Mahasiswa UNY Berikan Penyuluhan "ATBA" (Anak Tanggap Benana Alam) di SD Kradenan Magelang | UNY COMMUNITY
Wednesday , 14 November 2018
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UNY Berikan Penyuluhan “ATBA” (Anak Tanggap Benana Alam) di SD Kradenan Magelang

Mahasiswa UNY Berikan Penyuluhan “ATBA” (Anak Tanggap Benana Alam) di SD Kradenan Magelang

SDN Kradenan 1 dan SDN Kradenan 2 di Kelurahan Kradenan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kecamatan Srumbung berada di sebelah barat daya Gunung Merapi dan jarak antara Kecamatan Srumbung dan Gunung Merapi adalah 12,2 Km. Dimana Desa Kradenan termasuk dalam kawasan rawan bencana II.  Akibatnya kedua Sekolah Dasar tersebut berpeluang terlanda aliran awan panas, paparan gas beracun dan batu pijar. Wilayah KRB II juga berpotensi besar terpapar hujan abu lebat dan aliran lahar. Gunung Merapi sendiri merupakan salah satu gunung api teraktif di dunia. Namun Di Desa Kradenan banyak anak yang merasa panik, takut, dan bingung bahkan sampai ada yang menangis saat terjadi bencana alam gunung meletus. Hal ini disebabkan dengan lemahnya pengetahuan anak-anak tentang bencana alam gunung meletus.

Baca Juga  Garuda UNY hebohkan Stadium Ecopa

 

Maka dari itu diperlukan adanya penyuluhan cara penanggulangan bencana alam dan pelatihan dalam membentuk mental “ATBA” (Anak Tanggap Benana Alam) untuk siswa-siswi  SDN 1 dan SDN 2 Kradenan. Adapun tujuan program ATBA yaitu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap bencana alam dan cara penanggulanganya, menanamkan pendidikan penanggulangan bencana sejak dini pada anak-anak dan meningkatkan kesadaran tanggap bencana alam pada anak-anak.

Program ini dilaksanakan selama dua belas kali pertemuan secara bergantian dengan masing-masing sekolah mendapatkan kesempatan 6 kali pertemuan. Proses pelatihan ini diawali dengan memberikan pengetahuan  dan pengenalan penanggulangan bencana alam gempa bumi dan gunung meletus, selanjutnya diberikan pelatihan berupa bermain games yaitu games menyusun puzzle, menonton video seputar bencana alam, simulasi bermain peran sebagai warga daerah apabila terkena gunung meletus serta melakukan chemical experiment gunung meletus. Pelaksanaan program ATBA mulai bulan April hingga bulan Juli 2018 telah berhasil mencapai 92%. Sehingga program dapat disimpulkan telah berjalan hampir seluruhnya. Selama proses sosialisasi, tim PKM-M membuat buku panduan pembelajaran ATBA dan poster. Selain itu juga memilih duta bencana yang dipilih dari masing-masing kelas sebagai perwakilan dari kelas tersebut.

Baca Juga  Mahasiswa Dengan IP Tertinggi, Lulus Tercepat dan Usia Termuda

Hal ini bertujuan untuk keberlanjutan program kedepannya. Sehingga setelah tim meninggalkan sekolah maka pihak sekolah dan siswa-siswi masih dapat menjalankan program ATBA. Luaran pelaksanaan program ATBA ini yaitu agar anak-anak  memiliki pemahaman terhadap bencana alam dan cara penanggulanganya. (Evila Ramadhanty)

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

Lomba memperingati Pekan HAM

Dalam rangka memperingati Pekan HAM pada 10 Desember 2018 ✨MAHASISWA PKNH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DENGAN …