Sepenggal Jumpa dengan Pemilik Segudang Ilmu, Pak Tou | UNY COMMUNITY
Home / Pojok #UNYu / Sepenggal Jumpa dengan Pemilik Segudang Ilmu, Pak Tou

Sepenggal Jumpa dengan Pemilik Segudang Ilmu, Pak Tou

Namanya tak terdengar asing di telinga kami. Mendapati sepucuk pesan dari aplikasi sosial media bernama WhatsApp, kami tak langsung percaya. Butuh klarifikasi untuk mengetahui kevalidan berita di ‘zaman now’ ini. Sosok yang begitu ramah lagi santun. Seorang ‘alim yang selalu menuntut lebih mahasiswanya agar tidak alpa dengan esensi menuntut ilmu. Beliau adalah Bapak Asruddin Barori Tou, Ph.D. Seorang dosen program studi bahasa dan sastra Inggris spesialisasi Translation. Seseorang yang selalu dikagumi akan karya-karyanya yang selalu memunculkan ekspresi ‘wow’.  The translatics of translation misalnya. Atau Translational Semiotic Communication: a Transdisciplinary Perspective. Hingga Language, Context and Text: Aspects of Language in a Social-Semiotic Perspective dan masih banyak karya yang lainnya.

Baca Juga  UNY dan Sekitarnya Mulai Dirontoki Hujan, Lakukan Hal Berikut !

Perjumpaan dengan beliau berawal ketika saya mengambil mata kuliah Analytical Reading. Tidak ada alasan khusus yang mendasari saya untuk mengambil dosen pengampu yang akrab disapa pak Tou tersebut. Hanya saja, saya belum pernah diajar oleh dosen tersebut di semester sebelumnya. Yang ternyata kelas reading tersebut adalah kelas pertama dan terakhir dengan beliau.

Hingga tiba suatu hari. Hari itu hari selasa pagi. Pertemuan perdana dengan seorang dosen senior, translation pula. Beliau segera membuka laptop dan memperkenalkan diri. Kesan yang saya tangkap adalah bahwa beliau adalah sosok yang sederhana dan memegang teguh prinsip hidupnya. Saya berpikir bahwa airmukanya yang ‘segar’ agak sedikit ‘lucu’ berhasil membuat kami tak sepaneng berada di kelas. Hingga tibalah saatnya beliau memberikan tugas kepada kami. Tugas reading tentu saja harus membaca dan menganalisis. Dan yang membuat kami takjub adalah bagaimana folder-folder beilau selalu tersusun dengan rapi berikut tanggal dan tahunnya. Beliau justru tidak memarahi kami akan kesalahan-kesalahan besar yang terjadi dalam tugas kami. Namun beliau selalu saja menekankan manajemen kami yang harus diperbaiki. Bagi Saya hal tersebut adalah hal yang menginspirasi sebab betapa banyak dari kita yang sibuk memikirkan kesalahan besar dan lupa akan kesalahan kecil-kecil yang menggunung hingga membuat gundukan kesalahan besar.

Baca Juga  Daftar Lengkap Jurusan di Universitas Negeri Yogyakarta

Sempat saya berpikir untuk ‘mencontek’ resep menjadi ‘cerdas’ ala beliau. Namun, perjumpaan kami tidaklah lama. Barangkali jarak dan waktu telah berhasil menjalankan titah nya untuk memisahkan kami. Namun segala ucap dan perbuatanmu cukuplah membuat kami sadar akan pentingnya selalu meningkatkan kapasitas diri. Bahwa mengerjakan tugas sesuai perintah itu adalah kebaikan. Bahwa peduli terhadap sesama itu kebaikan. Dan bahwa memahami orang lain itu pun kebaikan. Jangan pernah baik untuk diri sendiri. Namun bermanfaatlah lebih bagi orang lain.

Hari ini rintik hujan mengiringi kepergianmu. Seolah langit runtuh akan kehilanganmu. Selamat jalan bapak. Namamu akan abadi di hati kami. Pun, semoga kami sebagai generasi penerus dapat mengaplikasikan ilmu yang telah kau ajarkan kepada kami. Sungguh sebuah anugrah berjumpa denganmu, pemilik segudang ilmu, pak Tou.

Baca Juga  Mengenal Sejarah Partai Mahasiswa UNY

Referensi:

https://scholar.google.co.id/citations?user=5m5uTMEAAAAJ&hl=en

About Retna Ikawati

Pengagum Bau Hujan, Se-Bar Nada-Nada dan Aroma Buku Baru

Check Also

Suka Duka Menjadi Mahasiswa Jurusan Bahasa Asing

Guten Morgen. Bonjour. Danke. Arigatto. Gomawo. Ich liebe dich. Ada yang tahu artinya? Yang tahu …