Perjuangan dari Status "CAMABA" Menjadi "MAHASISWA" | UNY COMMUNITY
Sunday , 20 August 2017
Home / Pojok #UNYu / Perjuangan dari Status “CAMABA” Menjadi “MAHASISWA”

Perjuangan dari Status “CAMABA” Menjadi “MAHASISWA”

Begitu banyak lika-liku perjalanan untuk menjadi mahasiswa. Berawal dari lulus sekolah. Masih labil dan bingung mau menentukan arah hidup kemana. Awalnya ingin kuliah, namun bingung mau memilih jurusan apa. Di usia muda, sangat wajar jika masih takut menentukan sebuah pilihan.

Selain kuliah, di sisi lain anak-anak yang baru lulus sekolah itu juga ingin cepat kerja. Ingin cepat punya uang sendiri. Uang hasil kerja kerasnya sendiri. Dengan embel-embel agar tidak membebani kedua orang tua terus. Di sisi lain pula ada yang ingin kuliah sambil kerja. Sehingga secara akademik tetap bisa mendapatkan ilmu, namun juga bisa mendapat uang. Cukup banyak sih kampus yang menawarkan seperti itu. Dan itu juga bisa menjadi salah satu pilihan.

camaba uny
pic : ospek2014.student.uny.ac.id

Berbicara mengenai mahasiswa, memang banyak proses yang harus dijalani. Mulai dari proses pendaftaran, pembayaran uang semester, perkuliahan, hingga sampai waktunya nanti untuk wisuda. Banyak proses pendaftaran yang dipakai di tiap kampus. Seperti SNMPTN, SBMPTN, Seleksi Mandiri Prestasi, Seleksi Mandiri Ujian Tulis, Ujian Mandiri, dan jalur pendaftaran lainnya.

Berawal dari jalur SNMPTN, berupa seleksi menggunakan jalur prestasi dan nilai rapot. Pendaftaran melalui jalur SNMPTN ini sangat mudah. Melalui pendaftaran online, pengisian data, dan data dikirim ke pusat. Tanpa keluar uang. Bisa dilakukan dimana saja. Melalui laptop pribadi, warnet, atau bersama-sama dengan teman menggunakan komputer sekolah. Bisa jadi jalur ini juga disebut ‘jalur keberuntungan’. Ada sebuah qoute atau pun pepatah bahwa orang pintar kalah dengan orang bejo (beruntung). Secara nyata pun kejadiannya ada. Ada siswa yang memiliki prestasi baik tingkat nasional bahkan sampai tingkat internasional, namun kalah dengan siswa yang biasa-biasa saja. Tidak mengerti mengapa siswa yang memiliki prestasi malah tidak lolos SNMPTN. Apa kampus yang dipilih ratingnya terlalu tinggi? Atau ada alasan lain? Entahlah, itu juga masih menjadi misteri.

Jalur kedua jika SNMPTN tidak lolos pun, mereka para calon mahasiswa mencoba peluang di jalur SBMPTN. Jalur ini memang agak berat tantangannya. Karena menggunakan tes, baik tes potensi akademik, tes potensial dasar, dan tes soshum atau saintek. Untuk jurusan tertentu seperti seni tari juga menggunakan tes praktek. Ditambah lagi harus mengeluarkan uang sebesar 100 ribu untuk uang pendaftaran. Bisa dibilang soal SBMPTN memang sulit. Sangat sulit. Tak jarang pun mereka para calon mahasiswa berlomba-lomba giat belajar, membeli buku tes SBMPTN yang banyak dijual di pasaran, belajar via online, bahkan juga sampai ikut bimbingan belajar di tempat les yang menawarkan program les SBMPTN. Namun dari semua proses yang sudah ditempuh itu kadang tidak memberikan hasil yang memuaskan. Dinyatakan tidak lolos lagi. Disitu para calon mahasiswa merasa sedih. Rata-rata banyak para calon mahasiswa yang mulai runtuh semangatnya. Mulai ragu untuk melanjutkan kuliah atau tidak. Karena banyak dari mereka yang sudah putus asa.

Namun mereka para calon mahasiswa yang masih memiliki tekad untuk kuliah, mencoba lagi peruntungan di jalur lainnya. Biasanya setelah jalur SBMPTN telah berakhir, ada kampus yang masih menawarkan pendaftaran. Ada yang menyebutnya seleksi mandiri, atau pun ujian mandiri. Intinya sih ujian yang diadakan oleh pihak kampus sendiri. Jalur ini juga ada tantangannya. Sama seperti SBMPTN, berupa tes. Namun ada yang bilang bahwa soal yang digunakan dalam jalur ini lebih mudah dibanding SBMPTN. Hanya saja biaya pendaftaran yang berbeda. Ada yang 175 ribu, 300 ribu, dan lain-lain. Setelah mengikuti tes, mereka para calon mahasiswa masih menunggu hasil lagi. Seandainya di jalur ini pun masih belum lolos, mereka masih mencari peluang yang ada. Mencari jalur pendaftaran lain yang masih dibuka.

Itulah beberapa proses pendaftaran kuliah yang biasanya diikuti oleh mereka para calon mahasiswa. Bertubi-tubi kehilangan uang ratusan ribu. Cukup berat beban yang dipikulnya, beban fisik berupa capek belajar atau pun capek mengikuti tes ke sana dan ke mari. Beban psikis juga yang dipikulnya, berupa rasa depresi, sedih, galau. Namun saat ada jalur lain yang dibuka dan mereka para calon mahasiswa dinyakatan lolos pada jalur itu, pasti bersyukurlah mereka. Sangat bersyukur. Seakan-akan dunia itu berubah 180 derajat. Yang awalnya wajahnya cemberut terus, kini memancarkan kebahagiaan.

ospek uny
pic : ospek2014.student.uny.ac.id

Setelah itu mereka harus mengikuti ospek dan kegiatan perkuliahan lainnya. Namun ada beberapa mahasiswa yang mulai ‘nakal’. Mulai bolos, tidak mengerjakan tugas, malas, dan lain-lain. Dengan embel-embel, mereka tidak cocok di jurusan itu. Lalu perjuangan mereka para calon mahasiswa selama ini untuk apa? Apa mereka tidak ingat sudah sejauh ini mereka berjuang? Berbicara masalah seperti ini memang menuai pro dan kontra. Ada yang bilang jika memang tidak cocok dengan jurusannya, cepatlah keluar dan pindah. Ada yang bilang juga jika masih tidak cocok dengan jurusannya, cobalah untuk adaptasi. Siapa tahu akan sukses di jurusan yang awalnya tidak disukai itu. Namun hal itu tergantung dengan keinginan masing-masing mahasiswa. Ingin lanjut atau tidak.

Menjadi mahasiswa itu memang tidak mudah. Dari awal pun sudah banyak tantangan. Dan semua itu menggunakan proses perjuangan yang tak ada hentinya. Semoga para mahasiswa selalu semangat dalam menjalani perkuliahannya. Sebaiknya mengingat setiap proses jatuh bangun yang dialami. Mulai dari keluar uang ratusan ribu dan ditolak perguruan tinggi beberapa kali. Semoga hal itu menjadi pelajaran. Bahwa kini yang sudah menjadi mahasiswa lebih patut bersyukur. Hidup Mahasiswa Indonesia!

Penulis: Bekti Renggani / Bahasa dan Sastra Indonesia / 2014

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

Upacara 17-an Dengan Konsep Bhineka Tunggal Ika

Sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tanggal 16 Agustus 2017 dan peringatan HUT RI …