Pojok #UNYuTips

Mau Berprestasi ? Yuk Intip Tips Berprestasi Versi Mahasiswa UNY

Mahasiswa merupakan agen perubahan bangsa, sebagai sumber daya manusia yang diharapkan dapat menjadi pelopor dan penggagas ide-ide kreativ di masa yang akan datang. Hal tersebut menjadi tanggung jawab tersendiri bagi setiap mahasiswa untuk mengabdikan diri setelah menyelesaikan perkuliahan kepada masyarakat. Tidak hanya itu mereka juga dituntut menjadi insan yang berprestasi baik secara akademik maupun non akademi sebagai bukti bahwa mahasiswa memiliki keunggulan, daya saing dan kualitas. Sehingga banyak mahasiswa berlomba-lomba mengikuti berbagai kegiatan kompetisi mahasiswa tingkat daerah, regional, nasional bahkan internasional yang tidak lain adalah sebagai ajang upaya meningkatkan kualitas diri dan tentunya sebagai pengalaman di kemudian hari.

Seperti yang dikatakan oleh Sukarno salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta yang beberapa waktu lalu berhasil membawa pulang medali setara emas dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 32 di Universitas Udayana Bali, prestasi ada dua macam yaitu prestasi akademik dan prestasi non akademik. Menurutnya prestasi akademik merupakan sebuah pencapaian yang didapatkan seseorang (dalam konteks ini adalah mahasiswa) di dalam kelas selama proses pembelajaran.

Sedangkan prestasi non akademik ialah pencapaian diluar kelas seperti olahraga, penalaran, seni dan sebagainya dengan mengikuti event-event lomba juga merupakan sebuah prestasi. “Mahasiswa perlu berprestasi bukan karena untuk menyombongkan diri atau pamer, namun dengan berprestasi kita dapat membuktikan kepada orang-orang yang memandang kita sebelah mata bahwa kita bisa berprestasi. Itu juga merupakan ajang untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik dan mengasah skill.” tuturnya.

Dengan memiliki prestasi kita bisa membuka kesempatan lainnya seperti tawaran mengikuti lomba lain, mendapatkan kenalan baru, dan relasi dari berbagai perguruan tinggi yang dapat membangun prestasi-prestasi yang lain tentunya.

Baca Juga  Hai Maba UNY, Tempat-tempat Penting ini Harus Kamu Ketahui!
Foto : PKM Center UNY

Membagi waktu kuliah dengan mengejar prestasi merupakan dua hal yang sulit untuk dilakukan. Bagaimanapun juga kuliah merupakan tugas utama dan pertama seorang mahasiswa.

Tips dari Sukarno adalah pintar-pintar mencari waktu luang untuk mengerjakan tugas kuliah seperti pagi hari setelah subuh di saat pikiran masih segar atau mungkin saat sore hari setelah selesai kuliah. Kemudian tidak ketinggalan untuk tetap mengatur tugas kuliah dengan catat dan ceklist, mencatat tugas apa saja yang diberikan dosen supaya tidak lupa kemudian memberikan tanda ceklist apabila tugas tersebut sudah selesai dikerjakan, so tidak ada tugas yang terlupakan. Setelah urusan tugas kuliah selesai barulah kita bias memanfaatkan waktu kita untuk mencari informasi tentang event perlombaan.

Buat teman-teman yang ingin mengejar mimpi untuk berprestasi baik nasional, regional maupun internasional jangan lupa untuk tetap memprioritaskan studi dahulu dan jangan pernah ragu ataupun malas untuk keluar dari zona nyaman. Terkadang dua hal itu menjadi penghalang potensi kita untuk berkembang yang terpenting adalah jangan takut untuk mencoba hal baru, karena dengan mencoba kita memiliki dua pilihan yaitu “Ya” atau “Tidak”. Jangan pernah berkecil hati jika belum menang karena pengalaman tetaplah menjadi guru yang terbaik.

Hal serupa diungkapkan oleh Hanin Gelbi Alhadi yang juga mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang beberapa waktu yang lalu mendapatkan Bronze Medal sebuah event International Festival of Inovation of Green Technology 2019 di Malaysia. Bagi Hanin selain sebagai ajang mengembangkan potensi diri dan menambah pengalaman serta keterampilan yang selama ini ia miliki, prestasi juga dapat membantu dirinya terutama untuk apply beasiswa maupun ke perusahaan. “Karena kebetulan lomba yang aku ikutin ini berhubungan dengan jurusanku, jadi pastinya aku sangat enjoy dan ingin menerapkan ilmu yang sudah aku dapat selama 2 tahun terkahir di bangku perkuliahan.” tutur Hanin. Ia mengaku dengan mendapatkan banyak sekali benefit seperti mengasah public speaking kita di hadapan publik, menumbuhkan kreativitas dan daya saing. Dan yang utama adalah bagaimana kita dealing with our friends dalam sebuah tim ketika kita punya pendapat dan ide yang berbeda.

Baca Juga  7 Maskot Fakultas di UNY yang Perlu Kamu Ketahui
Foto : Hanin Gelbi Alhadi

Membagi waktu kuliah dengan memperjuangkan prestasi pastinya tidak mudah. “Kalau aku, kuncinya yaitu kita harus tahu mana yang harus dikerjakan dulu dan mana yang harus diduakan. Intinya ketika kita punya leisure time, gunakan itu. Batasin juga penggunaan gadget terutama social media.” imbuhnya.

Dari pengalaman mahasiswa berprestasi di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa segala sesuatu perlu sebuah proses dan perjuangan tidak serta merta begitu saja. Jadi buat kalian yang sedang berjuang tetap semangat apapun itu asalkan hal positif yang kalian kerjakan akan membuahkan hasil yang positif pula. Percayalah, nilai IPK bagus tidaklah cukup untuk masa depanmu kelak pun untuk apply beasiswa ataupun apply di sebuah perusahaan. Jangan patah semangat, kegagalan merupakan kata yang akrab untuk para pejuang. You can do it guys!

Dika Andri Pradana

Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Jerman

Related Articles

Back to top button
Close
X