Mencambuk Diri Demi Merampungkan Skripsi | UNY COMMUNITY
Friday , 19 October 2018
Home / Mahasiswa Banget / Terkadang, Mencambuk Diri Sendiri Demi Merampungkan Skripsi Itu Perlu

Terkadang, Mencambuk Diri Sendiri Demi Merampungkan Skripsi Itu Perlu

Zona skripsi menjadi salah satu zona yang memiliki tingkat tantangan berbeda pada masing-masing mahasiswa. Tantangan bukan hanya datang dari luar, tapi dari dalam diri sendiri juga. Unik terasa jika kita justru lebih sering dikalahkan oleh diri sendiri melalui ego, rasa malas, bahkan sengaja mengingkari perjuangan sementara waktu.  Kalau sudah begini, kita sebenarnya memerlukan cambuk untuk membangkitkan semangat juang lagi.

sudahkah-kamu-mengerjakan-skripsi-hari-ini-1

Melalui pernyataan-pernyataan berikut, semoga bisa menjadi cambuk buat diri sendiri agar bisa segera merampungkan skripsi.

  1. Proses skripsi itu tidak ada yang berjalan 100% mulus. Masing-masing orang pasti menjumpai kendala sana-sini, termasuk pada mereka yang bisa lulus cepat. Kunci dari menghadapi kendala yang datang adalah berani tetap terus maju walaupun yang lain sejenak rehat.
  2. Ingat, jangan memanjakan diri terlalu lama dan terlalu sering. Mengesampingkan skripsi demi melakukan aktivitas lain yang sebenarnya belum jadi prioritas saat ini, hanya akan menambah panjang daftar beban hidup.
  3. Berlatihlah sabar saban waktu. Sabar dalam bentuk apa pun itu. Karena hasil dari sabar saban waktu itu tak akan berujung perih. Percayalah.
  4. Berikan perlakuan terbaik pada dosbing agar proses skripsi bisa lebih adem terasa.
  5. Dinamislah untuk mencari tahu tentang hal yang belum diketahui, apalagi sebelum sidang. Komunikasi yang baik tetap harus terus terjalin antarteman, dosbing, keluarga, admin jurusan, dan berbagai pihak terkait.
  6. Ditinggal wisuda oleh teman, gebetan, pacar, dan sebangsanya, tak lantas menurunkan semangat. Jadikan cambuk semangat untuk diri sendriri dan sadarlah kembali bahwa perjuangan ini belum selesai. Mereka juga melalui proses juang yang melelahkan sebelum menuai manis di momen wisuda itu.
  7. Pastikan memiliki reward untuk membayar semua lelah dan pengorbanan selama berskripsi. Jatuh bangun skripsi akan lebih menemukan titik arti yang ideal jika pada akhirnya nanti bisa terbayar dengan kesenangan tertentu. Tentang kesenangan apa itu, setiap orang punya standarnya masing-masing.
Baca Juga  Asrama UNY Kampus Wates? Ini Lho 4 Keunikannya

Tunggu apa lagi? Segeralah bangkit dan berlari untuk perjuangan skripsi.

7 pernyataan di atas semoga bisa menjadi bagian kecil dari kalimat cambuk agar diri sendiri bisa segera merampungkan skripsi.

About Dy Zhisastra

Saya menyayangi mereka yang menyayangi saya | Pegiat Sastra Universitas Negeri Yogyakarta

Check Also

Ketika Pertanyaan ‘KAPAN NIKAH?’ Mencuat Ke Permukaan Saat Lebaran, Siapkan Jawaban Berikut Ini

Kebayang gak gaes, saat momentum lebaran, saat di mana semua sanak keluarga berkumpul dan pertanyaan …