Baca Juga  Inilah Cara Cek Data Mahasiswa di PDPT DIKTI

7. Kamu bejuang sendiri demi hubungan ini, sedangkan dia tanpa malu malah sibuk membanding-bandingkanmu dengan orang lain. Dia benar-benar tak pantas untukmu!

Karena hubungan kalian hanya soal untung rugi, tak heran bila tak benar-benar mencintaimu. Kamu akan berjuang sendiri demi hubungan ini. Melakukan hal yang sekiranya bisa membuat dia mencintai kamu. Hubungan yang seperti ini tidak sehat. Sampai kapan kamu mampu bertahan dalam hubungan seperti ini? Ingat manusia memiliki batas. Lepaskan dia! Kebahagiaan adalah saat dua orang bersama-sama memperjuangkan cinta.

About Resti Dhian

Apa yang saya tulis belum tentu saya | Alumni PBSI UNY

Check Also

Tak Hanya di Jakarta, Ancol pun Ada di Jogja

Yup, kamu memang sedang tak salah baca. Ancol yang ini memang terletak di daerah perbatasan …