Pojok #UNYuTips

Rahasia Awet Muda Menjadi Guru

Jika kalian bertemu dengan guru-guru kalian saat SD/SMP/SMA kalian akan berpikir,“Bapak guru ko wajahnya tidak berubah, masih sama seperti dulu?” atau “Ibu guru ko wajahnya tidak berubah, masih sama seperti dulu?” Guru-guru yang kita temui setelah kita telah diberikan ilmu oleh mereka, ternyata tidak banyak menampilkan perubahan pada mereka khususnya wajah. Awet muda adalah salah satu bonus yang diberikan secara cuma-cuma bagi kalian yang berkeinginan menjadi seorang guru. Khususnya buat kita mahasiswa UNY, dengan basic pendidikan tidak salah jika tujuan utama kita menjadi pendidik. Apa sajakah rahasia awet muda menjadi seorang guru.

1. Bukan make-up tapi senangnya hati yang menjadikannya merona

v
pic : instagram.com/wahyumarliyani/

Make-up bukan hanya kunci dari awet muda tapi suasana hati yang senang membuat penampilan seorang guru menjadi lebih merona. Senyum yang tulus saat bertemu dengan siswa. Bahkan saat di kelas melihat ekspresi siswa yang berbeda-beda sebagai hiburan tersendiri bagi seorang guru. Berbagai macam karakter siswa, bertemu dengan banyak siswa setiap harinya, dan memperhatikan polah usil mereka itu membawa kebahagian di hati seorang guru. Sehingga dengan senyum tulusnya menjadikannya merona dengan biaya nol rupiah.

Baca Juga  Wahai Lelaki, Inilah Karakter Wanita yang Serius Menjalin Hubungan Denganmu

2. Siswa sebagai penyemangat

a
pic : instagram.com/ithadiy/

Banyaknya persoalan hidup yang dihadapi oleh setiap orang terkadang terpancar dari wajahnya. Wajah yang senantiasa murung, kulit terlihat lebih kusam, dan terlihat lelah. Itu yang terlihat dari wajah kita bila kita dirundung masalah. Selalu ada solusi untuk seorang guru, menjadikan gurat-gurat masalah menjadi gurat-gurat senyuman.

baca juga : 7 Keuntungan pacaran dengan seorang guru

Kita tidak perlu memaksakan senyum kepada siswa, tapi secara otomatis saat kita melihat siswa yang gaduh menjadi tenang karena kaget guru mereka sudah datang ke kelas. Polah lucu mereka yang membuat kita secara otomatis tersenyum, masih ada yang sedang minum es, masih ada yang makan, masih ada yang mengerjakan PR, dan masih banyak lagi. Kelucuan mereka itulah yang mereka berikan secara cuma-cuma saat guru pertama kali melangkahkan kaki di kelas, itu baru langkah kaki pertama, bagaimana dengan langkah kedua atau ketiga? Bisa bayangkan betapa bahagianya menjadi guru? Dan  bagaimana bisa guru menolak solusi masalah kehidupan dengan cara yang menyenangkan seperti itu? ^_^

3. Siswa adalah media hiburan tanpa batas

Bukan make-up tapi senangnya hati yang menjadikannya merona
pic : uny.ac.id

Yang dimaksud hiburan di sini adalah sebagai pendidik membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan menarik adalah kewajiban guru. Dengan menghidupkan suasana kelas  akan tercipta ekspresi siswa yang berbeda-beda, contohnya buat permainan/stimulus menyangkut pelajaran sebelum pelajaran di mulai untuk membangkitkan minat siswa. Dengan melihat gelak tawa siswa membuat guru  sudah terhibur, maka munculah simbiosis mutualisme secara tidak langsung.

Siswa adalah media hiburan tanpa batas. Tidak ada batas di sini karena batasannya di sini adalah kreativitas guru tersebut dalam menghidupkan suasana di kelas. Sehingga siswa maupun guru merasa nyaman berada di kelas. Semakin berkreasi gurunya maka siswa akan semakin antusian dalam pembelajaran. Guru mana yang tidak terhibur melihat siswanya sangat antusias?

Ulfa Aulia

Mahasiswi PBSI UNY

Related Articles

Back to top button
Close
X