JogjakuKuliner

Mencecapi Manisnya “Ontbijtkoek ” Kue Rempah Belanda Ala Toko Roti Djoen Jogjakarta

Yogyakarta, daerah istimewa yang menjadi bagian dari republik Indonesia ini selalu menawarkan sisi –sisi kenangan dan atmosfer manis. Mulai dari Gudeg yang legit hingga panorama senja di Parangtritis, membuat Yogyakarta begitu susah dilupakan.

Cerita manis juga didapat tim redaksi manakala mengdakan liputan kecil di salah satu  sudut Ketandan, Kampung Pecinan Yogyakarta. Bau harum roti panggang nan menggoda langsung menyeruak manakala kami datang. Begitulah kiranya, gambaran dari toko legendaris di sudut Malioboro bernama Toko Roti Djoen. Toko Roti yang sudah ada semenjak tahun 1935 ini kini masih eksis di tengah hiruk pikuk perkembangan kota.

Bagi kamu yang menggemari jajanan old, sepertinya belum sah kalau belum pernah mencicipi Roti Djoen. Toko roti yang berada di pusat kota Yogyakarta ini tetap telaten dan konsisten menjajakan aneka menu roti klasiknya.

Cocok untuk kamu yang ingin bernostalgia !

  1. Mari menjelajahi ruang nostalgia Yogyakarta bersama bangunan tua Roti Djoen

Plakat hijau bertuliskan “Bakery dan Shop : Djoen Lama sejak 1935” berwarna kuning siap menyambutmu di Jalan Margo Mulyo no 78, Ngupasan Yogyakarta.

Berada di depan salah satu pusat perbelanjaan terkenal di kawasan Malioboro, Toko Roti Djoen menyediakan aneka pilihan roti klasik yang tentunya sedap, enak, halal, bergizi dan melegenda.

  • Perusahaan Kuwe dan Roti “Djoen Lama” , Kampung Ketandan seberang Ramai Mall, samping Griya Busana Muslim Al Fatih.
  1. Roti Bantal yang empuk hingga Roti Pisang dan Buaya yang menjadi PRIMADONA !

 Resep roti dan kue yang digunakan tidak ada perubahan, tetap dipertahankan seperti yang dulu. Toko roti lawas ini  pun tidak memakai bahan-bahan tambahan pangan modern seperti pengawet, pengembang, dan pewarna. Sekalipun tanpa bahan tambahan, roti tetap bisa empuk dan enak. Peralatan-peralatan kuno masih dipertahankan dan dimanfaatkan. Mulai dari loyang-loyang besi  dan pemanggang roti super besar seperti tungku perapian pada rumah-rumah bergaya zaman Belanda .

Baca Juga  Canting Mas Puncak Dipowono, Surga Kecil di Bukit Menoreh
foto : satya manggala

Salah satu menu yang banyak digandrungi ialah roti buaya dan  roti bantal. Roti tawar berbentuk pipih oval dan ditaburi wijen di atasnya ini, juga merupakan varian pertama roti di  Toko Roti Djoen. Seiring berjalannya waktu, toko ini kemudian menjual berbagai varian roti, baik basah maupun kering. Beberapa varian untuk roti basah misalnya, ada roti isi cokelat, kelapa, pisang, daging, dan masih banyak lagi.

Pada saat kunjungan, kami mencicipi roti coklat, soes keju dan roti pisang yang dibanderol mulai dari 6 ribu rupiah hingga 10 ribu. Murah meriah bukan ?

  • Jam Operasional Toko Roti Djoen tiap hari pukul 12.00-20.00 WIB. Jam bukanya memang lebih siang jika dibandingkan dengan bakery atau toko roti lain. Ini karena roti baru selesai dimasak pada siang hari. 
  1. Nostalgia Manis bersama  “Ontbijtkoek”  Si Kue Rempah Belanda

Belum ada catatan resmi kapan pertama kali toko ini beroperasi. Namun, berdasarkan riset kecil didapatlah berita bahwa Toko Djoen mulai menjajakan roti-roti klasiknya sejak tahun 1930-an. Kini Roti Djoen dikelola oleh Hardinah, menantu dari pemilik pertama, Tan Qian Ngau.

Di bagian lorong toko  yang memanjang,tim redaksi disambut dengan roti-roti segar yang diletakkan di etalase kaca. Roti-roti yang dijajakan di Toko Djoen ini pun masih menggunakan resep kuno turun temurun. Oleh karena itu, roti produksi Toko Djoen hanya bertahan satu hari saja karena  tidak adanya komposisi pemakaian bahan pengawet.

Baca Juga  Yuk Bernostalgia tentang Jogja dengan 6 Lagu Ini

Salah satu yang banyak pula diburu pembeli adalah “Ontbijtkoek”. Kue persegi panjang kecil ini adalah kue rempah manis khas era kolonial Belanda. Roti ini dibumbui dengan cengkih dan kayu manis. Dengan rasa jahe yang kuat membuat citarasa unik saat mencicipnya .

Toko Roti Djoen yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ,citarasanya tetap terjaga.

  1. Harganya bersahabat, Menu toko roti Djoen dibuat Fresh from the oven !

Dapur toko roti Djoen  beroperasi setiap hari membuat roti segar. Kegiatan meracik, membuat adonan dan memanggang sejak pukul 9 pagi dilakukan oleh pekerja yang telah menjadi bagian dari keluarga toko Djoen sejak dulu. Berdasarkan pantaun tim redaksi, menu-menu yang tersedia di Toko Roti Djoen terdiri dari roti coklat, roti keju, roti kacang, roti kacang merah, roti pisang keju atau coklat, roti buaya, roti isi daging, soes, pie, hingga roti sobek. Harga dibanderol mulai dari 6 ribu rupiah hingga 17 ribu.

foto : Heni murhanayanti

Harganya ramah di kantong bukan ?

  • Toko Roti Djoen juga bisa dijangkau menggunakan moda transportasi umum seperti Trans Jogja lalu turun di Halte Malioboro 2 . Berjalanlah ke arah gapura Ketandan !  

Ada pula Toko Djoen ‘Muda’ yang masih dikelola oleh sesama keluarga, Lokasinya bertempat di Jl. Kolonel Sugiyono No. 70 C daerah Brontokusuman. Rasanya  tentu tak jauh beda lantaran menggunakan resep yang sama.

 Jangan lupa membeli Roti Djoen ketika bertandang ke Yogyakarta !

Tentrem Restu Werdhani

Alam Terkembang Djadi Guru 🌻 Bisa diikuti potret kegiatannya di @pramudhiyawardhani

Related Articles

Back to top button
Close
X