Mahasiswa BangetPojok #UNYu

5 Tipe Mahasiswa “Kupu-kupu”

Konon katanya, kalau sudah menjadi mahasiswa itu akan ada pelabelan pada individu masing-masing. Maksudnya begini, mahasiswa itu kan tipenya beraneka ragam, namun yang paling famous kan istilah mahasiswa kura-kura dan mahasiswa kupu-kupu. Masih belum tahu mahasiswa kura-kura dan mahasiswa kupu-kupu itu apa? Itu lho, kalau mahasiswa kura-kura ya isinya kuliah-rapat mulu. Sedangkan mahasiswa kupu-kupu isinya kuliah-pulang gitu. Selalu saja, antara mahasiswa kura-kura dan mahasiswa kupu-kupu itu menimbulkan pro dan kontra. Apalagi mahasiswa kupu-kupu yang biasanya dianaktrikan karena jarang ikut kegiatan di kampus. Well, padahal ada pepatah don’t judge a book by it’s cover. Intinya jangan lihat mahasiswa kupu-kupu dari luarnya aja. Wahai teman-temanku yang ngakunya mahasiswa kura-kura alias mahasiswa super sibuk, kalian juga harus tahu alasan apa yang menjadikan mahasiswa tersebut menjadi mahasiswa kupu-kupu dan tipe-tipenya. Check this!

1. Si mahasiswa tersebut emang males

malas
pic : febireginasari.wordpress.com

Ya gimana ya? Namanya juga udah sifat bawaan. Bawaanya males. Habis kuliah pengen langsung pulang. Terus tidur di rumah. Nggak betah lama-lama di kampus. Jadi kalau itu emang dari mahasiswanya sendiri menjadi mahasiswa kupu-kupu karena emang males.

Baca Juga  Jika Gelombang Theta Telah Memasuki Otak Mahasiswa Saat di Kelas

2. Belum punya kendaraan pribadi

transjogja
pic : photobucket.com

Rata-rata mahasiswa kan ke kampus naik motor, ya walaupun ada yang pakai sepeda dan mobil sih, tapi kan sebagian besar pakai motor. Nah salah satu tipe mahasiswa kupu-kupu yaitu belum punya kendaraan pribadi, sebut saja motor. Di rumah sebenarnya ada motor sih, tapi dipakai orang tua bekerja. Alhasil mahasiswa seperti ini biasanya naik angkutan umum seperti bus kota untuk perjalanan ke kampusnya. Sebenarnya di rumah juga punya sepeda, tapi karena jarak dari rumah ke kampus cukup jauh, jadi lebih memilih memakai angkutan umum. Nah, kalau ikut semacam organisasi biasanya pulangnya sore hingga malem kan, alasan ini yang menjadikan mahasiswa tersebut menjadi mahasiswa kupu-kupu. Karena bergantung pada angkutan umum, nggak memungkinkan untuk pulang malam. Ya sebut saja angkutan kota tersebut Bus Trans Jogja, bus tersebut kan juga beroperasi pada jam-jam yang sudah ditentukan. Apalagi menunggu bus itu lama, jadi si mahasiswa memilih untuk tidak ikut kegiatan di kampus daripada pulang kemalaman karena lama menunggu bus.

Baca Juga  Menjadi Aktivis Kampus? Why Not! Justru Inilah Kelebihan Menjadi Seorang Aktivis

3. Masih ada kewajiban membantu pekerjaan orang tua

bantu ortu
pic : guraru.org

Ini hampir dialami mahasiswa pada umumnya. Sebenarnya pengen banget ikut organisasi atau UKM yang disediakan di kampus, tapi karena sehabis pulang kuliah masih membantu pekerjaan orang tua, alhasil nggak jadi ikut organisasi. Misalnya masih membantu orang tua untuk berjualan makanan lesehan gitu, hal tersebut kan nggak mungkin ditinggalkan oleh si anak. Si anak pasti juga merasa kasihan pada orang tuanya yang sudah banting tulang mencari uang, sehingga mahasiswa seperti ini lebih memilih kuliah langsung pulang terus membantu pekerjaan orang tua tersebut.

1 2Next page

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X