Pojok #UNYuTips

Mahasiswa Pecinta Alam Atau Penjajah Alam?

Mengunjungi tempat-tempat yang terlihat indah, mengabadikannya lewat foto, menunjukkan pada semua orang tentang keindahan tempat tersebut kepada dunia, lalu meninggalkan tempat itu begitu saja setelah diri merasa puas. Tak meninggalkan pesan cinta alam, mendadak buta melihat sampah yang berserakan, atau justru menjadi salah satu dari ribuan aktor yang berperan dalam pencemaran lingkungan. Itulah ciri-ciri penjajah alam yang semakin marak berkeliaran.

penjajah alam atau pecinta alam

Bagaimana dengan mahasiswa UNY atau mahasiswa Jogja? Apakah kita menjadi salah dari ribuan penjajah itu? Bisa dilihat, parangtritis yang menjadi salah satu dari ratusan daya tarik Jogja, setiap hari berserakan sampah dimana-mana. Begitu pula tempat wisata lainnya. Terlebih tempat wisata yang memang tidak ada petugas kebersihan yang selalu siaga.

Sebenarnya untuk memelihara lingkungan tak mulu menjadi tugas dari petugas kebersihan, mahasiswa, atau pemerintah. Melainkan adalah tugas kita semua yang hidup, berdiri, dan menginjakkan kaki dimanapun kita berada. Tak peduli tua atau muda, kaya atau miskin, pelajar atau bukan, anak gunung atau anak mall, intinya semua orang harus punya peran dalam memelihara lingkungan. Bumi ini sudah terlalu tua untuk diabaikan begitu saja.

Bumi adalah rumah kita, tempat kita hidup dan menghidupi diri. Bumi adalah yang mengajari kita untuk berbagi dan peduli. Bumi pula yang telah menghidupi kita sehari-hari. Dengan oksigen yang melimpah dan tanah penuh berkah. Nikmat Tuhan mana yang kita dustakan. Nikmat yang diberikan dengan cuma-cuma, apa iya akan kita acuhkan begitu saja? Begitukah sikap kita sebagai manusia?

Baca Juga  Hal romantis yang disukai cowok

Membuang sampah sembarangan dan memelihara lingkungan bukanlah sebuah kewajiban, namun sebuah kesadaran untuk membiasakan. Pola pikir sederhana seperti inilah yang seharusnya ditanamkan sejak dini. Karena, dengan istilah “kewajiban”, justru hal-hal kecil tersebut terlihat sebagai sebuah beban. Sangat sederhana, sangat mudah untuk dilakukan, tapi cenderung diabaikan karena dianggap sebuah kewajiban yang menjurus pada sebuah beban.

Lalu, bagaimana memulainya untuk bisa menjadi orang yang cinta pada alam dan lingkungan? Seperti yang sering kita dengar setiap saat, semua berawal dari hal-hal yang paling kecil.

  1. Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
  2. Membiasakan untuk menghemat air dan energi setiap harinya.
  3. Mengurangi pola hidup konsumtif dan memulai pola hidup produktif.
  4. Membiasakan diri untuk meninggalkan kebaikan dimanapun kita berada.
  5. Menghindari penggunaan barang yang tidak bisa didaur ulang.
  6. Membiasakan diri untuk peka dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, dan masih banyak lagi lainnya.
Baca Juga  Pengen Kuliah di Psikologi UNY? Kuy Baca Artikel Ini

So, it’s not difficult to be a cool and good people. Kalau dengan alam saja peduli dan cinta, apalagi dengan sesama manusia. Jangan menunda-nunda untuk melakukan aksi kebaikan.

Libriana Candra

Mahasiswi Pendidikan Sosiologi |Menulis, Backpacking |amarisdaren.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close
X