JogjakuKuliner

Nyari Seblak Khas Bandung Tapi Sesuai Lidah Jogja? Yuk ke Seblak Mem’s Kitchen aja !

Siapa yang suka seblak ? Pasti banyak yang mengacungkan tangan. Ya, seblak saat ini memang menjadi idaman hampir semua anak “Millenial”. Sebelum kita berbicara panjang lebar, kira-kira sudah tau belum tentang asal usul seblak? Pasti sebagian besar kamu belum mengetahui banyak tentang asal usul seblak. Maka dari itu, Yuk kita ulas lebih lanjut !

Seblak adalah makanan khas Indonesia, umunya adalah makanan khas dari Sunda, Jawa Barat yang bercita rasa gurih dan pedas yang terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, sosis, dimasak dengan bumbu tertentu. Namun, apakah kamu tau? Beberapa sumber menyebutkan bahwa seblak berasal dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, karena seblak sangat mirip dengan makanan rakyat kecil dari Sumpiuh yaitu kerupuk godog yang sudah populer sejak tahun 1940-an. Sementara, seblak baru populer dikalangan masyarakat luas sekitar tahun 2000-an. Seblak juga sudah ada di daerah Cianjur bagian selatan sejak dari jaman sebelum kemerdekaan. Makanan ini adalah makanan alternatif kaum masyarakat ekonomi lemah sebagai pengganti jajan. Bagiamana? Mulai dari sekarang kita sudah lebih tahu ya mengenai asal usul seblak.

Ketika kita mendengar kata seblak, hal pertama yang terlintas dikepala kita pasti “pedas” bukan? Seblak memang identik dan populer dengan tingkat kepedasannya yang bisa membuat wajah memerah, bibir bergetar, atau bahkan bisa sampai membuat perut melilit. Namun, ternyata ada lho seblak yang lain dari biasanya. Jika biasanya hanya didominasi oleh rasa pedas dan asin,tapi seblak satu ini memiliki rasa unik yaitu manis-manis seperti orang Jogja begitu. Ya, seblak ini adanya di Yogyakarta. Penasaran seblak tersebut bagaimana? Yuk tetap lanjutkan ke bawah ya.

Baca Juga  Pernah Makan Tengkleng Gajah? Pasti di Jogja adanya!

Ya, Seblak Mem’s Kitchen adalah jawabannya !

Seblak Mem’s Kitchen beralamatkan di Jl.Terbahsari, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mei, nama sang penjual menuturkan bahwa seblak produknya adalah seblak yang berbeda dari yang lain. Seblak Mem’s Kitchen memiliki rasa yang sesuai dengan lidah orang Jogja kebanyakan. Bukan hanya pedas saja, tapi ada rasa manis didalamnya, disertai dengan bumbu khas resep rahasia, isian yang bervariasi, serta memiliki kuah yang lebih encer tidak seperti kebanyakan seblak yang berkuah kental.

Seblak Mem’s Kitchen mulai beroperasi sejak tahun 2017. Pemilik berasalan untuk memilih jenis usaha ini dikarenakan dulu saat merantau beliau sering diajarkan membuat seblak oleh teman-temannya, yang asalnya memang dari Sunda semua. Akhirnya saat pulang ke tanah kelahiran, beliau memutuskan untuk membuka usaha berjualan seblak. Ada 2 varian seblak yang dijajakan oleh Seblak Mem’s Kitchen ini. Pertama, varian seblak bakso ikan dengan harga Rp 10.000. Kedua, Seblak Campur yang isinya adalah bakso ikan ditambah dengan ceker ayam dengan harga Rp 12.000

Baca Juga  Mahasiswa UNY Ciptakan Brownies dari Tanaman Krokot

Saat ini, perkembangan bisnis Seblak Mem’s Kitchen semakin berjalan dengan baik. Namun, seperti lazimnya sebuah usaha, pasti memiliki masalah atau hambatan-hambatan tersendiri. Pertama, mengenai aspek produksi, sejauh ini semua bahan-bahan untuk seblak masih membeli dari produsen, kecuali bumbu. Pemilik belum mampu untuk memproduksi sendiri bahan-bahan membuat seblak tersebut. Kedua, mengenai aspek Pemasaran. Sejauh ini, upaya pemasaran hanya melalui WA saja. Pemilik bercerita, dulu saat awa-awal berjualan beliau memasarkan produknya melalui FaceBook, WhatsApp, serta Instagram. Namun, saat ini pemasarannya hanya lewat WA saja. Hal tersebut dikarenakan beliau kuwalahan jika masih mempromosikan produknya lewat IG dan FB akan banyak pesenan, sementara tenaganya masih kurang. Lalu, jika harus menambah karyawan, beliau belum mampu untuk membayar gaji karyawan. Ketiga, mengenai aspek Keuangan. Dalam masalah keuangan, pemilik belum memberlakukan sistem laporan akuntansi dalam bisnisnya. Pencatatan keuangan hanya sekadar pencatatan sederhana sesuai kemampuan pemilik saja. Setiap harinya, ada sekitar 30 bowl Seblak yang terjual. Untuk kedepannya, pemilik berharap usahanya mampu untuk lebih berkembang dan maju.

Elza Dian Siswanto

Accounting 2018 Yogyakarta State University

Related Articles

Back to top button
Close