Kata-Kata Berikuti Ini Akan Sering Kamu Dengar Ketika Kuliah Di Jogja | UNY COMMUNITY
Sunday , 20 August 2017
Home / Pojok #UNYu / Kata-Kata Berikuti Ini Akan Sering Kamu Dengar Ketika Kuliah Di Jogja

Kata-Kata Berikuti Ini Akan Sering Kamu Dengar Ketika Kuliah Di Jogja

Selain menyandang predikat istimewa, Jogja juga dijuluki dengan kota pelajar. Di Jogja terdapat lebih dari 50 perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Sehingga tidak dapat dipungkiri jika Jogja menjadi tempat impian untuk melanjutkan pendidikan orang-orang dari seluruh penjuru Indonesia. Bagi kamu yang berniat kuliah ataupun sudah diterima di perguruan tinggi di Jogja ada informasi yang harus kamu ketahui.

kali ini kita akan membahas tentang kata-kata yang akan sering kamu dengar di Jogja dan kemungkinan belum pernah kamu dengar sebelumnya. Simak yuk! Agar kamu tidak kebingungan ketika mendengarnya.

  1. “Ngelih”

Kata yang satu ini pasti akan kamu dengar di Jogja. Apalagi kalau kamu punya banyak teman yang berasal dari Jogja terus suka makan bareng. Apasih “ngelih” itu? “Ngelih” kalau di Jogja itu artinya lapar. Dulunya saya sempat bingung, karena saya berasal dari Jawa Timur dan saya kira “ngelih” itu artinya memindah. Nah, kalau ada teman yang bilang “Aku ngelih.” saya kira artinya “aku memindah.” Kan jadi nggak cocok tuh, hehe. Jadi jangan salah penafsiran ya.

  1. “Njuk”

Ini nih kalau ada yang bicara agak panjang pasti kata ini ada di antaranya. “Njuk” artinya lalu atau terus.

  1. “Ngopo?”

Kata ini biasanya di ikuti dengan tanda tanya. Fungsinya memang untuk menanyakan. Artinya “kenapa?”atau”mengapa?” kadang juga bisa berarti “apa?”. Contohnya gini nih:

  1. Samuel: “Aku nggak bisa masuk kuliah hari ini.”

Slamet: “Ngopo?”

Samuel: “Sakit perut.”

  1. Paijo: “Hai, Lastri.”

Lastri: “Ngopo?”

Seperti itu contoh penggunaannya, harus menyesuaikan konteks. Kadang juga hanya “Po?” dengan penggunaan yang sama.

  1. “Memeng”

Kata-kata ini baru saya dengar saat semester 1 akhir dan baru saya tahu artinya waktu semester 2. Artinya “malas”, bisa juga “capek”. Entah ada penafsiran lain atau tidak belum saya pastikan karena penafsiran tersebut saya dapatkan dari pengamatan dan survei kecil-kecilan pada teman saya yang domisili Jogja.

  1. “Teko tenang”

Dulu pernah ada yang bertanya pada saya. “Teko tenang artinya apa sih?”. Saya jawab mungkin artinya dibawa tenang aja gitu. Karena kalau bahasa jawa “teko” itu artinya datang. Tapi saya juga nggak yakin, hehe. Sebelum saya membuat artikel ini, saya memastikan arti “teko tenang” kepada teman saya. Dia menjawab artinya “Santai aja”. Contohnya gini.

  1. Awkarin: “Aku belum ngerjain tugas kuliah nih.”

Young Lex: “Teko tenang.”

  1. Febri: “Maafin aku ya.”

Novi: “Teko tenang.”

Sudah paham kan? Jadi jangan menafsirkan kalau “Teko tenang” itu sebuah teko yang tenang ya!!! Wkwk…

Yang sudah di jelaskan itu mungkin baru beberapa saja. Untuk para perantau, pasti masih ada banyak kata-kata yang belum pernah kamu dengar sebelumnya dan bakalan kamu dengar saat di Jogja.

Oh ya, untuk kamu yang berbahasa Jawa khususnya. Tidak semua kata-kata dalam bahasa Jawa di daerahmu akan kamu temukan di Jogja ya. Sering kali banyak yang kebingungan saat mendengar beberapa kata-kata dalam bahasa Jawa yang di ucapkan begitu juga sebaliknya. Indonesia memang luar biasa ya.

Kadang hanya berjarak beberapa kilometer saja bahasanya sudah beda. Wajib dilestarikan ya! agar tidak hilang karena generasi sekarang lebih suka menggunakan bahasa gaul, hehe.

Semoga bermanfaat!

About Lusiana Indriani

Mahasiswi Sastra Indonesia 2016 | Menyenangi semua hal yang menyenangkan